Asuransi Jiwa Dwiguna, Apa Bedanya dengan Asuransi Unit Link

by Hardian 544 views0

asuransi jiwa dwiguna

Banyak jenis asuransi yang tersedia di Indonesia. Salah satunya, asuransi jiwa dwiguna (endowment). Apa itu asuransi jiwa dwiguna?

Jenis asuransi ini disediakan bagi mereka yang hendak lebih memastikan keamanan dan akumulasi kekayaan. Disebut dwiguna, karena asuransi ini memang menawarkan dua kegunaan.

Pertama, asuransi jiwa dwiguna memberikan perlindungan jiwa. Kedua, sifat asuransi ini serupa dengan tabungan. Dalam hal ini, mirip dengan tabungan rencana dan asuransi unit link.

Intinya, kalau kita ikut asuransi dwiguna, kita harus membayar premi secara rutin sampai batas waktu yang disepakati. Misalnya 10 atau 20 tahun. Bisa juga memakai batas usia tertentu, misalnya 60 tahun.

Dengan menjadi peserta asuransi ini, kita “dipaksa” menabung hingga kesepakatan waktu tersebut. Hingga kontrak itu berakhir, kita mendapat manfaat berupa asuransi jiwa.

Seumpamanya peserta sakit parah hingga gak bisa bekerja atau bahkan meninggal dunia, maka tabungan itu akan diurusi pihak asuransi. Sampai batas waktu yang telah ditentukan, dana akan mengalir terus ke tabungan hingga bisa dicairkan oleh ahli waris saat kontrak berakhir.

asuransi jiwa dwiguna
Pak, cepat sembuh ya, biar bisa cari duit lagi (Pasien / beritasatu)

Dari penjelasan di atas, fungsi asuransi dwiguna juga bisa dibilang mirip-mirip dengan asuransi unit link. Tapi sebenarnya perbedaan keduanya cukup mencolok.

Sebab, fokus asuransi dwiguna lebih pada tabungan. Asuransi jiwa menjadi pelengkap semata.

Sedangkan asuransi unit link lebih berfokus pada asuransi jiwa. Di satu sisi, investasi diperhatikan. Namun asuransi yang menyertai gak bisa ditinggalkan.

Agar lebih jelas, berikut ini perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan asuransi unit link:

Asuransi Dwiguna

Tujuan: mengamankan dana yang pasti sampai periode tertentu tanpa menitikberatkan pada besaran imbal hasil dengan bonus asuransi jiwa

asuransi jiwa dwiguna
Duit baru terasa saat kita lagi susah ya, makanyya nabung! (Celengan Kecil / Mag)

Uang pertanggungan*: kecil

Fasilitas rider**: terbatas

Nilai tunai: tabungan

Imbal hasil: sudah pasti, namun gak bisa melawan inflasi karena bunga tabungan terhitung kecil dibandingkan dengan laju inflasi per tahun

Asuransi Unit Link

Tujuan: mencari perlindungan jiwa dengan pelengkap investasi, meski berisiko dana pada akhir kontrak jauh dari perhitungan awal karena investasi gak berjalan lancar

Uang pertanggungan*: besar

Fasilitas rider**: luas

Nilai tunai: hasil investasi, bisa berupa reksa dana, saham, dan lain-lain

Imbal hasil: tidak pasti, tapi bisa jadi jauh di atas angka inflasi. Meski harus diakui investasi dalam unit link juga bisa menimbulkan kerugian.

*Uang pertanggungan: uang yang diberikan kepada ahli waris nasabah ketika yang bersangkutan meninggal dunia

**Rider: asuransi tambahan. Misalnya sudah mengambil asuransi jiwa, bisa nambah rider asuransi kesehatan atau penyakit kritis. Nantinya, premi yang dibayarkan lebih besar sesuai dengan rider

Melihat perbandingan asuransi dwiguna dengan asuransi unit link di atas, masing-masing memang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri sesuai dengan kebutuhan nasabah. Artinya, kita sendiri selaku nasabah yang bisa menentukan, pilih asuransi dwiguna atau unit link.

asuransi jiwa dwiguna
Ciyee kompak hitung apaan sih bro, sis? (Pasangan / Blogspot)

Secara umum, berikut ini kelebihan dan kekurangan asuransi dwiguna dan unit link

Dwiguna:

+ Kita “dipaksa” menabung, berguna banget buat yang kesulitan menyisihkan gaji tiap bulan untuk ditabung.

+ Hasil pembayaran premi sudah pasti, yakni tabungan.

+ Mendapat bonus asuransi jiwa, berguna bagi keluarga jika kita tiba-tiba dipanggil menghadap Yang Kuasa

– Hasil terbilang sedikit, kalah dibanding laju inflasi

– Premi lebih tinggi

– Dana ngendon sebagai tabungan, gak bisa diutak-atik

Unit link:

+ Dana premi bisa dialokasikan untuk berbagai jenis investasi untuk meraih imbal hasil maksimal, tergantung pada kondisi pasar

+ Bisa mendapat asuransi sekaligus berinvestasi

+ Bisa sekalian belajar investasi, karena ada laporan hasil investasi tiap bulan

+ Premi lebih rendah

– Terdapat risiko investasi memble, sehingga malah rugi alih-alih mereguk keuntungan finansial dari investasi

– Investasi ditangani secara privat oleh perusahaan asuransi, sehingga kita gak bisa ikut campur saat investasi berjalan

– Imbal hasil investasi gak bisa langsung dinikmati setidaknya pada 5 tahun pertama pembayaran premi, karena ada yang namanya biaya akuisisi

Berdasarkan informasi ini, kita bisa menentukan kira-kira mana jenis asuransi yang tepat buat kita. Biasanya, orang memilih asuransi dwiguna saat dia masih berusia muda, di bawah 30 tahun.

asuransi jiwa dwiguna
Dari yang bayi sampai yang tua kumpul semua deh! (Keluarga Besar / Blogspot)

Dana yang ditabung kelak dipakai buat biaya pendidikan anak, misalnya. Bisa juga buat pensiun.

Adapun asuransi unit link lebih luas pesertanya. Sebab, hampir semua jenis asuransi dilengkapi dengan pilihan unit link. Jadi, kamu pilih yang mana?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tabungan Masa Depan Adalah Pahlawan, Lebay Tapi Ada Benarnya Loh!]

[Baca: Mengulas 4 Macam Asuransi Jiwa Agar Anda Tahu Pilih yang Mana]

[Baca: Apa Iya Keuntungan Asuransi Unit Link Gak Sesuai Harapan?]

 

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com