Jangan Antipati Sama Asuransi, Begini Cara Meyakinkan Diri Memilih Asuransi yang Tepat

by Fafa Khalifah 395 views0

memilih asuransi yang tepat

Bicara asuransi, bagi sebagian orang jadi topik yang paling dihindari. Bahkan ada pula yang antipati duluan. Yang dibayangkan semua yang jelek-jelek.

Entah lihat pengalaman orang yang jadi korban penipuan agen asuransi, perusahaan asuransi yang sesuka hati naikkan premi tanpa pemberitahuan, sampai sulitnya mengajukan klaim.

Memilih asuransi yang tepat
Jangan antipati dulu sama asuransi, coba telusuri manfaatnya terlebih dahulu (Asuransi jiwa/Bajaj Capital Insurance)

Harus diakui, memang begitu fakta di lapangan. Tapi kemungkinan kesalahpahaman itu muncul karena kekurangpahaman seputar asuransi.

Biar enggak makin tersesat memahami asuransi, ada baiknya ketahui dulu alasan mengapa seseorang memerlukan atau tidak asuransi.

Risiko finansial yang tinggi

Fungsi asuransi adalah mengalihkan risiko finansial ke perusahaan asuransi. Artinya, kerugian yang diderita nasabah diambil alih asuransi.

Inilah alasan kuat perlu atau tidaknya asuransi. Singkatnya, mengambil asuransi bukan karena faktor adanya risiko. Justru asuransi itu diambil lantaran adanya dampak finansial dari risiko.

Begitu pun sebaliknya ketika risiko itu tidak berdampak pada finansial, lantas buat apa punya asuransi. Ini yang menjadi prinsip utama.

Contohnya asuransi jiwa. Ketika yang bersangkutan tak punya tanggungan, untuk apa punya. Beda kasus jika ada tanggungan. Asuransi jiwa baru terasa manfaatnya karena risiko finansial kehilangan sumber pencari nafkah ditanggung asuransi.

Kalau disederhanakan, silakan punya asuransi hanya dengan syarat ada risiko finansial yang lebih besar dari uang atau kekayaan yang dimiliki.

Manfaat

Paling terasa manfaat asuransi adalah memberi proteksi saat terjadi musibah seperti sakit atau kecelakaan. Selain itu, ikutan asuransi juga bagian dari perencanaan keuangan.

Memilih asuransi yang tepat
Asuransi ibarat bapak-bapak linmas yang selalu siap siaga ngejagain kamu 24 jam tiap hari (Linmas/Jombangkab)

Rencana keuangan yang dituju dapat terealisasi tanpa khawatir direcoki di tengah jalan akibat ada musibah. Biarkan urusan itu di-handle asuransi.

Manfaat lainnya adalah memberi jaminan finansial di masa depan kepada ahli waris jika si pencari nafkah mengalami musibah yang tak diinginkan.

Ketika sudah menyadari itu, barulah kenalan dengan produk asuransi. Tujuannya agar tak ‘tersesat’ memilih produk yang salah.  

-Pilih asuransi yang dibutuhkan

Banyak jenis produk asuransi yang menanggung risiko berbeda-beda. Misalnya asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan lain-lain.

Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Tetap kritisi semua produk itu dan sandingkan opsi lainnya. Sebut saja bandingkan produk asuransi hari tua dengan tabungan pensiun. Mana yang paling sesuai.

Yang tak kalah penting lagi, telusuri track record perusahaan asuransi tersebut. Hindari memilih perusahaan asuransi yang punya banyak masalah dengan nasabahnya.

-Beli bukan karena terpaksa

Beli asuransi sebisa mungkin karena kepentingan diri sendiri, bukan kepentingan orang lain. Jadi hindari beli polis asuransi karena terpaksa atau ‘ditakut-takuti’ agen penjual produk asuransi.

-Baca dengan teliti isi polis

Baca dan pahami isi polis dengan seksama. Jika ada yang kurang dipahami, minta ke agen untuk memberikan gambaran atau ilustrasi.

Simak baik-baik apa saja yang menjadi hak nasabah asuransi dan aturan main dalam pengajuan klaim. Utamanya durasi waktu dan masa jaminan.

Sebaiknya minta waktu untuk mempelajari isi polis itu. Segera batalkan ambil polis jika aturan mainnya dirasa kurang cocok dengan kebutuhan.

Tetap perbaharui info

Ikut asuransi berkaitan dengan komitmen jangka panjang. Di situ ada kewajiban premi yang dibayarkan dalam jangka waktu yang disepakati.

Memilih asuransi yang tepat
Semangat dan giat berusaha! biar bayar premi perbulannya gak pernah telat bayar (Jokowi semangat mengalahkan putranya lewat panco/Tribunnews)

Maka itu, secara gradual tetap perbaharui informasi seputar produk itu. Biasanya keengganan nasabah update info bisa jadi sumber kesalahpahaman.

Setidaknya penjelasan panjang kali lebar ini bisa membuka wawasan baru seputar asuransi.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Cara Menentukan Asuransi yang Tepat]

[Baca: Jangan Tunda Lagi Punya Asuransi Jiwa]

[Baca: Benarkah Asuransi Pendidikan Unit Link Jamin Hari Esok Anak]

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com