Jangan Harap Bisa Punya Kerja Sampingan Kalau Masih Mempertahankan 6 Hal Ini

by Fafa Khalifah 8.021 views0

punya kerja sampingan

Mau tambah penghasilan tambahan yang halal? Rintis usaha sampingan dong. Kan lumayan di sela-sela waktu ada aktivitas yang menghasilkan. Asyiknya lagi bila usaha itu berkembang. Siapa tahu malah hasilnya melebihi pekerjaan utama.

Di atas kertas, semua orang bisa kok lakoni usaha sampingan. Sepanjang punya kemauan kuat, jago baca peluang, plus siap mental dan modal tentunya.

Faktanya di lapangan tak semanis yang dibayangkan. Tak sedikit yang mengalami kegagalan. Sebagian kapok memulai lagi tapi yang lain tetap mencoba.

[Baca: Ketika Usaha Sampingan Mentok, Lakukan Ini]

Bagi yang gagal, langsung mencari kambing hitam buat alibi. Ada yang sebut karena kurang modal, sulit bersaing di pasaran, sampai kurang ke dukun! Yang disebut terakhir semoga enggak ya.

Daripada tunjuk-tunjuk pihak lain untuk dijadikan tumbal kegagalan, kenapa enggak intropeksi ke diri sendiri. Besar kemungkinan gagalnya usaha sampingan itu justru berasal dari diri sendiri.

Ini nih 6 hal yang kudu kamu hindari kalau pengin kerja sampingan tetap solid berjalan bersama kerjaan utama.

1. Gagal fokus

Paham dong istilah gagal fokus. Istilah ini bukan monopolinya anak gaul, tapi berlaku buat siapa saja yang ingin usaha sampingannya berjalan lancar.

punya kerja sampingan
Gak selamanya multitasking itu baik loh!

Gagal fokus di sini tak hanya mengundang malapetaka terhadap bisnis sampingan, tapi juga pekerjaan utama di kantor. Ketidakmampuan membagi prioritas dapat membuat semua berantakan.

Di samping itu, ketika pekerjaan utama saja masih belum beres dan seringkali amburadul, bagaimana mau komitmen dengan usaha sampingan.

2. Gagal bagi waktu

Gagal bagi waktu adalah musuhnya kesuksesan usaha sampingan. Perlu diingat, ketika melakoni usaha sampingan mana secara otomatis akan melahirkan peran baru. Peran sebagai pemilik usaha sampingan sekaligus karyawan.

Kadang kala keduanya ini tak klop waktunya. Mau sejago apapun skill multitasking, tapi kedodoran membagi waktu tetap saja berakibat fatal di kemudian hari.

Langkah sederhana sukses usaha sampingan adalah menjaga konsistensi pembagian waktu. Tahu persis kapan berperan sebagai pemilik usaha sampingan dan kapan sebagai karyawan.

3. Gagal perhitungan

Bikin usaha sampingan tak sekadar menuntut modal uang, tenaga, maupun waktu. Ada satu lagi, perhitungan dalam perencanaan yang matang. Ibarat kata, perhitungan di sini adalah strategi yang disiapkan agar usaha sampingan berjalan sesuai rencana.

punya kerja sampingan
Nilai matematika dulu emang jelek, tapi jangan sampai salah hitung pemasukan dan pengeluaran juga dong

Kadang kala ini yang diremehkan. Lantaran merasa usaha sampingan sekadar iseng-iseng, maka itu dianggap tak diperlukan. Padahal perencanaan ini menjadi pedoman langkah-langkah untuk merealisasikan target ke depannya dan jauh dari kemungkinan bangkrut.

[Baca: Strategi Biar Usaha Sampingan Rumahan Gagal Bangkrut]

4. Gagal pilih usaha sampingan

Jauhkan anggapan sekali memilih usaha sampingan langsung sukses. Kalau pun ada, mungkin satu banding seribu orang. Itulah kenapa ketika merintis usaha sampingan itu seperti eksperimen. Bisa jadi kegagalan usaha sampingan yang dirintis karena salah memilih jenisnya.

Tak perlu takut untuk mencoba usaha sampingan tertentu sepanjang seluk beluknya hapal di luar kepala. Lebih enak lagi ketika usaha sampingan itu cocok dengan minat dan bakat.

5. Gagal bangun jaringan

Usaha sampingan itu menuntut sebuah ekosistem yang mendukung. Utamanya dari jaringan atau pertemanan. Bukan berarti jaringan di sini menentukan hasil, tapi menjadi faktor utama dalam akselerasi usaha sampingan.

Keluwesan dalam bergaul ikut berperan mengembangkan usaha sampingan. Sejenius apapun anda, tanpa jaringan yang mendukung tetap saja bakal tertatih-tatih merintis usaha.

punya kerja sampingan
Membangun jaringan memang gak bisa dilakukan dalam semalam. Gabung aja ke komunitas dulu!

6. Gagal kelola keuangan

Bakat ada, minat punya, modal tersedia, tapi amburadul mengelola keuangan pribadi? Ya sama aja boong bermimpi punya usaha sampingan yang bakal berkembang.

[Baca: Buka Usaha Sampingan Bukan Perkara Modal Gede]

Tanpa kemampuan mengelola keuangan, sama saja membunuh usaha sampingan pelan-pelan. Hal ini karena tak membedakan mana keuangan pribadi dan mana usaha.

Ketika masih dicampurbaurkan, yang terjadi adalah sulit menakar sejauh mana usaha sampingan itu tumbuh. Bahkan kemungkinan pula alokasi yang seharusnya untuk usaha sampingan malah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sebelum keenam poin itu diatasi, jangan harap bisa menekuni usaha sampingan dengan lancar. Tak perlu kecil hati bila merasa sulit untuk mengubahnya. Cobalah belajar dengan mereka yang usaha sampingannya sudah berjalan.

 

Image credit:

  • http://2.bp.blogspot.com/-BiGsyeSJCeQ/Vp0TioZ03UI/AAAAAAAABLA/WJDhNZTGoFY/s1600/multitasking.jpg
  • http://s.kaskus.id/images/2014/04/09/6656628_20140409070003.jpg
  • http://workbrightinfo.com/wp-content/uploads/2016/04/networking.jpg

 

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com