Jangan Tunda Lagi untuk Punya Asuransi Jiwa

by Tifanny 1.348 views0

punya asuransi jiwa

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Harus diakui bahwa kesadaran masyarakat Indonesia mengenai asuransi memang masih kurang.

Ini bisa dilihat dari banyak agen asuransi di lapangan yang masih harus menjelaskan manfaat asuransi.

Emang sebenarnya untuk apa sih asuransi jiwa? dan kapan harus membeli asuransi jiwa? Satu hal yang harus kita samakan dulu, asuransi jiwa itu berbeda dengan asuransi kesehatan.

Di Indonesia bukanlah hal aneh, jika kita menemukan seseorang yang membeli asuransi untuk mobil kesayangannya karena takut lecet, keserempet, terjadi kecelakaan lalu lintas. Tapi malah gak membeli asuransi untuk dirinya sendiri.

[Baca: Gak Sengaja Nabrak Mobil Orang Untung Ada Pertanggungan Asuransi TJH]

Padahal jika dihitung-hitung nilai ekonomis seseorang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga mobilnya.

Ada banyak alasan membeli asuransi jiwa, namun 2 alasan yang paling penting adalah:

1. Jika seseorang (tertanggung) meninggal terlalu dini, maka siapa yang akan membantu keuangan keluarga yang ditinggalkan? Terlebih jika tertanggung meninggalkan utang yang harus dilunasi oleh keluarga.

2. Jika seseorang (tertanggung) mengalami sakit berkepanjangan, sehingga harus menjual rumah, kendaraan untuk biaya pengobatan.

punya asuransi jiwa
Sayang anak istri buktikan dong! (Keluarga/AIA-Financial)

Dengan adanya asuransi jiwa, kita akan memindahkan kerugian secara ekonomi atau keuangan kepada perusahaan asuransi. Asuransi jiwa ini memiliki fungsi utama memberikan perlindungan atau proteksi kepada nasabah, jika terjadi musibah.

Tentunya definisi dari musibah tersebut tertulis dalam perjanjian antara kitasebagai nasabah dan perusahaan asuransi. Perjanjian tersebut dikenal dengan nama polis asuransi jiwa.

Idealnya sih saat kita masih berusia muda sudah memiliki asuransi jiwa. Selain harga yang masih relatif murah, kita juga masih memiliki kesempatan untuk diterima perusahaan asuransi.

Ingat, beli asuransi jiwa itu tidak seperti orang membeli barang pada umumnya. Perusahaan asuransi jiwa tentunya akan melakukan tes (minimum check lab) sebelum menerima kita sebagai nasabahnya.

Perusahaan asuransi akan menambah premi atau bahkan menolak pengajuan kita jika kita memiliki risiko yang lebih besar, seperti:

– Punya kebiasaan yang merusak kesehatan.

– Mengalami obesitas.

– Sudah pernah mengalami penyakit kritis sebelumnya.

– Berusia terlalu tua.

[Baca: Begini Nih Cara Memilih Agen Asuransi Kesehatan]

Dalam kehidupan selalu ada saja risiko dan namanya risiko itu bisa datang tiba-tiba tanpa persiapan sebelumnya. Contoh risiko yang berkaitan dengan manusia adalah risiko meninggal dan risiko sakit.

punya asuransi jiwa
Kita bukan peramal yang bisa tahu hari esok (Sakit Jantung/tsatic)

Manusia gak bisa menghilangkan risiko, tetapi manusia dapat mengurangi risiko dan mengelola risiko. Asuransi jiwa adalah salah satu upaya manusia untuk mengelola risiko. Kita dapat mengurangi risiko yang besar dengan uang yang relatif lebih kecil.

Contoh: seseorang membeli asuransi jiwa tradisional dengan premi Rp 5 juta per tahun. Jika terjadi sesuatu dengan dirinya, maka perusahaan asuransi jiwa akan membayarkan Rp 500.000.000 kepada ahli waris. Artinya orang tersebut sudah membatasi kerugian finansial seharga Rp 500.000.000 dengan uang sebesar Rp 5.000.000.

Uang pertanggungan sebesar Rp 500.000.000 tersebut yang nantinya dapat digunakan untuk membiayai biaya berobat, biaya pengganti pemasukan, membiayai tujuan keuangan lainnya dan membayar utang.

Pada dasarnya membeli asuransi jiwa adalah membeli perlindungan atau proteksi. Tentu saja ada biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi. Biaya tersebut dikenal dengan istilah premi asuransi jiwa.

[Baca: Hindari Kesalahan Ini Saat Beli Asuransi Jiwa]
Premi asuransi jiwa dapat dibayarkan setiap tahun atau setiap bulan. Nah kalau sampai gak terjadi apa-apa (gak terjadi risiko) dengan tertanggung, apakah tertanggung rugi?

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com