Kadang, Besaran Cicilan Kredit Motor Murah Bisa Bikin Kita Terkecoh

by DuitPintar 4.716 views1

cicilan kredit motor murah

Coba apa yang dipikirkan saat berniat kredit motor? Bisa besaran down payment, cicilan per bulan, kredit leasing atau bank, lamanya tenor, dan lain-lain. Bisa juga masih dilanda kegalauan mau kredit motor baru atau bekas. Sebaliknya bisa pula langsung tertarik sama leasing yang menyodorkan tawaran kredit motor murah.

 

Harus diakui, iming-iming cicilan paling murah selalu bikin hati kebat-kebit. Secara psikologis, tawaran itu terasa meringankan karena tak membebani mengingat tagihan per bulannya gampang diatasi. Tapi, apakah cicilan murah itu yang jadi alasan kuat kita meminang kredit motor?

 

Tunggu dulu! Sebaiknya jangan langsung tergiur sama iming-iming cicilan murah. Memang secara kasat mata terasa meringankan, tapi justru malah membuat uang yang dikeluarkan lebih banyak dari semestinya. Mengapa?

 

Daripada jelaskan lewat kata-kata, mending langsung studi kasus saja dengan simulasi kredit motor.

 

Targetnya adalah motor bekas Honda CBR 150 tahun produksi 2010. Harga di pasaran motor sport yang diimpor langsung dari Thailand itu sekitar Rp 23 juta. Kemudian pihak leasing sepakat setoran uang mukanya Rp 5 juta. Sisanya pembayaran sebesar Rp 18 juta jatuhnya kredit ke leasing.

 

Biar berasa meringankan, cicilan pun dibuat Rp 750 ribu per bulan. Petugas leasing pun buka daftar tabel di mana cicilan sebesar itu jangka waktu kreditnya 36 bulan. Jadi, berapa total duit utang ke leasing?

 

Rp 750.000 X 36 bulan = Rp 27.000.000

 

Artinya, utang yang awalnya Rp 18 juta membengkak jadi Rp 27 juta. Selisihnya sampai Rp 9 juta! Ada tambahan lagi sampai 50%. Kok bisa?

 

Biar enggak tertohok sama utang kredit yang makin membengkak, ada baiknya cermati dulu hal-hal di bawah ini sebelum masuk ke tahap simulasi kredit motor.

 

Bunga jadi acuan, jangan besar cicilan yang jadi acuan

Brosur kredit motor membuat angsuran CBR 150 terlihat mudah. Tapi apa benar?
Brosur kredit motor membuat angsuran CBR 150 terlihat mudah. Tapi apa benar?

 

Kredit dan bunga itu satu kesatuan. Sayangnya, kadang perusahaan leasing sangat tertutup dalam urusan besaran bunga ini. Mereka lebih suka mencatumkan besaran cicilan per bulan dan jangka waktu kredit. Strategi itu paling ampuh memikat calon nasabah.

 

Calon nasabah merasa diuntungkan karena diberi banyak opsi besaran cicilan yang sesuai dengan isi kantong. Jadi, sebagian besar dari kita langsung pilih berdasarkan besaran cicilan dan mengabaikan jangka waktu kredit. Kadang ini yang membuat kita terkecoh.

 

Lebih baik langsung tembak saja berapa besaran bunga yang dikenakan dari tiap-tiap opsi kredit berdasarkan jangka waktu kredit. Sebagai gambaran, rata-rata perusahaan leasing itu mengutip bunga mulai dari 1,5% sampai 4% sebulan. Kalau ada yang di atas itu, mending balik kanan saja.

 

Kemudian bandingkan tawaran kredit dari satu leasing dengan leasing yang lain berdasarkan besaran suku bunga ini. Kenapa? Karena beban yang mesti kita bayarkan itu adalah besaran utang plus bunga. Semakin rendah bunga maka semakin kecil pula total utang kita.

 

Besaran bunga inilah yang jadi pegangan kita dalam menentukan leasing yang tepat. Sebaliknya kalau yang dijadikan besaran cicilan sebagai pembanding antara perusahaan leasing malah bikin rancu. Pasalnya, kita tak tahu dasar perhitungan yang dibuat dari cicilan itu karena buta besaran bunga yang dikenakan.

 

Hitung sendiri kesesuaian besaran bunga dan cicilannya

Ini bukan masalah kita tak percaya sama petugas leasing, tapi lebih pada bentuk validasi saja. Bagaimana pun, besaran bunga itu akan berpengaruh terhadap besaran cicilan yang mesti disetorkan tiap bulan. Cek dengan seksama apakah besaran cicilan itu sesuai dengan besaran bunga yang diterapkan.

 

Motor idaman emang bikin ngiler. Tapi bukan berarti musti buru-buru kredit tanpa hitung-hitung lebih lanjut.
Motor idaman emang bikin ngiler. Tapi bukan berarti musti buru-buru kredit tanpa hitung-hitung lebih lanjut.

 

Katakanlah sebuah perusahaan leasing ABC mengaku menerapkan bunga 1 persen per bulan. Ini cara membuktikan.

 

Harga Honda CBR 150 R : Rp 23.000.000

Uang muka : Rp   5.000.000

Total pinjaman : Rp 18.000.000

Jangka waktu : 36 bulan

Cicilan per bulan : Rp 750.000

 

Dari mana kita tahu besaran bunganya? Ini dia caranya.

 

Pinjaman leasing : Rp 18.000.000

Total utang : Cicilan per bulan X jangka waktu

: Rp 750.000 X  36 bulan

: Rp 27.000.000

Total besaran bunga : Total utang – besaran pinjaman

Rp 27.000.000 – Rp 18.000.000

=  Rp 9.000.000

 

Hitung persentase bunga : Total besaran bunga/jumlah utang X 100%

Rp 9.000.000/18.000.000 X 100%

= 50%

 

Besaran bunga per bulan : 50% / 36 bulan

= 1,388 %

 

 

Dari perhitungan itu terungkap kalau perusahaan leasing tak jujur dalam perhitungan bunga, yang ternyata lebih dari 1%.

 

Pakai bunga fixed atau floating

Kalau bunga yang dikenakan fixed, paling gampang menghitungnya.  Jenis bunga ini besarannya akan tetap selama masa kredit.

 

Beda lagi kalau floating di mana besaran bunga bisa berubah-ubah berdasarkan penetapan tingkat suku bunga dari Bank Indonesia (BI rate). Dengan begitu, bisa saja di awal-awal masa kredit bunganya rendah tapi kemudian berubah naik sesuai dengan ketetapan BI rate.

 

Artinya, pengenaan bunga kredit floating ini sangat spekulatif. Ketika BI rate diturunkan maka bunga ikutan turun dan sebaliknya.

 

Singgung seputar sumber dana yang digunakan untuk kredit

Terima kasih pihak leasing sudah memudahkan kami ngedapetin motor idaman. Tapi jangan sungkan-sungkan jawab pertanyaan ya, ini kan duit kami :)
Terima kasih pihak leasing sudah memudahkan kami ngedapetin motor idaman. Tapi jangan sungkan-sungkan jawab pertanyaan ya, ini kan duit kami :)

 

Bertanya soal ini sama saja membuka dapur pihak leasing. Tapi tak ada salahnya bertanya agar tahu apakah pihak leasing itu merogoh koceknya sendiri atau justru berasal dari pihak lain. Katakanlah di sini bank yang bekerjasama dengan pihak leasing itu.

 

Jawaban dari pihak leasing itu bakal membuka tabir besaran bunga. Bila pihak leasing masih meminjam bank untuk memberi kredit motor ke kita, kemungkinan besar bunganya lebih besar dari leasing yang dananya bersumber dari mereka sendiri.

 

Leasing model begini seolah-olah jadi comblang bank. Mereka menawarkan pembiayaan motor secara kredit ke kita tapi faktanya dana yang dikucurkan berasal dari pinjaman ke bank. Sudah begitu, pinjaman ke bank itu atas nama kita.

 

Biaya-biaya lain

 Keuntungan tambahan yang didapat dari pihak leasing di luar bunga adalah menerapkan biaya-biaya tambahan dalam pengajuan kredit. Maka itu, jangan lupakan besaran biaya-biaya lain dalam kredit motor. Ini pos pengeluaran yang sifatnya wajib dicermati.

 

Dalam kredit motor akan timbul berbagai jenis biaya. Misalnya saja biaya administrasi pengurusan kredit, biaya fidusia. Semua biaya itu masuk dalam komponen pembayaran pertama yang terdiri dari uang muka plus biaya-biaya itu.

 

Cuma jangan lupa juga untuk tanya biaya lainnya seperti besaran denda jika telat membayar cicilan, biaya perlunasan dipercepat, dan premi asuransi. Mintalah dengan detail semua informasi itu.

 

Jenis asuransi selama masa kredit

Lazimnya ada dua jenis asuransi kendaaan bermotor, yakni total lost only (TLO) dan All Risk. Nah, untuk motor-motor di bawah Rp 30 juta biasanya pakai TLO yang artinya perlindungan hanya berlaku jika hilang dicuri atau mengalami kerusakan di atas 70%.

 

asuransi motor
Kalau beli motor kredit, emang motornya secara otomatis diikutsertakan dalam asuransi. Tapi kita tetap berhak kok memilih produk asuransi sendiri.

 

Pihak leasing biasanya mengambil keuntungan dari besaran premi asuransi ini. jadi tak heran kalau pihak leasing selalu menyatukan kewajiban premi asuransi ini dalam pembayaran pertama.

 

Maka itu, tak ada salahnya membandingkan dulu besaran premi asuransi yang diterapkan pihak leasing dengan asuransi lainnya. Kalau perlu, kita bisa menegosiasikan kemungkinan menentukan sendiri pihak asuransi yang hendak dipilih.

 

Mekanisme pengajuan kredit

Pihak leasing yang menerapkan prinsip kehati-hatian pasti butuh waktu relatif lama dalam pengurusan kredit. Mereka akan memverifikasi semua data-data kita dengan teliti. Biasanya, pihak leasing yang punya track record seperti ini ingin tak salah pilih orang sebagai nasabahnya.

 

Mekanisme seperti ini kadang membuat kita malas mengurusnya karena dianggap lebih njlimet. Tapi kalau kompensasi hak-hak kita dilindungi justru sepadan kok.

 

Di sisi lain, jangan terburu tergoda bekerjasama dengan pihak leasing yang mengumbar janji kemudahan pengurusan kredit dan bisa diproses dalam satu jam.

 

 

Kesimpulannya, jangan keburu nafsu dulu ambil kredit sebelum melengkapi informasi seperti di atas. Lebih baik pakai filosofi jawa dalam mengambil kredit, yakni alon-alon asal kelakon!

 

 

Image credit:

  • http://1.bp.blogspot.com/-l_I_hQRcFlY/VAvTXMDqzQI/AAAAAAAAFIk/3T9_BnwLsks/s1600/harga-cbr2.jpg
  • http://www.mpm-motor.co.id/wp-content/uploads/2014/09/new-cbr150r.jpg
  • http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/News/06_%20Juni%2009/Minggu%204%20(24-31)/Leasing-org.1.jpg
  • http://www.capewindmovie.com/images/asuransi-motor.jpg

Komentar (1)

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com