Kesalahan Ini Perlu Kamu Hindari Saat Beli Asuransi Jiwa

by DuitPintar 4.293 views2

beli asuransi jiwa thmb

 

Asuransi emang penting. Penting banget bahkan baik buat yang lajang maupun berkeluarga. Tapi bukan berarti semua asuransi itu cocok buat kita.

 

Kayak pasangan aja. Cewek dan cowok ada banyak. Tapi cewek A bisa saja cocoknya hanya dengan cowok B, atau malah dia merasa lebih klop dengan cewek B. Hehehe

 

Ketika memutuskan akan ikut asuransi, apa yang pertama terlintas di kepala? Duit tentu saja. Sayang memang asuransi gak gratis.

 

[Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]

 

Tapi itu wajar. Lha BPJS Kesehatan dari pemerintah saja kita bayar. Apalagi asuransi swasta.

 

Jadi, untuk melihat apakah suatu asuransi itu cocok dengan kita, lihat dulu kocek sendiri. Jangan hanya manggut-manggut di depan agen asuransi.

 

Atau malah mengiyakan tawaran asuransi dari agen telemarketing. Ini berbahaya. Sebab kalau lewat telemarketing, kita bakal dihubungi via telepon untuk diberi tawaran dan jawaban juga diberikan melalui telepon.

 

Artinya, kesempatan untuk mencari tahu lebih jauh soal produk yang ditawarkan lebih terbatas. Beda jika kita dihubungi agen langsung dan bertatap muka. Bisa tanya-tanya sedetail mungkin.

 

[Baca: Hak dan Cara Kita untuk Menghindari Gangguan Telemarketing, Dijamin Kuat Secara Hukum]

 

Berbahaya kalau kita gak bisa atau malah ogah mempelajari lebih lanjut asuransi yang ditawarkan. Dalam soal asuransi jiwa, misalnya, sedikitnya ada 3 kesalahan yang perlu dihindari saat beli asuransi jiwa.

 

1. Melototin premi

Seperti disebutkan di atas, kemampuan finansial adalah faktor utama saat hendak beli asuransi. Tapi bukan berarti ini faktor satu-satunya.

 

beli asuransi jiwa

Besarnya premi tentu sepadan dengan manfaat yang diterima

 

 

Premi alias tarif yang kita bayar rutin untuk mendapat manfaat asuransi haruslah yang pas dengan kondisi kantong. Plus manfaatnya sepadan dengan yang kita bayarkan.

 

Ini yang agak susah. Maunya orang beli asuransi dengan premi semurah mungkin tanpa melihat apa saja manfaat yang diberikan.

 

Seharusnya, mesti dilihat besar uang yang dikeluarkan, apa sepadan dengan manfaat yang diterima. Jadi bukan hanya berfokus pada besar-kecilnya biaya premi.

 

Kadang premi kecil tapi manfaatnya kecil juga. Begitu juga sebaliknya.

 

Karena itu, kita perlu membandingkan satu produk asuransi dengan produk lain dari perusahaan berbeda. Dengan demikian, bisa kita lihat poin plus dan minus masing-masing untuk menentukan pilihan akhir.

 

Namun, mengacu lagi pada soal duit di atas, jangan sampai memaksakan beli asuransi dengan premi tinggi lantaran tergiur manfaatnya. Nanti tahu-tahu pembayaran premi mandek di tengah jalan karena keuangan seret. Yang ada malah asuransi hangus.

 

2. Tergoda ilustrasi

Yang namanya agen asuransi, pasti ingin mendapatkan nasabah . Jadilah mereka pakai ilustrasi yang menggoda calon nasabah.

 

Ilustrasi keuntungan ini bakal muncul ketika kita akan beli asuransi yang ada unsur investasinya (unit link). Angka-angka ratusan juta, bahkan miliaran rupiah, itu tentu sangat menggoda.

 

beli asuransi jiwa

Gak sedikit perusahaan asuransi yang jual janji manis lewat ilustrasi, pelajari dulu semuanya

 

 

Masalahnya, itu hanya ilustrasi. Jangan sampai kita hooh hooh saja melihat gambaran tersebut. Sebab, bukan gak mungkin hasil perhitungan keuntungan kita jauuuuh di bawah angka yang disodorkan agen.

 

Karena itu, gak ada salahnya cari tahu sedikit soal investasi yang ditawarkan dalam produk asuransi tersebut. Tanyakan ke agen, jika  investasi ditangani manajer investasi, perusahaan manajer investasi apa yang digandeng.

 

Setelah itu, kita bisa menghubungi manajer investasi itu untuk bertanya soal ilustrasi  tersebut. Kalau ternyata penjelasan dari manajer investasi lebih masuk akal alias gak dilebih-lebihkan, sebaiknya berpikir ulang untuk beli asuransi unit link tersebut.

 

Mungkin lebih baik beli asuransi sendiri. Kemudian investasi juga sendiri. Tidak disatukan.

 

[Baca: Kenali Jenis Asuransi Kesehatan Dan Metodenya Biar Ga Bingung Waktu Klaim]

 

3. Asal pilih proteksi

Dalam asuransi, banyak proteksi yang ditawarkan. Dari kecelakaan, sakit, sampai meninggal. Yang jadi masalah, ada yang ternyata kekurangan proteksi.

 

Kebutuhan proteksi orang dilihat dari kesehariannya. Seorang kepala keluarga, misalnya, mestinya mengalokasikan proteksi bagi keluarganya.

 

Dengan begitu, jika terjadi apa-apa pada si kepala keluarga hingga gak bisa lagi mencari nafkah, keluarga tetap bisa menyambung hidup. Bukan malah bingung mau hidup.

 

beli asuransi jiwa

Jadi, sesuaikan proteksi dengan kebutuhan pribadi masing-masing

Selain kekurangan proteksi, hindari juga kelebihan proteksi. Yang ini juga parah. Kelebihan proteksi artinya membayar lebih untuk proteksi yang gak dibutuhkan. Itu yang buat bayar duit lho, bukan daun.

 

Selain tiga kesalahan di atas, mungkin ada beberapa kekeliruan lain saat beli asuransi. Akan lebih bijak jika kita berdiskusi dulu dengan orang yang sudah punya pengalaman berasuransi.

 

Atau bisa juga menghubungi perencana keuangan biar lebih pasti. Ketimbang udah keluar duit untuk beli asuransi tapi mubazir.

 

[Baca: Gimana Memilih Produk Asuransi yang Tepat dari Sekian Banyak Pilihan? Simak Ini.]

 

 

 

Image credit:

  • https://www.futuready.com/images/article/large/bagaimana-memilih-asuransi-jiwa-seri-kedua–cara-menghitung-kebutuhan-asuransi-jiwa-keluarga.jpg
  • https://www.futuready.com/images/article/large/3-manfaat-asuransi-jiwa-yang-perlu-diketahui.jpg
  • http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2015/05/Mengenal-Rider-Asuransi-Jiwa-Perencana-Keuangan-Independen-Finansialku.jpg

Komentar (2)

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com