Mau jadi Investor Properti Handal? Ini Resepnya

by akbar 346 views0

jadi investor properti

Punya properti lebih dari satu menadakan kalau kamu berpotensi jadi investor properti handal. “Masa sih? Saya kan nggak pernah bisnis properti.”

Lha, apa alasan kamu beli rumah pertama? Pasti untuk dihuni kan. Kalau rumah kedua, ketiga atau keempat buat apa? Biasanya sih buat investasi, ngaku aja deh bos hehe.

Satu hal yang mesti kamu ingat adalah harga properti terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tergantung di mana lokasi properti itu.

jadi investor properti
Properti bukan aset murah dan bisnis properti sudah pasti punya resiko tinggi. Tapi kalau memang kamu mampu, kenapa enggak. (Bisnis properti/Metro Reality Magazine)

Kalau sudah niat punya lebih dari satu aset properti, ya kenapa nggak sekalian jadi investor properti? Berikut resep untuk sukses jadi investor properti.

1. Sektor properti lesu? Tandanya kamu harus “beli”

Sama saja kayak investasi emas, lebih baik membeli saat harganya turun dan jual pas lagi naik. Hal serupa pun bisa diaplikasikan di sektor properti.

Sektor properti lesu bisa disebabkan karena beberapa hal, salah satunya karena melemahnya nilai Rupiah terhadap Dolar. Ketika sedang melemah, developer justru menawarkan harga bagus.

Dan pas ada regulasi pelonggaran rasio kredit terhadap nilai agunan (LTV) dari BI ini juga jadi momen terbaik buat kamu untuk akuisisi. Kenapa? Karena ketika ada kelonggaran LTV, DP rumah juga makin ringan.

jadi investor properti
Dalam menyikapi adanya promo dari developer, kamu wajib cermat. Jangan mudah tergiur sama penawaran sebelum kamu analisa untung ruginya (ilustrasi bisnis properti/Express And Star)

Intinya, rajin-rajin deh bos baca berita properti. Pantau terus perkembangannya biar nggak rugi pas beli.

2. Mau beli aset? Perhatikan perkembangan kawasan propertinya

Properti bukan merupakan alat investasi yang cair alias bisa diperjualbelikan kapan saja seperti saham, emas atau mata uang. Kondisi pasar perlu kamu perhitungkan.

Sebelum membeli, coba telusuri perkembangan kawasan sekitar properti itu. Apakah kawasannya dilalui bus Transjakarta, akses tol, angkutan umum, atau KRL.

Kawasan strategis udah pasti nilai investasinya bagus. Baiknya kamu sering survei saja, pas ada promo langsung cek lapangan buat lihat potensinya.

3. Mau beli rumah besar? Pikir-pikir lagi

Kalau disuruh milih nih bos, mending pilih rumah ukuran besar dan keren atau rumah yang kurang bagus? Terkait investasi, rumah kurang bagus justru jadi pilihan. Kok gitu sih?

Nggak semua orang suka dengan rumah berukuran besar. Harga rumah berukuran besar juga nggak murah pastinya.

Ada kalanya membeli rumah yang kondisinya nggak bagus-bagus amat tapi harganya kompetitif, dan letak rumahnya strategi. Ingat lho, kamu bisa belajar strategi Ciputra ketika properti sedang lesu. 

jadi investor properti
Daripada beli rumah besar, beli rumah Tarzan aja deh.. loh! (Rumah Tarzan/Panoramio)

Ciputra justru lebih konsen mengembangkan sektor hunian menengah ke bawah daripada yang mewah. Karena permintaan rumah untuk segmen itu masih cukup tinggi. So, ada baiknya kan beli rumah yang biasa-biasa aja.

4. Jangan baper pas beli rumah

Dalam urusan investasi, kamu nggak bisa mengedepankan selera pas beli rumah. Misalkan kamu tertarik sama satu rumah yang keren banget, secara Feng Shui oke banget dan warnanya bagus. Tiba-tiba mau beli.

Hati-hati lho kalau begini jadinya, sama saja kamu baper alias kebawa perasaan saat beli rumah. Ujung-ujungnya kamu bakal kecewa kalau rumah yang kamu beli susah dijual.

Bedakan perasaan sama naluri bisnis. Bila kamu punya naluri bisnis yang baik, kamu pasti pilih rumah yang kira-kira bakal jadi idaman banyak orang. Bahasa kerennya serba “customer oriented” lah.

5. Tawar harganya

Yang  terakhir, jangan lupa untuk nawar harga. Buat yang nggak jago nawar harus berguru dulu deh sama yang jago. Atau ya harus aktif pantau harga properti terkini.

Menawar itu penting karena ini menyangkut bagaimana kamu mengatur keuanganmu juga. Intinya saat menawar, tawarlah dengan harga sesuai pasaran.

Kesimpulannya adalah, butuh ketelitian ekstra dan ketenangan ketika kamu memutuskan untuk beli aset. Seorang investor properti handal nggak mungkin gegabah dalam bertindak.

Selamat mencoba. Dan semoga sukses terus.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Investor Pemula Harus Pahami Dulu Untung Rugi Investasi Ruko Sebelum Memutuskan]

[Baca: Awas, Membeli Properti yang Belum Dibangun Bisa Bikin Bangkrut]

[Baca: Mau Investasi, Pahami Dulu Tips Bisnis Properti Sebelum Mulai]

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com