Nabung Pangkal Kaya dengan Bunga Tabungan 1%, Apalagi Kalau Investasi Reksa Dana Pasar Uang, Sampai 8%!

by DuitPintar 4.621 views1

niat mau hemat
Artikel ini dipersembahkan oleh mitra produk investasi kami Bareksa.com

Bareksa Logo

 

Bareksa.com – Sejak kecil, pepatah ini terus ditanamkan ke kita: “Nabung itu pangkal kaya”. Tapi, benarkah begitu?

 

Jawabannya jelas: tergantung di mana nabungnya dong. Faktanya, sekadar menabung di bank tidak akan membuat kita menjadi kaya. Alih-alih menjadi kaya, bahkan uang kita akan terus tergerus kenaikan harga (inflasi) dan biaya bank.

 

Masih banyak yang belum tahu, ada cara lain supaya uang kita bertambah banyak dari waktu ke waktu, di atas kenaikan harga. Cara itu adalah: “menabung” di reksa dana pasar uang.

 

Menabung di reksa dana pasar uang aman, karena resmi dan diawasi pemerintah. Selain itu, risikonya sangatlah kecil karena mayoritas dana ditempatkan dalam bentuk deposito.

 

Akan tetapi, di sisi lain, hasilnya berpotensi jauh lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Di sebuah bank, untuk saldo di bawah Rp50 juta, saat ini bunga tabungan yang diberikan paling tinggi cuma 1 persen. Ini belum lagi dipotong pajak dan biaya administrasi bank.

 

Pertanyaan selanjutnya, kenapa hasil reksa dana pasar uang bisa lebih tinggi daripada deposito?

 

Reksa dana itu kumpulan uang nasabah, yang nilai totalnya cukup besar, bisa puluhan atau ratusan miliar rupiah. Karena itu, bank lalu memberikan bunga khusus yang lebih tinggi kepada pengelola reksa dana pasar uang, dibandingkan kepada pemilik deposito individu.

 

Perbandingan Hasil Menabung di Reksa Dana Pasar Uang dengan Bunga Tabungan dalam 1 Tahun

 

 

Coba yuk kita hitung-hitung dan bandingkan, bisa pakai Simulator Bareksa. Misalnya, taruh duit di bank sebesar Rp1 juta pada September 2014. Jadi berapa nilai tabungan kita setahun kemudian?

 

Perhatikan tabel di bawah. Anggap deh bunga tabungan yang didapat 1 persen setahun, uang kita setahun kemudian malah berkurang jadi tinggal Rp888 ribu saja. Artinya, tergerus Rp112 ribu.

 

Bunga yang kita dapatkan bahkan tidak menutup biaya administrasi yang dikenakan bank setiap bulan. Bunga tabungan juga dipotong pajak penghasilan 20 persen.

 

Belum lagi kalau memperhitungkan inflasi (kenaikan harga barang) yang setahun bisa mencapai 6-7 persen. Berapa kali lipat dari bunga tabungan yang cuma 1 persen itu, coba?

 

 

Sekarang, coba kita bandingkan jika uang Rp1 juta itu ditabung di reksa dana pasar uang, setahun yang lalu. Maka, sekarang uang kita menjadi Rp1,08 juta. Artinya, bertambah Rp79 ribu atau naik 7,94 persen.

 

Hasil ini bersih loh karena hasil reksa dana tidak dikenakan pajak.

 

Simulasi Hasil Menabung di Reksa Dana Pasar Uang dalam 1 Tahun

 

 

Selain itu, penting juga untuk diperhatikan pada grafik di atas, uang kita (garis biru) tumbuh melebihi angka inflasi (kenaikan harga, garis merah) yang terus meningkat. Artinya, uang kita gak tergerus kenaikan harga-harga.

 

Kalau sudah begini, beda kan daripada jika kita simpan di tabungan bank doang?

 

Tertarik? Monggo langsung pelajari reksa dana pasar uang berikut yang bisa dibeli di marketplace Bareksa (dengan mitra agen penjual PT Buana Capital):

 

1. Mega Asset Multicash
2. TRIM Kas 2
3. CIMB-Principal Cash Fund
4. MNC Dana Lancar

 

Singkat kata, camkanlah: sekadar menabung di bank bukan lagi pangkal kaya.

 

 

 

Baca Juga:

Nasihat Buffett untuk Investor: Belajar Menyikapi Market

Belajar Menyikapi Market

Mana Lebih Baik: ‘Menabung’ di Reksa Dana Tiap Bulan Atau Sekali Taruh

 

 

 

Image credit:

  • http://media.bareksa.com/resources/image/2015/09/11447/id_14428971941.png
  • http://media.bareksa.com/resources/image/2015/09/11447/id_14429307811.png
  • http://media.bareksa.com/resources/image/2015/09/11447/id_14429051471.png

Komentar (1)

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com