Pinjaman Uang untuk Mahasiswa Sebagai Salah Satu Opsi

by jagan 2.310 views0

Mahasiswa Pelajar thumbnail

Mahasiswa pinjam uang untuk kuliah sudah bukan hal yang tabu. Maklumlah, kalangan satu ini identik dengan kantong kering dan hidup pas-pasan. Meski sudah dituntut mandiri dan terpisah dari orangtua, tetap saja itu tak berlaku untuk urusan keuangan.

 

Ini bisa dibuktikan dari survei Higher Education Leadership and Management (HELM) terhadap 2.000 mahasiswa di 71 perguruan tinggi. Hasilnya terungkap sumber pendapatan mayoritas mahasiswa dari orangtua (88,16 persen) dan beasiswa (4,60 persen). (*Ref 1)

 

Mahasiswa sendiri sadar betul dana kuliahnya itu belum tentu berasal dari orangtua murni. Ada kalanya mereka mesti meminjam uang ke pihak lain demi melunasi biaya-biaya perkuliahan yang jumlahnya tak sedikit. Survei itu memperlihatkan orangtua harus meminjam kepada saudara (32 persen), bank (28 persen), dan Pegadaian (13 persen).

 

Kondisi ini kadang tak membuat nyaman mahasiswa. Mereka ingin mandiri dan tak ingin membebani masalah keuangan kepada orangtua.

 

Bantuan Negara

Kebutuhan ini sebenarnya sudah disadari pemerintah. Di masa lalu ada yang namanya Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI).

 

Kredit ini baru bisa dicairkan saat mahasiswa sudah menyelesaikan tugas akhir dan wajib melunasi setelah lulus. Mereka yang mengambil kredit ini menjadikan ijasah sebagai jaminannya. Sayang, KMI tak langgeng lagi karena banyak mahasiswa yang menunggak pelunasan.

 

Masalah KMI ini bukan berarti pemerintah menutup peluang pinjaman uang untuk mahasiswa. Hak-hak mahasiswa untuk mendapatkan pinjaman malah dipertegas dalam UU Pendidikan Tinggi No 12/2012.

 

Dalam UU itu, Pasal 76 mengamanatkan pemenuhan hak mahasiswa dilakukan dengan tiga cara yaitu pemberian beasiswa, pembebasan biaya pendidikan, dan pinjaman dana tanpa bunga. Nah, pinjaman tersebut wajib dilunasi setelah lulus dan atau memperoleh pekerjaan. (*Ref 2)

 

Tujuannya jelas. Pinjaman tanpa bunga bagi mahasiswa ini memang diperlukan bagi mahasiswa agar tidak drop out karena masalah ekonomi. Sayangnya, teknis pinjaman agar mahasiswa punya cara cepat mendapatkan uang ini masih dalam tahap pembahasan.

 

Bantuan Perbankan

Perbankan sendiri menyatakan kesediaan kredit pendidikan pada mahasiswa. Tapi syaratnya, kredit tanpa bunga itu mesti ada payung hukum bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan Perbankan.

 

Cuma kan tak mungkin menunggu aturan teknis itu keluar. Tak jelas kapan waktunya. Biaya kuliah atau biaya hidup selama kuliah jelas tak bisa menunggu.

 

Jadinya bukan hal yang baru jika ada yang harus menggadaikan barang berharga yang dimiliki. Misalnya gadaikan motor lewat pinjaman uang jaminan BKPB. Langkah itu dipilih sebagai cara cari uang cepat.

 

Atau cara lainnya adalah mengajukan kredit ke bank. Beberapa kampus di Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan bank dalam urusan ini. Sebut saja Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan salah satu bank di Indonesia yang menggagas kartu kredit mahasiswa.

 

Tapi sasaran dari kartu kredit ini adalah mahasiswa S2 atau terutama mahasiswa yang bekerja. Fungsi dari kartu kredit itu sendiri sebagai dana talangan yang kemudian hari dibayarkan mahasiswa.

 

Cari Duit Sendiri

Hanya sebenarnya, meminjam bukan satu-satunya cara mendapatkan uang dengan cepat. Kalau meminjam bisa dijadikan opsi terakhir, kenapa tidak?

 

Ada cara lainnya yang bermodalkan kreativitas. Kenapa tidak mencari sumber penghasilan sendiri lewat bekerja sampingan tanpa perlu tergantung sama orangtua atau utang.

 

Banyak lho contoh mereka yang sukses berbisnis sejak di bangku kuliah. Ada yang buka jasa laundry dengan sasaran teman-teman sendiri. Bisnis kuliner juga menarik tapi butuh modal dan keahlian.

 

Bagi yang jago bahasa Inggris, mungkin bisa membuka jasa penerjemahan. Jualan barang lewat online atau konvensional juga bisa dilirik. [Baca: Cara Bayar Kuliah Sendiri]

 

 

Namun kalau memang kepepet, coba cari penyedia pinjaman yang terbaik untuk kebutuhan Anda. Tapi ingat, selalu bandingkan dan jangan ambil pilihan pertama yang Anda temukan.

 

 

*Ref 1: http://educationalpolicy.org/pdf/global_debt_patterns.pdf

*Ref 2: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/sites/default/files/UUPT-12-thn-2012.pdf

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com