Sebelum Membeli Asuransi Kesehatan, Tanyakan dan Pertimbangkan 10 Hal Ini dengan Matang

by DuitPintar 875 views0

membeli asuransi kesehatan

Begitu sudah paham pentingnya asuransi kesehatan, langkah selanjutnya adalah memilih produk yang tepat. Jelas saja ini bukan perkara mudah buat membeli asuransi kesehatan ketika di luar sana jumlah produk yang ditawarkan bejibun.

 

Belum lagi masing-masing produk pasti ada plus dan minusnya. Bila salah pilih bisa berabe. Pasalnya, membeli produk asuransi kesehatan mensyaratkan komitmen keuangan jangka panjang. Tak sedikit duit yang mesti dikeluarkan untuk membayar premi tiap bulannya.

 

Maka itu penting untuk membedah produk asuransi sampai sedetail-detailnya. Jangan sampai penilaian asuransi kesehatan itu bagus atau tidak, cuma diambil dari besaran uang pertanggungan (UP) dan murah preminya. Jelas ini bukan langkah bijaksana.

 

Tambahan lagi, bila gagal paham tentang produk asuransi dan tata cara, biasanya pelariannya dengan menyalahkan perusahaan asuransi. Kejadian ini tak terelakkan lantaran nasabah tak mengetahui dengan jelas dan benar seputar polis yang dibeli. [Baca: Tips Gampang Klaim Asuransi]

 

Nah, saat berhubungan dengan agen asuransi kesehatan, kira-kira apa saja yang mesti ditanyakan dan perlu diinformasikan tentang produk tersebut? Sebagai orang yang awam produk asuransi kesehatan, di bawah ini ada beberapa pertanyaan dasar yang sebaiknya diketahui.

 

Apa nama produk asuransi kesehatan?

 platinummedium-1FILEminimizer

 

 

Ini hukumnya wajib diketahui. Setiap produk asuransi kesehatan selalu punya nama. Tiap perusahaan asuransi selalu punya produk lebih dari satu. Maka itu penting diketahui sejak awal apa nama produk tersebut.

 

Seberapa luas jaminan/coverage?

Sudah jadi kodratnya, calon nasabah pasti tanya soal ini. Masalahnya, jawaban ini bakal mempengaruhi keputusan jadi atau tidaknya beli asuransi.

 

Bagaimana pun tiap nasabah punya pikiran sama agar asuransi yang dibelinya bisa maksimal. Ya maksimal melindungi dari berbagai risiko penyakit maupun masalah kesehatan di masa depan.

 

Pastikan risiko apa saja yang dijamin asuransi. Perhatikan juga apakah ada batasan usia maksimal yang bisa dijaminkan produk tersebut. Yang tak kalah penting, seberapa banyak anggota keluarga lain yang bisa di-cover asuransi.

 

Apakah ada maksimal klaim per tahun?

Biasanya agen asuransi akan memberikan tabel nilai klaim yang bakal diterima calon nasabah ketika sakit. Misalnya saja besaran tarif dokter umum, dokter spesialis, resep obat, jenis penyakit, dan lain sebagainya. Ketika maksimal klaim sudah terlampaui, maka pengobatan akan menjadi tanggungan nasabah.

 

Seberapa luas jaringan rumah sakit yang bekerja sama? Apakah ada sistem reimbursement?

bayar rumah sakit dengan asuransi

 

 

Semakin luas cakupan rumah sakit maka semakin bagus. Artinya, produk asuransi itu diterima di semua rumah sakit. Itu namanya produk asuransi itu sakti karena calon nasabahnya menjadi nyaman ketika berobat cukup menunjukkan kartu asuransi. Cara ini disebut model cashless (tak perlu bayar di rumah sakit karena sudah ditanggung asuransi.

 

Di samping itu perhatikan apakah berlaku juga sistem reimbursement (harus bayar dulu baru klaim ke perusahaan asuransi). Untuk reimbursement, biasanya nasabah wajib melampirkan copy resep dan form diagnosis yang ditandatangani dokter.

 

Bagaimana prosedur rawat inap/rawat jalan?

Produk asuransi kesehatan, ada dua jenis perawatan yang ditanggung yakni rawat inap (in-patient treatment) dan rawat jalan (out-patient treatment). Pastikan agen asuransi menjelaskan prosedur rawat inap/rawat jalan.

 

Tekankan bagaimana asuransi akan memberikan penggantian biaya pengobatan/laboratorium sesuai yang dijanjikan dalam polis. Tentunya, jika peserta mengalami rawat inap/jalan di klinik atau rumah sakit.

 

Produk yang bagus bakal membuat nasabahnya nyaman karena tak perlu ribet mengurus administrasi rumah sakit. Misalnya saja cukup menunjukkan kartu asuransi maka pelayanan langsung didapatkan.

 

Begitu pun dengan rawat jalan. Cukup dengan menunjukkan kartu asuransi maka nasabah tak perlu lagi membayar tunai lantaran sudah ditanggung asuransi.

 

dokter lagi ngecek pasien terbaring di kasur rumah sakit

 

 

Sedangkan rawat inap prosedurnya tergantung dari keputusan dokter. Di sini pihak rumah sakit akan memeriksa benefit asuransi yang disesuaikan dengan kelas layanan kesehatan. Katakanlah tarif kamar hanya Rp 300 ribu dan itu setara dengan ruang inap kelas III, maka pihak rumah sakit menganjurkan pasien dirawat di ruang kelas III.

 

Tapi bagaimana kalau ruang kelas III penuh? Nah, biasanya ada toleransi dari pihak asuransi untuk menaikkan kelas di atasnya. Tapi ini sifatnya sementara karena pasien akan dipindahkan lagi jika pihak rumah sakit menyatakan sudah tersedia ruang rawat kelas III.

 

Bagaimana ingin naik kelas rawat inap? Jika atas kemauan sendiri, maka pihak rumah sakit bakal memberikan “Surat Pernyataan Kesediaan Pembayaran Selisih Biaya” untuk diisi dan ditandatangani oleh pasien/keluarga pasien.

 

Bagaimana jika terjadi kecelakaan, cacat, mengalami penyakit kritis, atau meninggal?

Sejatinya ada dua jenis produk asuransi kesehatan, yakni yang murni dan tambahan (riders). Asuransi kesehatan murni hanya mencakup penggantian biaya pengobatan/laboratorium ketika sakit.

 

Cakupan bisa diperluas jika calon nasabah melengkapi dengan riders (asuransi tambahan). Riders itu anatra lain penggantian seluruh biaya rumah sakit karena kecelakaan, perawatan penyakit kritis, sampai pemberian santunan karena meninggal dunia.

 

rider asuransi kesehatan

 

Asuransi tambahan (riders) tersebut berfungsi untuk mengoptimalkan program asuransi utamanya.

Nah, bila ingin mendapat perluasan manfaat itu, apakah harus menambah premi lagi ataukah sudah termasuk dalam benefit dari produk tersebut.

 

Ketika belum begitu paham manfaatnya, sebaiknya mintalah dibuatkan ilustrasi kejadian apa saja yang dijaminkan asuransi. Ilustrasi itu misalnya mengalami kecelakaan di jalan raya akibat ditabrak kendaraan. Apakah asuransi akan menanggung semua pengobatan ataukan ada syarat lainnya.

 

Berapa besaran premi dan lamanya kewajiban bayar premi?

Pertanyaan ini terkait dengan kapasitas keuangan kita. Berapa banyak yang dikeluarkan untuk bayar asuransi. Bayarnya per bulan, per semester atau per tahun?

 

Tapi yang paling urgent itu adalah berapa lama bayarnya. Jarang banget agen asuransi menginformasikan lamanya bayar premi.

 

Ada yang cukup bayar selama 10 tahun saja tapi manfaatnya sampai nasabah meninggal dunia. Ada juga yang tetap bayar sampai nasabah berusia 80 tahun, bahkan ada yang seumur hidup harus bayar. Pastikan hal ini jelas karena menyangkut besaran duit yang kita bayarkan.

 

Perlukah medical check up?

medical check up 

 

Ada asuransi yang mewajibkan dan ada pula yang tidak. Kalau ada medical check up biasanya pihak asuransi ingin mengukur risiko kesehatan calon nasabah.

 

Jika nasabah terdiagnosis penyakit tertentu bisa saja polis asuransinya ditolak. Atau kalau pun bisa tapi konsekuensi bayar preminya besar.

 

Biasanya, beban biaya medical check up ini ditanggung calon nasabah kalau batal ajukan polis asuransi. Kebijakan ini dimaksudkan agar tak disalahgunakan mereka yang ingin check up gratis. Maka itu pastikan sejak awal apakah ada medical check up.

 

Bisakah batalkan polis asuransi?

Agen asuransi biasanya sengaja sembunyikan poin ini. Padahal, nasabah berhak tahu lho! Coba baca baik-baik polis asuransi di mana ada ketentuan yang berbunyi,”Jika tidak setuju dengan isi polis, maka dalam waktu dua minggu sejak polis terbit, polis bisa dikembalikan dan uang yang disetor bisa dikembalikan ke nasabah.”

 

Artinya, calon nasabah punya waktu dua minggu untuk membatalkan polis yang disetujuinya. Atau dengan kata lain, calon nasabah diberikan waktu dua minggu untuk mempelajari polis tersebut.

 

Kalau tak setuju, dia bisa membatalkan sekaligus uangnya balik. Kalau lewat dari waktu itu, sama saja calon nasabah setuju dengan isi polis tersebut.

 

Bagaimana kalau di tengah jalan gagal bayar premi karena keuangan lagi bermasalah?

gagal bayar premi asuransi

 

 

Pertanyaan ini lebih pada segi antisipasi saja kalau di masa depan gagal bayar premi. Masalahnya hal ini menyangkut kepentingan nasabah yang khawatir kalau gagal bayar, maka dengan sendirinya tak mendapat jaminan kesehatan dari asuransi.

 

Ketika hal ini ditanyakan, perhatikan apa solusi yang ditawarkan agen asuransi. Biasanya yang diberikan adalah masa tunggu. Artinya, kalau saat jatuh tempo bayar premi dan tak bisa melunasi, polis tidak secara otomatis ditutup atau dibatalkan sepihak dari perusahaan asuransi.

 

 

Asuransi kesehatan bisa menjadi bentuk perlindungan terbaik yang memberikan penggantian pendapatan yang berkurang akibat menderita sakit. Maklumlah, produk satu ini penting sebagai bentuk pengganti kerugian finansial yang mungkin terjadi secara tiba-tiba terhadap risiko kesehatan.


Tetap perlu diingat, pastikan asuransi kesehatan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan pilihlah fasilitas kesehatan yang sesuai dengan budget.

 

 

 

Image credit:

  • http://s1141.photobucket.com/user/bosasuransi/media/platinum/platinummedium-1FILEminimizer.jpg.html
  • http://www.alodokter.com/wp-content/uploads/2014/12/Berasuransi-Sejak-Muda-Lebih-Menguntungkan-Alodokter.jpg
  • http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1411642693.jpg
  • http://www.asuransi-jiwa.org/wp-content/uploads/2015/03/urlvvvv.jpg
  • http://healthpathtourism.com/assets/images/check-up01.jpg
  • http://bijakasuransi.com/wp-content/uploads/2013/07/cara-pembayaran.jpg

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com