10 Alasan Penolakan Klaim Asuransi Sepeda Motor yang Disebabkan oleh Kita Sendiri

by DuitPintar 2.071 views0

alasan penolakan klaim asuransi

Betul, ketika motor diasuransikan maka semua risiko terhadap kendaraan itu ada di pundak perusahaan asuransi. Faktanya, tak semua yang mengajukan klaim langsung diluluskan pihak asuransi. Tak heran kalau akhirnya terjadi sengketa antara si pemegang polis dengan perusahaaan asuransi.

 

Data Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) menunjukkan fakta di mana September 2013 lalu sudah menangani 30 sengketa konsumen asuransi umum dan asuransi jiwa. Ini baru sengketa yang masuk ke BMAI, belum mencakup kasus yang langsung menempuh peradilan umum.

 

Pangkal masalahnya karena adanya perbedaan pemahaman dalam kontrak asuransi. Kebanyakan saat pencarian klaim tak dikabulkan, pemegang polis langsung menuduh perusahaan asuransi melanggar perjanjian.

 

Khusus untuk asuransi motor, aturan klaimnya sendiri tercantum dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSKBI). Ini jadi rujukan dalam pembuatan polis asuransi. [Baca: Yuk, Pahami PSKBI Agar Klaim Asuransi Anda Tak Ditolak]

 

Nah, biar pengajuan klaim tak ditolak perusahaan asuransi, maka penting artinya menghindari hal-hal yang membuat klaim ditolak. Di bawah ini ada 10 alasan penolakan klaim asuransi.

1.Tidak punya SIM

 

Harusnya malu dong punya motor tapi enggap punya SIM
Harusnya malu dong punya motor tapi enggap punya SIM

 

Pengendara tak punya SIM dianggap berisiko di mata perusahaan asuransi. Selain itu ini juga termasuk dalam pelanggaran hukum sehingga sudah dipastikan klaim bakal ditolak jika motor digunakan pengendara tanpa SIM.

2.Motor digunakan untuk mengangkut barang

Jangan ditiru yang begini karena bisa bahayakan diri sendiri dan orang lain.
Jangan ditiru yang begini karena bisa bahayakan diri sendiri dan orang lain.

 

Jika terbukti motor digunakan untuk keperluan lain seperti mengangkut barang, besar kemungkinan perusahaan asuransi akan menolak. Alasannya, pihak tertanggung dianggap telah melanggar perjanjian karena menggunakan motor bukan untuk peruntukannya.

3.Motor dimodifikasi

Laporkan dulu modifikasi ke perusahaan asuransi.
Laporkan dulu modifikasi ke perusahaan asuransi.

 

Sebelum berniat memodifikasi motor, ada baiknya konsultasikan dulu dengan pihak asuransi. Dengan begitu bisa diketahui apakah bisa di-cover atau tidak.

 

Meski begitu, ketika modifikasi itu dianggap membahayakan keselamatan berlalu lintas, misalnya mengganti ban cacing yang tak standar, bisa saja perusahaan asuransi menolak klaim. Artinya, modifikasi membuat kendaraan dianggap tak layak pakai.

4.Parkir bukan pada tempatnya

Lihat rambu kanan dan kiri dulu sebelum parkir
Lihat rambu kanan dan kiri dulu sebelum parkir

 

Hati-hati kalau parkirkan motor. Sebaiknya parkir di tempat yang sudah ditentukan seperti area parkir resmi.

Perusahaan asuransi bisa beralasan menolak klaim motor yang hilang jika parkir di tempat yang bukan semestinya. Argumentasi lainnya adalah parkir sembarangan membuat risiko kendaraan menjadi lebih tinggi.

 

Di samping itu, perhatikan juga jangan parkir di rambu larangan parkir (P). Perusahaan asuransi bisa berdalih itu melanggar peraturan lalu lintas sesuai dengan isi PSAKBI pasal 3.

5. Mabuk

Mabuk sambil kendarai kendaraan sama saja bunuh diri sendiri dan orang lain.
Mabuk sambil kendarai kendaraan sama saja bunuh diri sendiri dan orang lain.

 

Mengendarai motor dalam keadaan mabuk sudah jelas melanggar hukum. Di samping itu risiko terjadinya kecelakaan terbuka lebar. Wajar jika perusahaan asuransi langsung menolak klaim yang diajukan yang disebabkan karena hal ini.

6. Melanggar lalu lintas

Patuhi lalu lintas itu cermin kepribadian dong
Patuhi lalu lintas itu cermin kepribadian dong

 

Dalam polis asuransi jelas tercantum tak bakal menanggung risiko bila pengemudi dengan sengaja melanggar lalu lintas. Sebut saja menerobos lampu merah, memasuki jalur yang dilarang, dan lain-lain. Perusahaan asuransi bisa berdalih tertanggung mengendarai motor dalam kondisi ugal-ugalan.

7.Nama tak tercantum dalam polis

Cek dulu nama siapa yang tercantum dalam polis.
Cek dulu nama siapa yang tercantum dalam polis.

 

Dalam banyak kasus bisa saja perusahaan asuransi hanya menyetujui klaim yang diajukan pemilik kendaraan atau seseorang yang namanya tercantum dalam polis. Di luar nama itu, maka perusahaan asuransi berhak menolak.

8.Masa berlaku polis

Enggak lucu kan klaim tapi polis sudah kadaluarsa
Enggak lucu kan klaim tapi polis sudah kadaluarsa

 

Lihat baik-baik masa berlaku polis. Jika sudah kadaluarsa ya sudah pasti perusahaan asuransi langsung menolak meski kejadian yang dialami termasuk yang dijamin.

9.Lewat batas waktu pengajuan klaim

Baca ketentuan waktu pengajuan klaim di polis
Baca ketentuan waktu pengajuan klaim di polis

 

Pelajari dengan seksama kapan batas akhir pengajuan klaim. Jika ternyata sudah lewat yang ditentukan pihak asuransi siap-siap saja gigit jari.

 

Sebisa mungkin ketika terjadi apa-apa dengan motor segera hubungi perusahaan asuransi dengan menyebut nomor polis. Maka itu penting untuk mencatat nomor polis dan terus membawanya setiap berpergian dengan motor.

10. Dokumen kurang lengkap

Buruan lengkapi dokumen biar enggak kadaluarsa saat ajukan klaim.
Buruan lengkapi dokumen biar enggak kadaluarsa saat ajukan klaim.

 

Ada aturan main yang mesti dipenuhi saat mengajukan klaim. Utamanya adalah kelengkapan persyaratan administratif dalam arti dokumen.

 

Ketika tertanggung gagal melengkapi dokumen yang disyaratkan, wajar jika perusahaan asuransi menolak klaim tersebut.

 

Pesan utama ketika membeli produk asuransi motor, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari dan memahami isi polis asuransi. Pasalnya, begitu produk asuransi dibeli secara otomatis terikat dengan perjanjian kontrak yang menyangkut hak dan kewajiban antara tertanggung dengan perusahaan asuransi.

 

Faktor kemalasan membaca polis asuransi kadang jadi penyebabnya. Banyak yang berdalih isi polis asuransi itu sulit dipahami mengingat pakai bahasa hukum dan deretan pasal yang panjang. [Pusat Informasi DuitPintar.com tentang Asuransi Motor]


Kalau pun masih kurang puas dengan argumentasi pihak asuransi, bisa kok membawa kasus ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) atau pun Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI). Cara ini jadi solusi agar keputusan yang diambil memuaskan semua pihak.

Image credit:

  • http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20140210150115975.jpg
  • https://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/05/motor-krupuk.jpg
  • http://2.bp.blogspot.com/-C0uxwRSk3ys/UHhTD8DPVXI/AAAAAAAAAMY/dYCa_5lOOMo/s1600/5.JPG
  • http://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_sub/parkir_liar_di_pinggir_jalan_ilustrasi_100728131247.jpg
  • http://ayoselamat.org/0_repository/images/2014120916485226.jpg
  • http://infomedan.net/wp-content/uploads/1.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/_laa-7LdRoTs/TOgVPQicjMI/AAAAAAAAAJA/zoyLCNRWqro/s400/AIA001.jpg
  • https://stephenlangitan.files.wordpress.com/2009/07/imgp2631.jpg
  • https://1.bp.blogspot.com/-yVx0WhdSVAA/U5nNzxd0EHI/AAAAAAAAACk/iheuJbi3yJc/s1600/Dokumen_sekolah.jpg
  • http://mindfulchoices.org/wp-content/uploads/2012/06/magnify_desk_calendar_month_view_400_clr_3878.png

Masih banyak lagi dari duitpintar.com