Ini 10 Kesalahan Mengelola Uang yang Kerap Dilakukan Saat Usia 20-an

by Hardian 511 views0

untuk jam 6 blog

Usia 20-an adalah usia yang rawan. Kesalahan pada usia ini biasa terjadi, tapi bukan berarti gak bisa dihindari.

Kesalahan omong saat di depan pacar sih mungkin gampang mengatasinya. Yang berbahaya adalah kesalahan mengelola uang.

Bila terperosok jauh ketika berbuat kesalahan itu, dampaknya bisa terus ada hingga berusia tua. Apa saja kesalahan yang harus dihindari saat usia 20-an itu? Ini di antaranya:

1. Banyak ngambil kredit konsumtif

Kredit konsumtif adalah kredit yang tujuannya membeli barang yang bukan termasuk kebutuhan. Misalnya buat beli handphone keluaran terbaru, padahal handphone di tangan baru dibeli tahun lalu dan masih lancar jaya.

Kredit konsumtif bakal membebani keuangan bila gak berhati-hati. Beda kalau ambil kredit buat jalani usaha sampingan selagi kuliah atau kerja. Faedahnya bakal tampak lebih nyata saat usaha itu berjalan lancar.

2. Gak punya dana darurat

Dana darurat adalah dana yang disisihkan dari penghasilan untuk jaga-jaga bila kelak terjadi hal yang gak diinginkan dan butuh dana segera. Contohnya, diri sendiri atau keluarga jatuh sakit dan perlu pertolongan segera.

Dana darurat bisa diambil agar rumah sakit bisa segera bertindak. Besaran dana ini direkomendasikan 10-12 kali penghasilan.

Makanya dana ini harus dikumpulkan sedari dini, sehingga segera tercukupi saat usia sudah di atas 30-an atau sudah berkeluarga sendiri.

[Baa: Gak Cuma di Tabungan, Dana Darurat Juga Bisa Disimpan di…]

3. Gak investasi

Investasi zaman now gak ribet. Gak perlu nongkrongin pergerakan saham di bursa efek. Gak perlu pula ganti gigi menjadi emas biar kelak bisa dijual sebagai sarana investasi.

kesalahan mengelola uang
Jangan jadul deh, masak investasi dengan tanam emas pada gigi? (investasi gigi/ liputan6)

Reksa dana misalnya, bisa dijalankan secara online, bahkan lewat situs marketplace. Modalnya pun seiprit, gak sampai Rp 1 juta udah bisa jalan itu investasi. Bila memulai investasi sejak dini, hasilnya bisa lebih mencukupi pada masa depan.

[Baca: Investasi Reksa Dana Bisa Dimulai di Usia 20-30an. Begini Caranya]

4. Hidup dari kartu kredit

Kartu kredit adalah alat transaksi, bukan alat utang. Kartu kredit bisa saja dijadikan kartu sakti buat memenuhi kebutuhan rutin bulanan, tapi harus dipikirkan pula pelunasannya.

Kesalahan mengelola uang yang ini bahaya banget buat masa depan. Kecuali kamu punya pohon duit yang tiap bulan berbuah sehingga bisa buat bayar lunas tagihan kartu.

5. Gak punya tujuan finansial

Usia 20-an seharusnya tujuan masa depan sudah ditentukan. Mau nikah usia berapa, beli rumah kapan, liburan ke mana. Semua itu membutuhkan rencana finansial.

kesalahan mengelola uang
Kids zaman now bisa cari info apa aja di Internet, termasuk cara mengelola uang saat usia 20-an (milenial/ meetingtomorrow)

Makanya, tujuan finansial mesti dirancang secara matang. Dengan demikian, kita punya panduan mau diapakan hidup ini agar sampai di tujuan dengan selamat.

6. Masih bergantung sama “bantuan” orangtua

Pasti hampir semua orangtua mau bantu anaknya. Tapi jangan sampai kamu yang berusia 20-an lantas bergantung melulu pada bantuan mereka. Bisa-bisa gak mampu hidup mandiri, bahkan saat sudah berkeluarga sendiri nanti.

7. Menyisihkan tabungan, bukan memprioritaskan tabungan

Saat baru awal bekerja, pasti muncul godaan foya-foya. Tapi ingat, harus prioritaskan tabungan. Bedakan dengan menyisihkan tabungan ya.

Kalau prioritas, berarti saat gaji masuk, langsung dipotong sekian persen buat masuk tabungan. Bila menyisihkan, tunggu menjelang habis bulan untuk melihat berapa sisa gaji yang bisa ditabung.

Ini kebiasaan buruk. Iya kalau sisa. Kalau malah minus? Makanya, mending langsung potong gaji sebagai tabungan di awal dan gak diutak-atik demi masa depan.

8. Ngutang buat nikah

kesalahan mengelola utang
Haram hukumnya ngutang buat nikah. Kebutuhan rumah tangga itu banyak bro-sis! (nikah/ finansialku)

Ini nih kesalahan mengelola uang yang paling sering dilakuin sama muda-mudi yang mau nikah.

Rencana nikah udah ada, tapi dana belum cukup. Ngutang? Sebaiknya tidak. Bisa cari strategi lain agar biaya nikah murah. Misalnya bikin resepsi di rumah sendiri.

Sebisa mungkin biayai nikah dari duit sendiri agar gak ada beban. Nanti bisa-bisa pas difoto gak ada senyum blas karena mikirin utang buat nikah.

[Baca: Yang Mau Nikah, Be Smart! Ini Biaya-Biaya yang Bisa Dipangkas Saat Menyiapkan Pernikahan]

9.  Cuek sama tabungan pensiun

Poin ini mirip dengan yang soal tabungan. Bedanya, tujuan menabung yang satu ini jelas buat memenuhi kebutuhan saat sudah pensiun.

Makin dini memulai tabungan pensiun, makin besar dana yang bisa didapat kelak ketika sudah purnakarya. Saat udah pensiun, gak ada pemasukan seperti semula lho. Nanti bisa stres kalau gak ada duit setelah pensiun.

10. Nyepelein pajak

Pajak adalah kewajiban. Bila gak bayar pajak, siap-siap kena sanksi dari pemerintah. Pemuda-pemudi usia 20-an sering masa bodoh dengan urusan pajak. Walhasil, pajak gak pernah dilaporkan.

Mungkin sekarang gak kelihatan pentingnya. Gimana kalau kelak jadi pengusaha sukses dan terkenal? Riwayat pajak bakal ditelusuri. Kalau ketahuan pernah ngemplang pajak, otoritas setempat pasti akan datang dan menjatuhkan sanksi. Hiii.

Di satu sisi, usia 20-an adalah usia emas buat menggapai masa depan. Tapi di sisi lain, banyak godaan yang merongrong batin ketika memasuki fase usia ini.

10 kesalahan mengelola uang di atas bisa saja menghinggapi setiap pemuda-pemudi usia itu. Kita tentunya harus aware terhadap godaan itu dan berusaha menghindarinya, kecuali memang mau merintis kebangkrutan sejak berusia muda.

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com