Dapat Warisan Rumah, Pinjam Kredit Multiguna buat Renovasi atau Dijual Ya?

by Hardian 874 views0

Dapat Warisan Rumah

Di tengah duka yang menerpa, terselip rasa bangga ketika orang tua tiada. Sebab, mereka meninggalkan harta warisan berupa rumah buat anak-cucunya.

Namun peninggalan ini gak hanya memberikan kebahagiaan, tapi juga rasa bimbang. Apalagi jika rumah dalam keadaan memerlukan renovasi.

dapat warisan rumah
Rumah rusak mesti segera diperbaiki, daripada tahu-tahu ambruk (Rumah rusak/Viva)

Sebagai warisan, tentunya susah memutuskan untuk menjualnya. Tapi, melihat kondisinya, kok rasanya mustahil merenovasi karena dana yang diperlukan gak sedikit.

Saat dalam kondisi dilema seperti ini, kita perlu berpikir jernih. Biarkan suasana duka berlalu dulu. Saat sudah move on, duduk berpikir sambil ngopi.

Biaya renovasi rumah bisa semahal beli rumah baru, tergantung pada besar-kecilnya kerusakan. Seperti beli rumah juga, kita bisa pinjam uang untuk biaya renovasi.

Namun berbeda dengan beli rumah secara kredit alias kredit pemilikan rumah (KPR), renovasi rumah gak perlu uang muka dan agunan berupa sertifikat rumah. Modal renovasi rumah bisa berupa pinjaman multiguna.

Seperti namanya, pinjaman multiguna bisa dipakai buat apa saja. Buat renovasi rumah, usaha, bahkan tambahan modal kawin juga bisa.

Yang penting, kita ngasih jaminan ke bank dan sanggup melunasi pinjaman. Nilai jaminan yang diberikan harus sama atau lebih besar ketimbang jumlah pinjaman.

Contohnya mau pinjam Rp 25 juta, bank gak akan ngasih kalau kita cuma nyodorin BKPB dan STNK Yamaha Mio yang harga barunya Rp 15 juta. Kalau kita ngasih sertifikat tanah, barulah bank akan mempertimbangkan.

Pinjaman Multiguna atau Jual Rumah

Inilah poin pertama yang perlu kita pertimbangkan jika mau renovasi rumah dengan kredit multiguna. Ada gak aset yang bisa kita jadikan jaminan.

Poin lainnya adalah sanggup gak kita bayar cicilan sampai lunas. Untuk menilai kesanggupan ini, pertama-tama kita harus menghitung biaya renovasi.

Perkiraaan biaya ini sekaligus bisa dipakai untuk menentukan apakah kita mau ambil pinjaman buat renovasi rumah atau menjualnya saja. Sebaiknya, prioritaskan renovasi pada bagian yang betul-betul mendesak diperbaiki.

Contohnya dinding retak, genteng bocor, atau lantai pecah. Dengan perkiraan total renovasi memakan biaya Rp 100 juta, misalnya.

Sedangkan penghasilan Rp 5 juta per bulan dengan dana tabungan yang bisa dipakai Rp 20 juta. Berarti, diperlukan dana pinjaman Rp 80 juta.

dapat warisan rumah
Pilih kredit multiguna yang paling oke, yaitu yang bunganya paling sedikit (pengajuan kredit multiguna/CNN)

Dengan asumsi tak ada tagihan utang lain, cicilan per bulan yang disarankan adalah Rp 1,5 juta. Angka itu didapat dari 30 persen x penghasilan. Itu angka yang dianggap aman buat finansial karena masih ada sisa Rp 3,5 juta.

Kalau hanya sanggup membayar cicilan Rp 1,5 juta, berarti tenor pinjaman paling tidak Rp 80 juta / Rp 1,5 juta = 53 bulan atau 4,5 tahun. Itu belum memperhitungkan bunga, lho.

Kira-kira bisa gak disiplin membayar cicilan tiap bulan sebesar itu sampai 4,5 tahun ke depan? Jika merasa gak sanggup, jangan dipaksakan.

Mungkin memang menjual rumah itu lebih baik. Atau, jika sudah punya rumah sendiri, tak perlu langsung merenovasi total.

Renovasi dulu seadanya sedikit demi sedikit. Yang penting, setidaknya seminggu sekali dikunjungi untuk dirawat, bersih-bersih, dipel.

Perbaikan sambil jalan begini gak kerasa keluar uangnya. Tahu-tahu sudah selesai, rumah sudah tampak lebih oke.

Namun mesti diingat, apa pun keputusan yang diambil menyangkut warisan harus melalui musyawarah. Ini berlaku jika ada anggota keluarga lainnya yang punya hak atas warisan tersebut, misalnya adik atau kakak.

dapat warisan rumah
Bersengketa warisan itu gak keren banget, masak persaudaraan putus gara-gara beginian (Palu Presidium Sidang/Gres News)

Meski kita anak tertua, misalnya, tetap harus membicarakan hal tersebut dengan yang lain. Gak mau dong gara-gara warisan jadi berantem dengan saudara sendiri.

Harus dicari solusi terbaik yang sebisa mungkin disetujui semua pihak. Biar nanti gak ada sengketa di kemudian hari yang malah merugikan semuanya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Salah Memilih Kredit Multiguna Bisa Bikin Rencana Keuanganmu Gagal]

[Baca: Aset-aset yang Bisa Jadi Jaminan untuk Pinjaman ke Bank]

[Baca: 7 Sumber Dana Renovasi Rumah buat yang Ga Punya Tunai Keras]

[Baca: Apa yang Musti Dipertimbangkan dalam Jual Beli Rumah Warisan]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com