4 Hal yang Bisa Dipelajari Entrepreneur dari Spiderman

by akbar 783 views0

Dipelajari Entrepreneur dari Spiderman

Tahu dong sama tokoh superhero Spiderman? Itu lho si manusia laba-laba yang jago manjat gedung. Tokoh superhero berkostum merah itu diciptakan oleh komikus Stan Lee kurang lebih 50 tahun yang lalu. Dan sampai saat ini, kisah Spiderman atau yang kerap disapa Spidey itu udah diceritakan dalam komik, serial televisi, hingga film Hollywood.

Film box office terbarunya yang berjudul “Spider-Man: Home Coming” diproduksi dengan bujet US$ 175 juta, dan laris manis di pasaran. Buat yang tinggal di Jakarta pasti tahu dong, antrean bioskop jadi padat ketika film ini dirilis pada awal Juli 2017.

Jangan salah, film Spiderman isinya bukan cuma hiburan lho. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa kamu dapat lewat nonton film tersebut, terutama bila kamu seorang entrepreneur.

Pelajaran hidup itu tentu bisa memotivasi dirimu agar bisa jadi entrepreneur yang lebih baik. Mau tahu lebih lanjut? Ayo kita bahas satu-persatu.

1. Jangan pernah pamer dan besar kepala

Sebagai seorang superhero, Spiderman gak pernah koar-koar dan menunjukkan jati dirinya kepada publik. Gak pernah tuh dia mengaku dengan gamblang kalau dia adalah Peter Parker. Sebaliknya, dia justru menyembunyikan identitasnya di balik kostum Spidey-nya yang khas.

segelintir orang aja yang tahu kalau Peter Parker itu Spiderman. Bibi May aja gak tau (Spiderman/Fandango)

dipelajari entrepreneur dari spiderman
Cuma segelintir orang aja yang tahu kalau Peter Parker itu Spiderman. Bibi May aja gak tau (Spiderman/Fandango)

Sikap rendah hati Spiderman ini harus ditiru kalau kamu seorang entrepreneur. Jangan gampang pamer dan besar kepala ketika usahamu menanjak sedikit. Tetaplah humble dan rendah hati walaupun usahamu sudah sukses. Toh kamu meraihnya dengan bantuan orang lain, bukan?

Tetaplah fokus untuk melakukan hal-hal hebat lain seperti Spidey. Dan berjuanglah untuk mencari solusi guna membantu masyarakat sekitar, gak cuma mencari untung untuk bisnismu saja.

2. Pilih partner yang tepat

Manusia adalah makhluk sosial, begitu juga kamu dan Spiderman. Kadang ada permasalahan besar yang sulit kita hadapi, namun bila kita punya partner yang tepat, masalah itu bisa teratasi.

Dalam kasus Spiderman, dia akhirnya dipertemukan dengan Tony Stark atau Iron Man yang membantunya untuk menjadi superhero hebat. Seiring berjalannya waktu, Spiderman dan Iron Man pun kemudian menjadi partner dalam melawan kejahatan.

Kostum Spidey yang keren itu juga merupakan hasil kreasi Stark. Dia menyematkan fitur-fitur canggih di kostum Spidey sehingga kostumnya pun gak hanya jadi stylish, tapi juga futuristik dan ampuh untuk melawan musuh.

Dalam dunia bisnis, partner seperti Iron Man ini juga dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Partnernya bisa berupa investor, brand lain, atau mungkin vendor.

Dengan memilih partner yang pas, kamu bisa mengembangkan usaha atau produkmu menjadi lebih baik. Makanya, urusan pilih partner itu gak boleh asal-asalan. Ibaratnya ini sama pentingnya kayak pilih calon istri atau suami.

3. Jangan pernah takut untuk berkompetisi

Dalam dunia bisnis, tentu paham dong sama yang namanya kompetitor. Kompetitor bisa diartikan sebagai pesaing atau lawan bisnismu.

Bisa saja mereka menjual produk yang sama denganmu, atau menciptakan sesuatu yang berpotensi mematikan bisnismu di masa depan. Jangan lantas patah semangat ketika melihat hal ini. Ingat, Spiderman juga punya banyak musuh.

Dalam film “The Amazing Spider-Man 2”, Spiderman berhadapan dengan Electro yang dulu merupakan penggemar beratnya. Spiderman nyaris kewalahan karena Electro memiliki kemampuan mengendalikan kekuatan listrik. Tapi Spidey tak gentar dan berhasil mengalahkan Electro di akhir cerita.

dipelajari entrepreneur dari spiderman
Kalau saja Spiderman cuma ngandalin jaringnya, dia pasti sudah kalah. (Electro/The Verge)

Lewat pertarungan Spiderman dan Electro, salah satu nilai yang kamu dapatkan adalah jangan takut menghadapi lawan. Lawan yang kuat akan memaksamu untuk berpikir lebih cerdas agar kamu bisa memenangkan persaingan tersebut.

Jadikanlah kompetitor sebagai pihak yang memotivasimu untuk menjadi lebih baik. Bila kompetitormu menjual produk yang sama denganmu, ciptakanlah unique selling point yang kiranya bisa menarik minat pelanggan.

4. Semakin hebat, semakin besar pula tanggung jawabnya

“With great power comes great responsibility.”

Masih ingat dengan pernyataan ini? Ya, ini adalah nasihat Ben Parker, paman Spiderman, kepada keponakannya itu sesaat sebelum dia meninggal.

Meski demikian bukan Ben Parker yang pertama kali mengucap frasa ini, melainkan J Hector Fezandie pada tahun 1894.

Frasa itu juga pernah diucapkan mendiang mantan Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman pada pidatonya tahun 1950. Jadi kesimpulannya, frasa ini punya arti yang cukup dalam.

Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia, arti kalimat itu adalah “Dengan kekuatan yang besar, muncul pula tanggung jawab yang besar.” Makna “kekuatan” di sini cukup luas, tapi pastinya bukan kekuatan besar untuk angkat beban seperti kekuatannya Ade Rai ya.

Kekuatan bisa diartikan sebagai kehebatan, jabatan, atau kesuksesan dalam berbisnis. Nah, semakin besar bisnis yang kamu garap, maka semakin besar juga tanggung jawabmu terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

dipelajari entrepreneur dari spiderman
Perhatikan deh wajah Tom Holland pemeran Spiderman yang baru dengan Stan Lee penciptanya Spiderman. Ternyata mirip ya (Tom Holland dan Stan Lee/IMG GUR Marvel)

Sebagai entrepreneur pasti kenal dong dengan istilah corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan? Ini merupakan bentuk balas jasamu kepada lingkungan dan masyarakat atas suksesnya bisnismu.

Salah besar kalau kamu cuek atau malah gak peduli terhadap lingkungan di sekitarmu. Bisnismu juga berkembang karena bantuan lingkungan sekitar, bukan?

Memang gak perlu jadi Spiderman dulu kalau mau jadi orang sukses yang berkontribusi buat kehidupan orang banyak. Cukup contoh saja hal-hal baik yang dilakukan oleh superhero ini.

Ngomong-ngomong, udah nonton filmnya belum?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Lebih Enak Mana Sih, Jadi Pebisnis atau Entrepreneur?]

[Baca: Ini 8 Alasan Buat Para Calon Entrepreneur Biar Jangan Mudah Menyerah]

[Baca: Buat Para Entrepreneur, Simak Nih 3 Rahasia Sukses Berbisnis]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com