4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pakai KTA untuk Usaha

by DuitPintar 1.480 views0

http://3.bp.blogspot.com/-1GX1VT2EuNg/UZwVVCrnzZI/AAAAAAAAA5M/uDUk30Prh9E/s1600/bisnis-modal-dengkul.jpeg

Almarhum Bob Sadino, pernah ditanya orang dalam suatu seminar, “Apa bisnis yang paling prospektif?” Pengusaha sukses yang nyentrik itu menjawab, “Bisnis yang punya prospek ya bisnis yang dibuka, bukan ditanyakan terus!”

Jawaban Om Bob itu begitu mengena. Orang yang bertanya itu mungkin langsung berkata “gubraaak” saat mendengar jawaban Om Bob. Sayangnya, membuka bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan.

Masalah utamanya adalah modal. Namun mimpi menjadi pengusaha semakin mudah terwujud berkat adanya kredit tanpa agunan (KTA). Duit pinjaman dari bank itu bisa kita gunakan untuk membuka usaha baru.

Tapi, KTA tetap lah sebuah utang. Masih banyak orang yang ragu membuka usaha dengan modal KTA karena takut tak bisa melunasi utang tersebut.

Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Bunga KTA memang relatif tinggi. Jangka waktu pelunasan pun relatif pendek, tergantung pada jumlah kredit yang dikabulkan bank.

Apalagi bisnis adalah soal hitung-hitungan cermat plus keberuntungan. Susah juga kan kalau ketika membangun usaha yang tampaknya punya prospek cerah, tapi tiba-tiba ada musibah yang melanda. Apalagi kalau sampai membuat bisnis tak dapat lagi berjalan.

Kalau uang yang berbunga, memang sedap. Tapi kalau utang yang berbunga?
Kalau uang yang berbunga, memang sedap. Tapi kalau utang yang berbunga? (bunga duit/pulsk)

Karena itu, sebelum memutuskan untuk mengambil KTA untuk usaha, kita perlu memperhatikan 4 hal yang akan mempengaruhi bisnis itu serta pembayaran cicilan ke depannya:

1. Peta bisnis

Petakan bisnis kamu, akan melayani pesanan apa saja. Apakah katering khusus pernikahan dan perhelatan besar lain atau juga melayani partai kecil, seperti seminar dan ulang tahun anak. [Baca: Anak Sulung Jokowi Membuka Bisnis dari Pinjaman Bank]

Dengan memetakan bisnis, kamu bisa menghitung perkiraan pemasukan dan pengeluaran. Semakin besar jangkauan layanan, semakin tinggi pula potensi pendapatan. Tapi itu juga menandakan semakin besar pula pengeluaran untuk belanja berbagai macam keperluan katering, seperti bahan makanan.

Karena itu, hitung cermat pengeluaran dan pemasukan. Pastikan laba usaha lebih dari cukup untuk membayar cicilan KTA sekaligus menambah pundi-pundi tabungan.

2. Tren bisnis

Seperti fashion, bisnis juga punya tren. Di Indonesia, pada bulan Muharam jarang ada pernikahan karena masih berkembang kepercayaan bahwa bulan tersebut bukan bulan yang baik untuk menikah bagi umat Islam. Karena itu, bisnis katering bisa jadi sepi peminat saat bulan itu.

Selain tren tahunan itu, ada pula tren lain yang bersifat musiman. Misalnya bisnis penjualan bunga Anthurium yang sempat meledak beberapa tahun lalu tapi kini seakan hilang ditelan bumi.

Dengan memperhatikan tren, kita bisa bersiap mengatur strategi bisnis ketika tren penurunan tiba. Persiapan ini bertujuan memastikan cicilan KTA tetap terbayar sementara usaha jalan terus.

3. Tabungan cadangan

Jangan sampai saldo tabungan berada di jumlah paling minim. Selain bahaya buat bisnis, juga bisa dimarahin sama ATM! :D
Jangan sampai saldo tabungan berada di jumlah paling minim. Selain bahaya buat bisnis, juga bisa dimarahin sama ATM! :D (transaksi ATM/ terbawah)

Terkait dengan kedua faktor di atas, tabungan cadangan mutlak diperlukan untuk berjaga-jaga. Pastikan kamu memiliki tabungan yang cukup untuk membayar cicilan KTA setidaknya selama periode 2 bulan.

Misalnya cicilan KTA per bulan Rp 1 juta. Maka kamu setidaknya memiliki Rp 2 juta di rekening. Duit ini tidak boleh diutak-atik karena menjadi backup saat kesulitan membayar cicilan entah karena bisnis sedang sepi entah terjadi musibah yang tak terprediksi.

4. Disiplin

Selain memperhatikan ketiga hal itu, tentu kita juga wajib memastikan kedisiplinan membayar cicilan KTA. Sanksi keterlambatan membayar KTA bisa berupa penalti dengan nominal cukup tinggi. Belum lagi nama kita sebagai debitur atau peminjam akan jelek di mata Bank Indonesia.

Selain itu, kadang muncul godaan meminjam uang lagi untuk memperbesar usaha tanpa perhitungan yang matang. Peminjaman KTA berulang seperti menumpuk utang.

Kita harus bijak ketika memutuskan akan meminjam uang lagi. Penumpukan utang untuk modal usaha dengan bunga yang relatif tinggi tidak direkomendasikan karena bisa menjerat di kemudian hari ketika bisnis jatuh secara tiba-tiba.

Bank menerapkan prinsip hati-hati yang dinamai 5C ketika memberi kredit, yakni memastikan character (integritas), capacity (arus kas untuk membayar hutang), capital (kekayaan pokok), collateral (aset), and conditions (keseluruhan usaha). Sebagai peminjam, kita pun harus menerapkan prinsip yang sama.

KTA pada prinsipnya menguntungkan peminjam, asalkan digunakan dengan benar. Om Bob juga pernah mengatakan “Bisnis itu hanya modal dengkul. Bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain.”

Pinjam modal ibarat pinjam dengkul orang lain.
Modal dengkul untuk buka usaha. Kalau enggak ada, pinjam orang lain aja dulu! (dengkul/bisnis modal dengkul)

Nah, KTA inilah yang bisa kita pandang sebagai “dengkul orang lain”. Yuk, membuka bisnis dengan KTA!

Masih banyak lagi dari duitpintar.com