5 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Terhadap Bunga Kartu Kredit

by DuitPintar 5.869 views5

bunga kartu kredit

Ketika mengajukan aplikasi kartu kredit, kebanyakan orang hanya berpikir tentang bagaimana menggunakan kartu kredit itu secara pol setelah disetujui. Mereka tak begitu memperhatikan tetek-bengek syarat dan ketentuan penggunaannya, terutama soal bunga.

Kurangnya perhatian terhadap bunga ini berujung pada kesalahan saat menggunakan kartu kredit. Ketika salah, yang rugi tentunya kita sendiri.

Simak 5 kesalahan yang paling sering dilakukan terhadap bunga kartu kredit berikut ini biar tidak merugi:

1. Tidak mengerti cara kerja bunga kartu kredit

Informasi cara kerja bunga kartu kredit suatu bank selalu dikirim ke nasabah bersaman dengan kartu kredit tersebut. Karena itulah banyak yang mengabaikannya, gara-gara sudah gatal ingin menggunakan kartu kredit.

Umumnya bank mengenakan bunga kartu kredit ke kita jika:

– Pembayaran melampaui tanggal jatuh tempo

– Pembayaran minimum atau tidak penuh

– Pembayaran kurang dari minimum

– Tidak melakukan pembayaran

– Adanya transaksi penarikan uang tunai

Kalau tak ingin terbebani bunga dalam tagihan setiap bulan, hindari hal-hal di atas. Semakin sering melakukan hal-hal itu, semakin membengkak tagihan kita.

gambar lembar tagihan kartu kredit
Jangan sampai pusing lihat lembar tagihan ya (Lembar Tagihan / ideexe)

2. Tak memikirkan bunga saat bertransaksi

Tak bisa dimungkiri, pengguna kartu kredit di Indonesia sering melakukan gestun alias gesek tunai. Padahal transaksi ini membuat tagihan kartu kredit bertambah. Tak hanya harus membayar utang dari gesek tunai itu, kita juga wajib melunasi bunga.

Apalagi jika punya kartu kredit lebih dari satu. Saat kartu kredit yang satu limitnya sudah habis, dipakailah kartu kredit kedua untuk gestun. Jadinya, kartu kredit semata-mata digunakan sebagai alat mudah untuk berutang. Padahal manfaat kartu kredit lebih lebih dari itu.

[Baca Infographic: Mengenal Plus Minus Kartu Kredit lewat Gambar]

3. Tak tahu cara menghitung bunga

Menurut surat edaran Bank Indonesia, besar suku bunga kartu kredit bulanan maksimal 2,95 % sedangkan tahunan 35,40 %. Setiap bank pasti menyertakan informasi perhitungan bunga di situsnya. Kita sebagai konsumen harus memperhatikan dengan detail informasi ini agar bisa berhati-hati dalam bertransaksi dan mencegah manipulasi data.

Simulasi penghitungan bunga transaksi kartu kredit:

Budi pada 10 Maret 2015 melakukan transaksi sebesar Rp 1 juta. Tagihan kartu dicetak setiap tanggal 15 dengan jatuh tempo tanggal 25 setiap bulan. Pada 24 Maret, Budi membayar tagihan Rp 700 ribu. Berarti masih ada sisa Rp 300 ribu.

Dengan suku bunga 3 persen, pada tanggal 15 April, Budi dibebani bunga dengan rincian berikut ini:

1. Suku bunga per hari:
Rumus (suku bunga x 12 bulan : jumlah hari setahun)
(3% X 12) : 365= 0,0009863

2. Bunga hingga tanggal pembayaran:
Rumus (nilai transaksi x selisih hari dari tanggal transaksi hingga tanggal pembayaran x suku bunga per hari)
Rp 1.000.000 x 14 hari x 0,0009863 = Rp 13.808,82

3. Bunga setelah tanggal pembayaran hingga tanggal cetak tagihan berikutnya, yaitu tanggal 15 April:
Rumus: (Nilai transaksi – Pembayaran) x (Selisih hari dari tanggal bayar ke tanggal cetak tagihan berikutnya ) x ( suku bunga per hari)
( Rp 1.000.000 – Rp 700.000 ) x ( 22 hari ) x ( 0,0009863)
= Rp 300.000 x 22 x 0.0009863
= Rp 6.509,58

Nah, total bunga yang dibebankan pada tagihan bulan depan adalah
Rp 13.808,82 + Rp 6.509,58
= Rp 20.318,4

Rumus pastinya bisa kita lihat di bank terkait. Jika masih sulit memahaminya, kita bisa menelepon customer service atau datang langsung saja ke bank penerbit kartu kredit kita.

suku bunga bank indonesia
Jangan sampai naik-naik ke puncak gunung ya bunga kartu kredit (Suku Bunga / infomoneter)

4. Tak memperhatikan perubahan suku bunga

Bank sebagai lembaga keuangan yang diatur pemerintah wajib menuruti aturan yang ditetapkan Bank Indonesia. Sebelum keluar surat edaran tentang batas maksimal bunga kartu kredit, bank bebas menentukan bunga sendiri.

Begitu surat edaran itu keluar, bank mau tak mau menurunkan suku bunganya. Yang mendapat untung dari aturan suku bunga itu tentu nasabah kartu kredit.

Itu kasusnya bila suku bunga turun. Bank Indonesia bisa saja menaikkan kembali batas suku bunga ini. Dengan begitu, bank pasti berbondong-bondong ikut meningkatkan suku bunganya.

Jika nasabah mengikuti perkembangan perubahan suku bunga ini, pasti mereka berhati-hati saat menggunakannya untuk bertransaksi. Sebab, mungkin saja bunganya meningkat jauh lebih tinggi daripada suku bunga sekarang.

Nasabah kartu kredit disarankan selalu memperhatikan ketentuan dari bank dan pemerintah ihwal kartu kredit. Gunanya adalah memberikan mereka pengetahuan terutama seputar biaya kartu kredit agar menggunakannya dengan bijak, sehingga tagihan bulanan tak membebani keuangan.

orang dengan banyak kartu kredit
Punya banyak kartu kredit harus hati-hati loh menggunakannya (Kartu Kredit / Tempo)

5. Asal pilih kartu kredit

Antara satu bank dan bank lain punya syarat dan ketentuan yang cukup berbeda dalam soal penerbitan kartu kredit. Ada yang prosesnya gampang dan cepat. Ada pula yang prosesnya lama dan kadang berujung penolakan.

Namun soal proses ini hanya salah satu faktor untuk menentukan bank mana yang akan kita tuju untuk mendapat kartu kredit. Banyak faktor lain yang harus diperhatikan, khususnya soal biaya.

Ada bank yang gampang menerbitkan kartu kredit, tapi bunganya tinggi. Tapi ada pula bank yang sangat berhati-hati untuk menerbitkan kartu kredit namun menetapkan bunga yang lebih rendah. Jadi, pilih mana, cepat dapat kartu kredit tapi bunganya tinggi atau sabar menanti tapi bunganya lebih rendah?

Itulah 5 kesalahan umum seputar bunga kartu kredit yang sering didapati di tengah masyarakat. Kartu kredit sejatinya dibuat untuk mempermudah transaksi sehari-hari. Tapi, jika tak berhati-hati menggunakannya, kartu kredit bisa berbalik menjadi beban keuangan bagi kita dan keluarga.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com