5 Keuntungan Jadi Si “Kutu Loncat” Alias Sering Pindah Kerja

by Tifanny 874 views0

sering pindah kerja

Sering dengar istilah “kutu loncat” kan? Ini bukan binatang kecil yang disebut kutu lalu loncat-loncat ya. “Kutu loncat” di sini adalah seseorang yang gak bisa diam lama di suatu tempat, dalam hal ini soal tempat kerja.

Orang-orang ini bukannya gak setia dan gak punya nilai positif. Banyak di antara mereka yang memang sangat ambisius buat ningkatin karir dan gaji ke level yang lebih tinggi. Sah-sah saja dong!

Di mana positifnya sih jadi “kutu loncat”? Kan gak bisa diandalkan perusahaan! Eits, sabar dulu. Simak nih 5 keuntungan jadi si “kutu loncat” alias karyawan yang hobi pindah kerja.

1. Peluang dapat gaji dan posisi yang lebih baik

sering pindah kerja
Asyiiik dapet uang banyak! Siapa yang gak happy ya, dapet uang banyak! (Muka Bahagia / gcherbs)

Tujuan bekerja kalau bukan buat menghasilkan uang dan jabatan, apa lagi? Ngaku deh kalau kita sering berpindah tempat kerja demi mendapatkan penawaran yang lebih baik. Begitu ada perusahaan yang menawarkan posisi dengan gaji lebih tinggi, pasti langsung pengin kirim lamaran.

Kesempatan gaji dan posisi yang lebih baik memang cenderung lebih sulit diperoleh di tempat kerja yang sudah dilakoni. Ini banyak faktor penyebabnya. Mungkin kas perusahaan sedang gak bagus atau perusahaan sedang ekspansi bisnis, sehingga kenaikan gaji menjadi hal yang dikesampingkan.

Jadi sah-sah saja kalau punya keinginan untuk meningkatkan pendapatan demi memenuhi kebutuhan hidup yang makin tinggi seperti pengin nikah, punya rumah, dan lainnya.

2. Pengalaman banyak, udah cobain berbagai industri

Sering pindah kerja juga berpotensi bikin pengalaman bekerja jadi lebih banyak. Apalagi kalau kecenderungan pindah-pindahnya gak terbatas di satu bidang atau industri aja.

Setiap industri pasti punya tantangannya sendiri, dan inilah yang bakal memperkaya si “kutu loncat” dengan pengalaman kerja yang lebih luas. Jadi banyak ilmu dan wawasan pastinya.

Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? Ini gak bisa diperoleh di bangku sekolah manapun. Pengalaman yang didapat bisa dimanfaatkan di tempat kerja yang baru dan bisa jadi nilai plus buat portofolio kerja.

3. Peluang bekerja sesuai passion lebih luas

sering pindah kerja
Semua yang dilakukan dari hati pasti hasilnya maksimal deh (Passion / markjamnik)

Si “kutu loncat” biasanya akan terus merasa gak puas dan merasa harus mengaktualisasikan diri sesuai dengan passion-nya. Jadi wajar kalau mereka akan terus mencari kesempatan bekerja sesuai dengan passion.

Pekerja yang bekerja sesuai dengan passion cenderung lebih berkembang, baik secara pribadi maupun profesional. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, bukan semata bekerja karena demi digaji untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Bisa jadi kalau bekerja seadanya ya bakalan stuck di situ-situ aja, sementara yang berhasil mengejar karir sesuai passion bakal terus naik dan bersinar.

4. Networking lebih luas

Kesempatan networking yang lebih luas juga jadi salah satu keuntungan yang bisa diperoleh dari seorang “kutu loncat”. Dengan berpindah-pindah kerjaan, mereka punya kesempatan untuk kenal lebih banyak orang dibanding mereka yang loyal bertahan di satu perusahaan dalam waktu yang lama.

Tapi ingat, tentu saja jika mereka bisa menjaga tutur kata dan etika pergaulan ya, sehingga yang diperoleh adalah networking yang baik dan bersih. Gak mau kan dikenal banyak orang karena hal yang gak baik atau kasus misalnya.

Networking luas sudah pasti jadi salah satu faktor penting buat peningkatan karir. Kita gak pernah tahu, siapa yang bisa membantu kita mencapai karir yang lebih baik.

5. Lebih adaptif terhadap lingkungan kerja

Gak pernah mudah ya berada di sebuah lingkungan yang baru. Kita akan merasa sendiri, dan bahkan terkadang terasing. Nah, beda halnya dengan “kutu loncat”. Mereka sudah terbiasa berpindah perusahaan, kemampuan beradaptasinya pasti lebih cepat.

sering pindah kerja
Tebak deh, mana yang berbeda hehehe (kamuflase / petsfans)

Cara mereka berinteraksi dengan orang-orang baru juga pasti lebih luwes. Bagi orang-orang ini, lingkungan kerja baru bukan hal yang harus ditakuti atau dihindari. Justru harus ditaklukkan.

Bertemu, mengenal, dan sempat bekerja bareng banyak orang, bikin “kutu loncat” jadi lihai menyesuaikan dengan tipe-tipe orang yang berbeda.

So, gimana? Sudah paham kan bahwa ternyata menjadi orang yang sering berpindah kerja itu gak selalu negatif. Selama alasannya demi pencapaian yang lebih baik, sah-sah saja kok. Tentu saja gak setiap bulan pindah-pindah ya, minimal setahun sekali masih wajar kok.

Jangan takut dengan tantangan dan perubahan dunia kerja. Selama kita melakukan semua pekerjaan dengan sepenuh hati, komitmen, dan tanggung jawab, ya silakan.

Apa pun yang kita pilih, bersikap loyal di satu perusahaan atau mau terus mencari, itu hak masing-masing. Yang penting, lakukan dengan cara yang baik dan jadilah pekerja yang profesional!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Hey Pencari Kerja Ini Dia Daftar Perusahaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia]

[Baca: Jangan Buru-buru Resign Saat Passion Gak Sejalan dengan Karir Lakukan Ini Dulu]

[Baca: Jadi Pekerja Smart Bukan Semata Kerja Keras Tanpa Hasil]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com