5 Situs Investasi P2P Lending Indonesia buat Para Investor Zaman Now

by Hardian 363 views0

untuk jam 6 blog

Gak cuma transaksi barang atau jasa, sekarang kita bisa investasi secara online. Tapi di sini kita gak bicara soal reksa dana, yang juga bisa ditekuni dengan Internet. Kali ini, kita mau ngomongin investasi P2P lending.

Apa itu investasi P2P lending? P2P adalah singkatan dari peer-to-peer. Secara umum, P2P lending adalah platform digital yang mempertemukan pihak yang membutuhkan pinjaman dengan pemberi pinjaman yang mengharapkan return kompetitif.

Pihak yang butuh pinjaman itu biasanya adalah pengusaha mikro, kecil, atau menengah. Adapun pemberi pinjaman bisa siapa saja, termasuk kita-kita ini sebagai investor individu.

Di Indonesia, setidaknya ada lima situs P2P lending yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bisa kita manfaatkan sebagai lahan investasi. Berikut ini di antaranya:

1. Koinworks

p2p lending
Pastikan situsnya terdaftar di OJK, biar aman (koinworks.com)

Koinworks menyediakan sarana investasi P2P lending dengan bunga efektif mulai dari 18 persen per tahun. Namun bunga ini ditentukan berdasarkan risiko pinjaman, yakni:

A = 15-19 persen
B = 19-24 persen
C = 24-29 persen
D = 29-34 persen
E = 34-38 persen

Nantinya, tim Koinworks menilai profil peminjam sebelum menyalurkan dana investasi yang kita pinjamkan. Bila ternyata risikonya tinggi, dana itu bisa masuk golongan E atau yang paling tinggi bunganya.

Kita pun bisa mendapat return lebih tinggi dari situ. Tapi ya itu, risikonya lebih tinggi.

Namun, Koinworks menyediakan dana proteksi untuk mengurangi dampak kerugian bagi investor. Proteksi ini disesuaikan juga dengan tingkat risiko tadi. Semakin tinggi risikonya, dana proteksi yang diberikan pun semakin kecil.

Investor dapat memilih mau membiayai usaha apa. Bisa bisnis, pendidikan, atau kesehatan. Minimal dana investasi adalah Rp 100.000, tapi ada biaya atas transaksi investasi yang ditentukan oleh pihak Koinworks.

Usia minimal pemberi pinjaman alias pendana adalah 18 tahun. Pengembalian dana pinjaman dilakukan tiap bulan, tapi pendana bisa menarik dana kapan saja.

2. Amartha  

p2p lending
Amartha lumayan aktif berpromosi, datangi gerai buat tanya-tanya (kontan.co.id)

Imbal hasil yang ditawarkan Amartha mencapai 17.5 persen per tahun. Dana awal untuk jadi investor di Amartha adalah Rp 3 juta. Adapun fokus pendanaan adalah pelaku usaha kecil dan menengah.

[Baca: Mau Pinjam Uang Online? Begini Caranya untuk Pilih Lembaga Keuangan yang Tepat]

Di sini tersedia program kerja sama dengan perusahaan penjaminan kredit dan asuransi untuk melindungi investor dari risiko gagal bayar. Artinya, ada biaya tambahan berupa premi saat kita mendapat return.

Pemberi pinjaman bisa memilih mana yang mau dibiayai lengkap dengan profil risikonya. Bahkan kita bisa ikut tim Amartha mendatangi pengusaha yang mau diberi pinjaman saat ada kunjungan yang dilakukan tiap pekan.

Siapa saja yang memiliki rekening di bank bisa mendaftar sebagai investor di Amartha. Dana return bisa ditarik kapan saja, namun return diberikan secara mingguan.

3. Gandeng Tangan

p2p lending
Pakde Jokowi dan Raja Salman juga gandengan tangan buat saling bantu (tribunnews.com)

Return dari P2P lending Gandeng Tangan adalah hingga 12 persen per tahun. Besaran return disesuaikan dengan pertumbuhan usaha mikro yang dipilih untuk didanai.

Minimum dana investasi di Gandeng Tangan adalah Rp 50.000. Namun ada kewajiban deposit awal sebesar Rp 500.000.

Gandeng Tangan punya tim GT-Trust yang terdiri atas warga biasa. Kita pun bisa mendaftar sebagai anggota GT-Trust.

Tim ini bertugas menyeleksi calon penerima dana pinjaman dan berhubungan langsung dengan mereka. Tugas mereka banyak dilakukan di lapangan.

Bagusnya, tak ada biaya apa pun dalam investasi di P2P lending Gandeng Tangan. Dana pembayaran bisa diambil setiap saat, namun angsuran akan diberikan setiap minggu atau dua minggu. Kita bisa pilih sendiri.

Syarat jadi investor di Gandeng Tangan adalah minimal berusia 18 tahun. Baik individu maupun institusi bisa menjadi pendana.

4. Investree

p2p lending
Ketahui orang-orang di balik P2P lending biar gak gelap-gelapan (id.techinasia)

Besaran return investasi di Investree tergantung pada risiko peminjam. Menurut berita yang dimuat di Kontan, pada 2016 rata-rata return investor Investree adalah 17,5 persen.

Setoran minimal di Investree adalah Rp 1 juta untuk pinjaman personal dan Rp 5 juta dengan kelipatan Rp 1 juta buat pembiayaan bisnis. Kita memang bisa memberi pinjaman kepada individu ataupun entitas usaha di sini.

Saat ini tidak ditetapkan biaya apa pun untuk proses transaksi di Investree. Namun dana baru bisa kembali setelah akhir periode pinjaman lengkap dengan bunganya.

Baik warga Indonesia maupun warga asing bisa jadi investor P2P lending di Investree, asal minimal berusia 17 tahun. Investor gak bisa mengetahui profil calon peminjam, semuanya ditentukan oleh tim Investree dengan berbagai pertimbangan.

[Baca: Hari Gini Gak Investasi? Simak Nih 3 Jenis Investasi yang Menguntungkan]

5. Modalku

p2p lending
Modalku sebagai perusahaan fintech cukup ternama dengan sokongan dana investor Singapura (tribunnews.com)

Suku bunga di Modalku berbeda-beda dalam setiap pinjaman. Besaran bunga ditentukan berdasarkan faktor seperti kondisi pasar, pilihan pinjaman yang diberikan, hingga nominal dana yang ditanamkan.

Pastinya tim Modalku akan memberi transparansi dalam hal bunga. Adapun kisaran bunga yang ditampilkan adalah 12-24 persen. Biaya sebesar 3 persen dikenakan atas setiap pengembalian dana yang diberikan peminjam.

Fokus pembiayaan di Modalku adalah pelaku UKM. Namun identitas penerima pinjaman P2P itu tidak diungkap ke investor, kecuali profil dan performa usahanya.

Minimal usia investor P2P lending di Modalku adalah 18 tahun. Ada deposit minimal sebesar Rp 10 juta, namun investasi bisa dilakukan dengan saldo minimum Rp 1 juta.

P2P lending adalah jawaban buat kita-kita yang masih enggan berinvestasi dengan alasan ribet atau gak paham soal investasi di bursa.

Remaja zaman now cocok banget mengawali investasi lewat P2P lending. Terutama di situs yang memberi batasan investasi rendah. Hanya, pastikan situs itu sudah terdaftar di OJK.

Sebab berbeda dengan bank, situs P2P lending bisa dibikin siapa saja karena memang bikin situs itu gampang. Tetap cermat berinvestasi meski semudah apa pun ya.

[Baca: Lindungi Diri dari Investasi Bodong dengan Lakukan 5 Langkah Ini]

Tags: ,

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com