5 Strategi Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Dijamin Ngejauhin Kamu Dari Kata Bangkrut

by 1.787 views0

strategi mengatur keuangan rumah tangga

Perasaan gajian baru kemaren sore, kok pas ngintip saldo rekening bikin hati berdegub kencang. Angkanya tetiba mendekati nol. Waduh, kemana itu duit pergi?

Parahnya, ritual hati deg-degan lihat saldo rekening berulang terus saban bulan. Padahal merasa enggak belanja apa-apa. Setelah dirinci, pengeluaran biasa-biasa aja.

[Baca: Trik Atur Gaji Biar Enggak Gali Lubang Tutup Lubang]

Tagihan listrik, bayaran anak sekolah, bayar premi asuransi, kartu kredit, servis mobil. Tuh, enggak ada yang aneh. Terakhir cuma buka situs-situs belanja online.

Ups! Belanja online? Wah bisa jadi ini biang keroknya. Kegiatan iseng-iseng buka situs belanja online sudah dianggap hal yang biasa. Aktivitas itu tak lagi dianggap sebagai sumber pengeluaran.

Bisa jadi inilah pangkalnya. Aktivitas yang dianggap biasa saja dan bukan dianggap sumber pengeluaran jadi masalah gaji cepat menyusut di saldo rekening.

Ya jelas susutnya cepat. Pakai logika sederhana saja. Pemasukan tetap tapi pengeluaran membludak, ya kempis itu saldo.

Enggak mau kan alami kejadian ini terus-terusan. Buruan diatasi. Caranya? Coba deh strategi mengatur keuangan rumah tangga biar jauh dari virus bokek.

strategi mengatur keuangan rumah tangga
Suka bingung giliran belanja? Berarti kamu belum fokus

1. Belanja pakai emosi

Shopping emang menyenangkan. Sensasinya itu lho. Kata orang-orang gila belanja, shopping itu menurunkan kadar stres. Yang lain bilang shopping itu waktu yang tepat memanjakan diri. Eh, ada yang timpali kalau berat badannya turun drastis gara-gara shopping.

Ini namanya belanja pakai embel-embel emosi. Membiarkan mood buat mendiket keputusan belanja sama saja membiarkan diri jatuh bangkrut.

[Baca: Belanja Impulsif Cuma Bikin Keuangan Jadi Amburadul]

Kalau mau aman, pikirkan dengan jernih sebelum putuskan membeli sesuatu. Jangan beli sesuatu yang sekadar memberikan kesenangan sesaat! Banyak kok kegiatan lain yang menawarkan kesenangan di luar belanja.

2. Hindari koleksi voucher

Voucher sebenarnya perangkap lho! Misalnya di tangan punya voucher makan Rp 100 ribu di restoran A. Yakin cuma pesan menu seharga itu? Belum lagi kalau ada syarat dan ketentuan voucher berlaku dengan transaksi senilai sekian rupiah. Nah lho!

Padahal bisa jadi barang atau jasa yang ditawarkan voucher itu sama sekali tak dibutuhkan. Jauhi juga munculnya rasa bersalah gara-gara tak manfaatkan voucher itu. Belum tentu voucher itu menjamin irit pengeluaran. Yang ada malah duit yang dikeluarkan makin membengkak.

strategi mengatur keuangan rumah tangga
Cek dan ricek dulu voucher yang kamu dapat sampai tulisan terkecilnya

3. Isi dompet dengan uang tunai secukupnya

Kartu kredit di dompet kadang dianggap jadi sumber malapetaka. Padahal bawa selalu bawa duit dalam jumlah banyak juga sama buruknya. Begitu bawa banyak, di otak bakal tertanam pikiran ada duit banyak yang perlu dihabiskan.

Lebih baik bawa duit secukupnya. Ini akan membuat nafsu membelanjakan jadi terkekang. Menghindari kartu kredit juga bukan langkah bijak. Ada baiknya menyusun strategi mengenai kapan bertransaksi pakai uang tunai dan mana yang gesek.

4. Bikin perencanaan

Bikin perencanaan itu sahih hukumnya. Termasuk dalam soal pinjam-meminjam uang di bank. Contohnya saja kamu butuh dana segar buat kebutuhan mendadak dan memutuskan meminjam KTA di bank.

Walaupun segalanya sudah bisa online, jangan asal mengajukan pinjaman saja. Bikin dulu perencanaan matang: berapa tenor yang akan diambil, bagaimana pengeluaran sebulan kalau sudah membayar cicilan, berapa bunga yang paling pas buat kantong, dst.

5. Cerdas berinvestasi, bukan didorong emosi

Berinvestasi adalah cara terbaik mengembangkan uang plus memproteksi aset. Soal itu setuju. Tapi tetap digarisbawahi, tak semua jenis instrumen investasi itu cocok buat semua orang.

[Baca: Manfaat Berinvestasi Itu Lebih Oke Bila Dilakukan Sejak Muda]

Selain itu, memilih investasi yang tepat juga terkait dengan perencanaan dan relevansi dengan kebutuhan. Satu hal lagi, berinvestasi itu sifatnya jangka panjang. Engga ada tuh investasi yang hasilnya didapat dengan instan.

Alhasil, berinvestasi demi mengejar keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu singkat sama saja bunuh diri. Gambling namanya dan itu sudah melibatkan emosi.

strategi mengatur keuangan rumah tangga
Selalu punya target! Jangan sampai hidup cuma ngalir kayak air

Jadi fokus dan komit sama lima hal itu. Bila itu bisa dilakukan, jaminannya kata bangkrut enggak bakal menghantui. Memang sih, butuh disiplin untuk membangun kebiasaan seperti itu.

Tapi worth it kok sama hasilnya. Enggak ada lagi kejadian sport jantung lihat saldo rekening beberapa hari setelah gajian.

CTA Banner Standard Chartered KTA

 

Image credit:

  • https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2016/03/02/46202/663×442-ini-cara-agar-belanja-bulanan-tidak-kalap-160302d.jpg
  • http://blog.traveloka.com/wp-content/uploads/2014/06/lazada-voucher-blog.jpg
  • http://vantros.co.id/web/wp-content/uploads/2014/12/fokus.jpg

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com