6 Pemikiran yang Salah Soal Investasi yang Sering Bikin Kecewa

by Hardian 1.487 views0

Depositphotos_317571116 Pemikiran yang Salah Soal Investasi yang Sering Bikin Kecewa header (1)

Pemikiran yang salah bisa berujung kekecewaan, termasuk dalam soal investasi. Sering dengar cerita soal investor yang stres berat gara-gara rugi besar saat berinvestasi di pasar saham? Ini bukan isapan jempol belaka lho.

Banyak kejadian seperti ini yang mungkin bikin sebagian orang yang mau berinvestasi lantas mundur teratur. Namun tunggu dulu, jangan salah kaprah.

Investasi itu bukan cuma perlu, tapi juga harus dilakukan buat kamu yang ingin naik kelas untuk urusan finansial. Makanya, pahami dulu apa itu investasi sebelum nyemplung, supaya manfaat yang kamu rasakan pun bisa optimal.

Orang yang kecewa atau merasa gagal berinvestasi umumnya mendapati kesalahpahaman akan konsep investasi itu sendiri. Apa saja kesalahan pemikiran yang sering ditemui soal investasi?

1. Investasi sudah pasti untung

Salah besar. Tujuan investasi memang mencari keuntungan, tapi bukan berarti berinvestasi sudah pasti memberikan untung. Banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya berinvestasi di saham perusahaan A, maka potensi keuntungan akan sangat bergantung pada kinerja perusahaan A.

pemikiran yang salah soal investasi
Kalau ada investasi yang gak punya peluang rugi dan untungnya gede, kasih 10 jempol deh (jempolan/GPLAW)

Namun itu saja belum cukup. Ada juga pengaruh tren industri, iklim investasi saham, dan kondisi perekonomian. Kalau kinerja perusahaan baik tapi kondisi ekonomi lesu, bisa jadi nilai sahamnya tetap turun.

2. Semua produk investasi sama

Produk investasi itu banyak macamnya. Ada saham, reksa dana, obligasi, properti, sampai emas. Karakteristik dan strategi investasinya pun berbeda-beda.

Nah, kalau kamu gak tahu perbedaan masing-masing produk, bisa jadi kamu berinvestasi di produk yang salah dan malah rugi. Misalnya mau investasi jangka pendek, tapi milih produk saham.

Ujungnya malah bisa rugi bandar karena pergerakan saham sangat volatil alias mudah berubah-ubah. Saham yang pada pukul 9 pagi meroket bisa tiba-tiba anjlok siang harinya karena berbagai penyebab.

Makanya, produk investasi ini cocok buat investor yang mau investasi dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun) dan gak takut akan risiko tinggi.

Kalau mau investasi dalam jangka pendek, kamu bisa pilih deposito, reksa dana pasar uang, atau reksa dana pendapatan tetap.

3. Investasi reksa dana gak mungkin rugi

Ini juga salah satu pemikiran yang salah yang sering ditemui dalam investasi. Memang produk reksa dana itu relatif lebih aman karena dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli.

 

Tapi jangan salah, bukan berarti produk ini imun dari potensi rugi. Namanya manusia kan pasti juga bisa berbuat salah dong. Begitu halnya dengan manajer investasi.

Makanya sebelum memilih produk reksa dana, cari tahu dan teliti dulu soal track record produk dan manajer investasinya dalam 5 tahun terakhir. Apakah konsisten mencetak return yang stabil?

Selain itu, pilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu. Apakah mau reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang?

4. Memberikan hasil dalam waktu cepat

Investasi itu bukan pohon duit ya. Jangan berharap duit kamu langsung bertambah dua kali lipat dalam semalam. Itu sih mimpi.

pemikiran yang salah soal investasi
Gak ada investasi yang balik modalnya cepat apalagi secepat Superman terbang. (Superman/DCComics)

Imbal hasil atau return yang ditawarkan oleh produk investasi umumnya baru terasa setelah 1 tahun. Semakin besar uang yang kamu tanamkan dan semakin lama kamu berinvestasi, potensi cuan yang kamu dapatkan pun akan semakin besar.

5. Menjual saat harga turun

Kesalahan ini umumnya sering ditemui di pasar saham. Ketika harga saham turun, biasanya banyak investor yang justru panik dan malah menjual sahamnya. Salah nih.

Seharusnya, ketika harga turun, manfaatin buat top-up atau beli saham lagi. Ibaratnya kayak sistem jual-beli aja. Pas harga barang didiskon di mal, kamu pasti buru-buru pengin beli kan?

Nah, anggap saja momen ketika harga saham yang turun itu adalah periode sale. Jadi, harus dimaksimalkan untuk beli lagi sebanyak-banyaknya. Namun tentunya dengan melihat dulu tren kondisi saham tersebut ya.

6. Harus punya modal besar biar untung besar

Siapa bilang diperlukan duit segepok buat jadi investor? Sejumlah produk investasi ditawarkan dengan kemudahan berupa modal minimal, antara lain reksa dana.

pemikiran yang salah soal investasi
Mau berinvestasi bukan berarti harus punya duit banyak dulu (uang/Tribun)

Dengan modal duit Rp 100 ribu aja, kita bisa langsung memegang status investor reksa dana.  Bahkan, kita juga bisa memilih opsi kredit untuk berinvestasi, misalnya dengan beli emas di Pegadaian.

Dari modal kecil ini kita bisa mengembangkan investasi sampai beranak-pinak atau bercucu-cicit. Kuncinya adalah kesabaran dan kecermatan dalam menjalankan investasi.

Kini, berinvestasi semakin mudah kok. Pemerintah pun siap membantu dengan fungsi pengawasan dan peraturan lewat Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

Sebagai investor, jelas kita mesti optimistis. Namun jangan sampai kebablasan dengan pemikiran yang salah soal investasi karena malah hanya berujung kekecewaan. Yuk, bekali diri dengan pengetahuan seputar investasi sebelum tanam duit, biar gak jadi korban salah paham berikutnya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Daripada Menyesal di Usia Kepala 4, Simak dan Terapkan 10 Nasihat Keuangan Berikut]

[Baca: Jangan Takut Investasi Saham, Kalau Bisa Kenapa Nggak]

[Baca: 5 Mitos Investasi yang Salah dan Perlu Diluruskan]

[Baca: Cara Mengelola Uang untuk Investasi buat yang Punya Gaji atau Sekedar Penghasilan Sampingan]

[Baca: Punya Gaji UMR? Gini Caranya Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi]

 

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com