6 Tanda Calon Suamimu Bakal Bikin Ribet Keuangan Rumah Tangga

by akbar 661 views0

keuangan rumah tangga

Dalam fase pacaran, tentu saja wajib buatmu mencari tahu watak dan kepribadian sang calon suami. Selain itu, kamu juga harus tahu seberapa cakap calon suami dalam merencanakan keuangan.

Mungkin sebagian dari kamu ada yang beranggapan kalau “love is blind”. Walau calon suami punya kebiasaan buang-buang duit, tapi kamu tetap menikahinya karena cinta. Ini sih salah kaprah.

Kehidupan rumah tangga itu gak semanis cerita sinetron. Emangnya kalau anak mau sekolah, biayanya bisa datang dari cinta? Makanya, cerdas soal finansial merupakan salah satu kunci pernikahan yang bahagia.

Nah, buat kamu yang mulai serius dengan pacar dan mempertimbangkan untuk menikah dalam waktu dekat, ada baiknya teliti dulu karakter dan kebiasaan calon suamimu. Kalau memiliki 6 tanda di bawah ini, kamu perlu waspada dan berpikir ulang.

1. Gak bisa nabung

keuangan rumah tangga
Nabung susah tapi tiap minggu selalu hura-hura, apa kata dunia?(hura-hura/jcimsfashionshop)

Begitu serius dengan pasangan dan sudah berencana menikah, penting untuk buka-bukaan soal kondisi keuangan. Gak usah malu atau gak enak, karena hal ini penting untuk dibicarakan bersama. Emang menikah gak pakai biaya? Nah, biayanya itu dari mana?

Pasangan kamu bakal dapat nilai plus kalau sudah berani menjamin bahwa dia memiliki simpanan untuk biaya pernikahan. Ini tandanya dia sudah bisa menabung.

Kenapa menabung itu penting? Sebab, ini merupakan langkah awal dalam mencapai kebebasan finansial. Kalau belum bisa menabung, tentu belum bisa melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu memiliki asuransi, dan akhirnya investasi.

Lah wong menabung aja sulit, apa lagi menyisihkan gaji buat bikin asuransi sampai ikut investasi segala?

Kalau pasangan gak bisa nabung, bisa repot kalau sudah menikah nanti. Bisa-bisa rumah tanggamu gak punya dana darurat. Coba bayangkan kalau tiba-tiba rumah kebanjiran atau anak sakit, mau dapat biaya dari mana?

2. Impulsif dalam berbelanja

Walaupun sudah masuk usia siap nikah, pria biasanya tetap punya “mainan” atau hobi yang mereka kejar. Sebagian mungkin masih suka main game, sebagian lagi ada yang suka futsal atau hobi otomotif.

Punya hobi sendiri itu sah-sah aja. Yang bahaya adalah yang gak bisa menahan diri alias impulsif dalam memuaskan hobinya.

Misalnya pacar hobi main basket. Tiap lihat sepatu basket baru di toko online, langsung main beli tanpa pikir panjang. Waduh, ini sih gak bisa bedain mana yang prioritas dan mana yang cuma keinginan semata. Bisa bahaya nanti kalau sudah nikah masih kayak gini. Bisa-bisa biaya sekolah anak ludes dipakai buat beli hal-hal gak penting.

3. Cari utangan setiap akhir bulan

keuangan rumah tangga
halo bebep… abang pinjem duit yah udah bokek nichh (minjem duit/thegaptek)

Kalau tiap akhir bulan sang pacar sering pinjam duit ke kamu lantaran gajinya udah habis, ini pantas bikin kamu khawatir. Apalagi kalau kebiasaan pinjam uang ini juga dia lakukan ke teman-teman dan orangtua.

Ini menandakan kalau calon suamimu gak bisa ngatur duit. Jangankan nabung, buat memenuhi kebutuhan sehari-hari aja masih ngutang. Apa kabar kalau sudah jadi kepala keluarga? Masa masih mau pinjam uang ke orangtua atau teman? Malu dong.

4. Gak bijak menggunakan kartu kredit

Tanda ini paling gampang dilihat. Coba aja diingat-ingat apakah pasanganmu suka asal gesek kartu kredit buat hal-hal yang gak penting? Atau sering tarik tunai karena gaji udah ludes pas tengah bulan? Parahnya lagi, apakah sang pacar gak disiplin bayar tagihan kartu sakti ini?

Kalau semua jawabannya iya, kamu perlu hati-hati. Ini tandanya pacarmu gak paham akan fungsi dan kegunaan kartu kredit.

Kartu kredit itu bukan kartu utang, tapi alat pembayaran. Yang berarti tagihannya perlu dilunasi segera supaya gak kena bunga.

Kalau masih asal-asalan pakai kartu kredit, besar kemungkinannya keuangan rumah tanggamu nanti malah dibebani oleh utang. Gimana mau nyicil beli rumah kalau utang kartu kredit aja masih setia menanti?

5. Punya terlalu banyak cicilan

Bulan lalu, si pacar baru mulai nyicil motor. Kok bulan ini dia ngambil cicilan handphone ya? Terus, apa kabar cicilan laptop 3 bulan lalu? Wah, ini sih namanya gak sadar diri.

Batas wajar utang itu normalnya 30 persen dari penghasilan. Kalau kamu memang sudah serius dengan pasanganmu, gak usah ragu-ragu untuk tanya berapa rasio utang cicilannya dari gaji bulanan. Apalagi kalau kamu lihat dia terlalu sering ngambil cicilan.

Kalau kebiasaan ini masih dibawa-bawa setelah menikah, yang ada keuanganmu nanti bisa “lebih besar pasak daripada tiang”. Rugi bandar!

6. Gaji pas-pasan, gaya hidup bangsawan

keuangan rumah tangga
gaya selangit tapi isi rekening cuma 1 digit, ya wassalam (banyak gaya/keepo)

Tanda yang satu ini juga gampang banget dilihat. Setiap nge-date, apakah pacarmu selalu ngajak ke restoran mewah? Apa tiap malam dia sering hangout dan nongkrong di kafe mahal? Apa dia juga hobi belanja barang bermerek dengan harga selangit?

Kalau calon suamimu pengusaha dengan omzet miliaran sih, ya sudahlah ya. Tapi kalau dia cuma karyawan di perusahaan swasta, ini yang bahaya. Tandanya pasanganmu gak bisa menyesuaikan gaya hidup dengan penghasilan.

Walaupun sang pacar datang dari keluarga kaya raya, ini gak bisa dijadikan jaminan untuk bisa hidup sejahtera ketika sudah menikah nanti. Lagipula, malu dong masih minta sama orangtua ketika sudah punya keluarga sendiri.

Nah, apa yakin setelah menikah dia bisa menurunkan standar gaya hidupnya ini dan  diajak susah bareng-bareng? Kalau gak, ya ujung-ujungnya nanti malah bikin keuangan rumah tangga babak belur. Gimana bisa memenuhi kebutuhan anak, kalau gaji sudah habis untuk membiayai gaya hidupnya yang borju?

Enam tanda di atas bisa kamu jadikan parameter untuk mengukur kecerdasan finansial pasanganmu. Tapi kalau ada di antaranya yang dimiliki oleh pasangan, bukan berarti kamu harus langsung meninggalkannya.

Coba diskusikan dulu dengan kepala dingin, dan ajak dia untuk mulai memperbaiki kebiasaannya mengelola keuangan.

Pada akhirnya, menikah itu melibatkan dua orang, dan dibutuhkan kompromi untuk membuatnya berhasil. Jadi mulailah dengan berdialog soal manajemen keuangan yang lebih baik untuk rumah tangga yang bahagia.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Wahai Para Suami, Bergaul Boleh Tapi Jangan Jadi Bang Toyib dan Tidak Memberi Nafkah]

[Baca: Jangan Jadi Suami Takut Istri Apalagi Kalau Soal Keuangan]

[Baca: Para Suami, Ini 7 Cara Mengatasi Istri yang Boros]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com