7 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Menyewa Jasa Arsitek

by Hardian 725 views0

Menyewa Jasa Arsitek

Berbahagialah mereka yang punya kenalan arsitek. Atau malah mereka sendiri berprofesi sebagai arsitek. Sebab, gak perlu pusing saat akan membangun rumah.

Memang, jasa arsitek gak wajib digunakan saat kita akan membangun rumah. Tapi, rumah adalah investasi, Bung! Kalau dibangun asal-asalan, hasil investasinya juga bakal asal-asalan.

[Baca: Mana yang Lebih Menguntungkan, Investasi Rumah atau Apartemen?]

Selain itu, rumah menjadi tempat bernaung kita dan keluarga. Mestinya kita ingin mendapatkan yang terbaik.

Karena itulah jasa arsitek sebetulnya amat diperlukan saat kita hendak mendirikan rumah. Mereka bisa membantu kita mulai dari memilih material, mendesain rumah, sampai memperkirakan biaya pembangunan.

[Baca: 4 Hal Penting Dalam Membangun Rumah yang Wajib Diperhatikan]

Gak mau dong, sudah bikin anggaran tapi ternyata jebol lantaran salah perhitungan. Meski begitu, kita pun gak bisa asal pakai jasa arsitek.

Bukan mustahil arsitek itu bertindak malpraktik, membuat bujet jebol. Berikut ini 7 hal yang perlu kamu tahu sebelum menyewa jasa arsitek.

Menyewa Jasa Arsitek

1. Tarif arsitek

Biasanya, tarif arsitek bisa dibedakan menjadi menurut:

  • Jam konsultasi
  • Luas bangunan
  • Jenis bangunan
  • Persentase biaya konstruksi

Untuk melihat patokan tarif, kita bisa menghubungi asosiasi profesi arsitek di tempat kita. Umumnya, ada tarif yang disepakati bersama oleh arsitek di organisasi tersebut.

2. Asosiasi arsitek

Berhubungan dengan poin di atas, sebaiknya kita cari arsitek yang tergabung dalam suatu asosiasi resmi. Gunanya, tarifnya lebih transparan.

Selain itu, kalau ada apa-apa, kita bisa mengadu ke asosiasi arsitek tersebut. Asosiasi tentunya akan membantu mencarikan solusi atas masalah yang kita adukan.

3. Revisi

Sebelum pembangunan dimulai, arsitek akan memberikan proposal desain ke kita. Tapi, desain dalam proposal itu gak saklek.

Kita bisa memberikan masukan. Bahkan kita harus memberikannya, karena yang akan tinggal di rumah itu bukan si arsitek.

Selain itu, di tengah jalan bisa saja arsitek merevisi proposal walau sudah disetujui sebelumnya. Tentunya, revisi ini akan dilakukan dengan persetujuan kita.

Menyewa Jasa Arsitek

4. Kontrak kerja

Setelah proposal desain kita setujui, langkah selanjutnya adalah menyetujui kontrak kerja. Dalam perjanjian ini akan diatur berapa biaya arsitek dan hak plus kewajiban masing-masing pihak.

Kontrak ini biasanya disediakan oleh si arsitek. Karena itu, kita mesti mencermatinya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai malas baca, bisa-bisa celaka.

[Baca: Jika Budaya Malas Membaca Tetap Dipelihara, Jangan Mengeluh Jadi ‘Orang yang Tertindas’]

5. Menghubungi kontraktor

Umumnya, arsitek akan mencarikan kontraktor buat pembangunan rumah kita. Sebab, mereka sudah punya jaringan bisnis yang mapan.

Tapi bisa juga kita mencari sendiri kontraktor itu. Kalau dicarikan, terlebih dahulu minta data kontraktor tersebut.

Lihat rekam jejak proyek yang telah dikerjakan dan hasilnya. Jangan lupa juga diskusikan biayanya, siapa tahu kalau sepaket arsitek-kontraktor bisa lebih murah.

6. Selama pembangunan

Meski sudah ditangani kontraktor dan arsitek, bukan lantas kita bisa berpangku tangan menunggu hasil pembangunan. Kita tetap mesti rutin menengok proses pembangunan.

Gunanya, selain memastikan pembangunan berjalan lancar, kita bisa ngobrol dengan tukang di lapangan. Dari obrolan itu bisa kita ketahui soal proses pembangunan, termasuk harga-harga material.

Jadi, kita bisa sekalian cross check data harga material dari arsitek di lapangan. Untuk mengantisipasi mark-up harga.

7. Masa retensi

Kontraktor dan arsitek yang bagus akan memberikan masa retensi seusai pembangunan. Masa retensi sama seperti garansi kalau kita beli gadget.

Umumnya, masa retensi diberikan selama 3 bulan. Garansi ini mencakup atap bocor, tembok retak, engsel rusak, pagar goyang, dan lain-lain. Tanyakan soal masa retensi ini ke arsitek sebelum menandatangani perjanjian.

Itulah 7 hal yang perlu kita tahu sebelum menyewa jasa arsitek. Urusan rumah gak bisa ditangani secara sembarangan.

Mending keluar duit lebih banyak di awal buat bayar jasa arsitek ketimbang kelak menyesal karena rumah gak sesuai dengan keinginan. Tapi, kalau memang dana terbatas, ada lho jasa arsitek gratis.

Jasa ini disediakan oleh pemerintah. Tapi, tentunya kita harus memastikan kualitas arsitek itu dulu sebelum menggunakan jasanya, ya.

[Baca: Asyik, Gak Usah Mahal-Mahal Sewa Arsitek, Kini Sudah Ada Jasa Arsitek Gratis!]

 

Image credit:

  • http://2.bp.blogspot.com/-929rwdNz4Bw/Vgx9xkeJehI/AAAAAAAACms/-JHLr4fAWu4/s1600/CSCDESAIN%2BWALLPAPER%2BARSITEK%2B%25288%2529.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/822023/big/065324900_1425476513-art.jpg

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com