7 Hal Sepele tapi Jadi Bukti Kalau Gak Semua Orang Berduit Pantas Dijadikan Teladan

by Tifanny 606 views0

pantas dijadikan teladan

Attitude alias perilaku seseorang gak berbanding lurus dengan banyaknya materi yang dimiliki atau profesi yang digeluti. Artinya seseorang yang punya jabatan, figur terpandang, dan punya banyak uang bukan jaminan punya perilaku yang baik. Mau contoh?

Coba ingat lagi kejadian di tahun 2004. Saat itu media massa Indonesia, khususnya media infotainment ramai memberitakan seorang komedian terkenal. Komedian ini menembakkan peluru dari pistol miliknya seusai menghadiri pesta ulang tahun anak dari rekan sesama komedian.

Walau setelah dipanggil polisi sang komedian menyatakan itu adalah perbuatan yang gak bertujuan mencelakai siapa pun, pastinya ini bukan contoh yang baik ya.

Gak hanya public figure yang bisa melakukan hal-hal gak baik seperti itu, orang berduit lainnya pun banyak. Pasti kita sering ngelihat langsung contohnya di sarana publik deh.

Nah, coba simak nih 7 hal yang sepele tapi jadi bukti bahwa gak semua orang berduit pantas dijadikan teladan.

1. Ganggu pas nonton bioskop

Banyak kan borju-borju Jakarta yang nonton film di bioskop dan cuma mau yang Premier alias eksklusif. Ya emang notabene harga tiket lebih mahal dari teater biasa.

orang yang menyebalkan
Tonton filmnya, gak usah main HP pas di Bioskop (main HP/Jagat Review)

Lalu karena merasa sudah bayar dua kali lipat dari yang lain, jadi merasa berhak buat melakukan apa yang mereka mau tanpa peduli sekitar. Mulai dari gak mematikan nada dering smartphone-nya lah, mondar-mandir ke kamar kecil tanpa menunduk, hingga meninggalkan bekas-bekas camilan berceceran.

Nah yang kayak gini ini yang gak berpikir kalau perilakunya bisa bikin orang lain gak nyaman dan terganggu. Yang penting diri sendiri happy!

2. Ngobrol di telepon dengan suara keras

Pilihan makan siangnya sih di restoran bintang lima dengan pakaian model terbaru yang harganya selangit. Turunnya juga dari mobil kinclong yang kalau nominal harganya disebut mungkin bisa buat dipakai beli rumah dua tingkat.

Gadget yang dimiliki juga gak kalah mentereng, ya namanya juga pebisnis tulen yang proyeknya gak habis-habis. Tapi semua itu sirna saat terima panggilan telepon dan seenaknya teriak-teriak. Padahal itu kan tempat umum ya. Coba lebih toleransi dong!

3. Menyerobot antrean

Penampilan wajah boleh saja gak kalah cetar layaknya para selebriti Holywood. Dari atas kepala hingga ujung kaki dibalut aksesori bermerek ngetop kelas dunia seperti Gucci, Louis Vitton, dan lainnya.

Semua tampilan memesona tersebut gak sebanding dengan kelakuan yang sukanya main nyerobot antrean. Di mana pun selalu mengambil hak orang lain dengan alasan buru-buru, urusan penting, dan sejenisnya. Ini sering banget kejadian di airport. Duh, malu dong sama dandanan yang mentereng!

pantas dijadikan teladan
Masa kalah sih sama adik-adik yang tertib mengantre ini (Anak-anak TK / ngehits)

4. Membuang sampah sembarangan

Kendaraan yang dinaiki mungkin harganya berkisar miliaran rupiah. Tapi ironisnya, yang punya masih banyak yang gak sadar dan gak peduli sama urusan kebersihan. Dengan seenaknya saat berkendara di jalan, buka jendela lalu membuang bungkus-bungkus sisa makanan alias sampah.

Melempar sampah ala gaya seenak udel kayak gitu bukan hanya gak baik, tapi juga bisa berbahaya lho! Gimana kalau sampah yang dilempar menghalangi pengemudi kendaraan yang lain dan menyebabkan kecelakaan?

5. Membiarkan anak-anak berlarian di tempat umum

Sering kan kamu lihat sekeluarga datang dengan anak-anak dan babysitter makan di restoran atau belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket?

Yang disayangkan, kok membebaskan anak-anak berlarian dan menganggap tempat-tempat tersebut sebagai arena bermain ya? Selain berbahaya bagi keselamatan anak-anak karena bisa terluka, pengunjung lain juga bisa terganggu.

6. Berpesta tanpa tahu aturan

Refreshing melepas penat dari rutinitas dengan liburan sambil berpesta boleh-boleh saja. Apalagi buat para eksekutif muda yang punya karir dan gaji besar. Sering ngadain deh tuh liburan bareng dengan menyewa cottage atau vila mewah dengan segala fasilitasnya.

Tapi bukan berarti bisa bebas bablas ya pesta bareng teman-teman lalu pasang sound system dengan suara menggelegar. Apalagi sampai gak tahu waktu dan mengganggu tamu-tamu lain yang juga menyewa penginapan.

pantas dijadikan teladan
Kalau sudah ngumpul seru sendiri sampai lupa diri deh! (Pesta / detik)

7. Berlama-lama menggunakan toilet umum

Tampilan sudah bak pejabat teras yang punya posisi penting dan pastinya berlebihan materi. Tapi, setiap menggunakan fasilitas umum kayak toilet di mall, berasa kayak di rumah sendiri. Berlama-lama di dalam dan mematut diri di depan cermin dengan peralatan make-up seabrek.

Ya gak terlalu mengganggu kalau toiletnya sedang sepi pengunjung, tapi kalau sedang ramai bahkan mengantre? Saat antrean sudah mengular, sebaiknya tahu diri dan jangan berlama-lama di dalam toilet.

Gunakan seperlunya saja. Pikirkan orang lain yang belum mendapat giliran di luar, jangan egois. Satu lagi nih, jagalah kebersihan toilet umum setelah digunakan.

Perilaku memang gak bisa dikaitkan dengan profesi, materi atau jabatan ya. Kembali lagi ke pribadi individunya masing-masing. Jadi intinya perilaku itu bukan masalah punya uang banyak atau gak.

Selama berada di tempat umum, kita harus menyadari bahwa ada orang lain yang juga punya hak sama. Rumah dan tempat umum pasti berbeda, kalau di rumah bebas, di tempat umum ya musti ada remnya dong.

Intinya, selama kita berada di tempat umum atau menggunakan fasilitas umum, ciptakan kondisi yang nyaman dan kondusif buat semua. Toleransi dan lebih peduli lagi ya sama lingkungan sekitar. Gak mau jadi contoh yang jelek dan jadi orang yang menyebalkan di mata orang lain, kan?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kebiasaan ‘Mahal’ Ini Ternyata Menghambat Kemajuan Keuangan Kamu, Gak Percaya?]

[Baca: Hari Gini Gak Memiliki Sikap Kompetitif Bisa Kegilas Loh]

[Baca:Ini Nih 6 Hal yang Bukan Gak Mungkin Bikin Karir Kamu Hancur]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com