7 Tips Memilih Kontraktor Rumah yang Tepat

by DuitPintar 785 views1

tips memilih kontraktor rumah

Willy siap membangun rumah di atas tanah warisan kakeknya. Di kepalanya sudah terbayang rumah idaman yang berdiri di atas lahan kurang lebih 500 meter persegi. Dari sini, dia lebih nyaman pakai jasa kontraktor ketimbang borongan.

 

Cowok yang jadi manager di sebuah perusahaan alat-alat berat ini condong memanfaatkan jasa kontraktor karena tak mau ambil risiko dengan hasil pembangunan rumahnya nanti. Bukan berarti mengecilkan tukang borongan, tapi lebih faktor nyaman saja.

 

Ada empat alasan yang mendasari keputusan Willy itu.

 

Kontraktor punya skill dan kerjanya lebih terorganisir

Kontraktor adalah pihak yang berpengalaman dalam hal bangunan. Bahkan juga tahu dengan detail setiap pekerjaan termasuk pilihan material yang tepat.

 

Di samping itu, kerja kontraktor lebih terorganisir. Beda dengan pemborong yang siapa saja bisa mengaku-aku. Tak jarang, sulit pula untuk mengukur standar kualitas kerja pemborong.

 

Ketepatan waktu

Ketepatan waktu penting di sini karena molornya pembangunan bisa berarti keluar duit lebih banyak lagi. Kontraktor sendiri dalam bekerja terikat dengan kontrak yang mencantumkan berapa lama pembangunan diselesaikan. Beda dengan borongan yang cenderung mengira-kira saja.

 

Kualitas hasil

Ajak kontraktor survei tanah dulu sebelum dibangun.
Ajak kontraktor lihat tanah yang mau dibangun rumah. Pulangnya, traktir kopi atau bakso.

 

Kontraktor yang baik biasanya akan memberi garansi pengerjaan atas bangunan yang telah diselesaikannya. Dia berani menjamin akan memberikan pengerjaan cuma-cuma jika ada masalah dengan bangunan.

 

Tak perlu selalu mengawasi

Willy sadar betul tak mungkin menongkrongi pekerjaan tukang tiap hari. Misalnya saja harus jadi mandor, beli material, awasi pekerja, dan lain sebagainya.

 

Maka itu, kontraktor dapat membantunya mengambil alih pekerjaan itu karena sudah terlatih. Selain itu, rumah yang dibangunnya seluas 500 meter persegi yang cocok dipegang orang-orang profesional di bidangnya.

 

Itulah kenapa Willy belakangan ini lagi sibuk mencari-cari kontraktor bangunan yang tepat dan punya reputasi. Bagaimana pun dia tak mau asal pilih kontraktor.

 

Berikut ini tips memilih kontraktor rumah yang sesuai dengan harapan?

 

1. Berbadan hukum

Sebaiknya pilih kontraktor yang berbadan hukum, punya kantor jelas, dan surat izin resmi.  Maka itu langkah pertama adalah menanyakan dan memeriksa legalitas kontraktor tersebut.

 

Reputasi kontraktor yang sudah berbadan hukum juga mudah dilacak dari pekerjaan yang sudah ditanganinya.

 

2. Cek hasil kerja

Kontraktor mesti bisa dipercaya sepenuhnya.
Kontraktor mesti bisa dipercaya sepenuhnya.

Cara yang aman menilai hasil kerja kontraktor adalah mendatangi langsung lokasi yang pernah dibangunnya. Jangan mudah percaya pada cerita atau foto-foto bangunan yang disodorkan. Maka itu, luangkan waktu untuk memeriksa hasil pekerjaan kontraktror tersebut.

 

3.Banyak yang merekomendasikan

Mereka yang puas atas hasil kerja kontraktor pasti tak segan-segan memberi rekomendasi. Ada baiknya himpun informasi sebanyak-banyaknya akan sepak terjang kontraktor tersebut.

 

4. Ketahui siapa saja yang terlibat

Kontraktor mungkin tak bisa bekerja sendiri. Kemungkinan besar dia akan melibatkan pihak lain untuk beberapa pekerjaan terntu misalnya interior rumah, dapur, dan sebagainya. Ada baiknya mengetahui dengan siapa saja kontraktor itu bekerjasama.

 

5. Spesialisasi

Spesialisasi di sini maksudnya adalah kontraktor tersebut terbiasa mengerjakan bangunan jenis apa. Misalnya saja berniat bangun rumah bergaya minimalis, maka disarankan pilih kontraktor yang ahli dalam bangunan gaya tersebut. Lain halnya bila berniat bangun rumah gaya gotic, carilah kontraktor yang punya spesialisasi dalam bangunan itu.

 

6. Bersedia terikat dalam kontrak

Kontraktor yang profesional biasanya akan membuatkan kontrak kerja. Isi kontrak kerja merupakan hasil musyawarah antara pemilik rumah dan kontraktor.

 

Agar mudah mengukurnya, usahakan membuat kontrak secara detail, terperinci, lengkap, dan pastinya menguntungkan kedua belah pihak. Selain itu, kontrak itu juga mencantumkan dengan jelas kapan pembangunan dimulai, cakupan biaya, jenis material, dan tahapan pembayaran.

 

Satu lagi, garansi dari kontraktor juga mesti dimasukkan dalam kontrak kerja. Jangan lupa bubuhkan materai biar kekuatan hukumnya makin sip.

 

7.Memberikan garansi

Susun kontrak kerja yang menerangkan detail pekerjaan kontraktor.
Pasal 1, 2, 3, dan seterusnya. Pokoknya just do it, ya pak kontraktor

 

Kontraktor yang baik akan selalu memberi jaminan atas hasil kerjanya. Itulah kenapa mereka siap memberikan garansi atas kualitas hasil kualitas bangunan. Garansi ini bisa berbentuk pengerjaan cuma-cuma jika ada masalah di kemudian hari.


Itulah tips memilih kontraktor rumah yang menjadi pertimbangan Willy. Maklumlah, rumah adalah adalah investasi jangka panjang yang digunakan tidak dalam waktu singkat. Wajar kalau memilih kontraktor itu bukan pekerjaan asal tunjuk saja!

 

 

 

Image credit:

  • http://s853.photobucket.com/user/yizhargama/media/Tanah%20Ceger/IMG_2237.jpg.html
  • http://kontraktorinteriorjakarta.com/wp-content/uploads/2013/04/409580_10151338104404556_802348490_n.jpg
  • http://www.rpmtech.co.id/images/plts/rpm_plts_exp3.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com