8 Cara Hidup Hemat dengan Mengontrol Belanja Impulsif

by Hardian 331 views0

cara hidup hemat

Saat ini kita hidup di zaman serba instan. Mau apa-apa tinggal pencet layar hape, termasuk belanja. Inilah yang sering bikin kita lupa cara hidup hemat.

Padahal segala kemudahan yang rasanya menguntungkan dan mengasyikkan itu juga menyimpan marabahaya lho. Bukan yang mengancam jiwa, tapi dompet kita.

Belanja jadi lebih mudah gak terkontrol alias impulsif tatkala memanfaatkan teknologi Internet. Apalagi jika baru mendapat gaji atau bonus.

Makanya, kita mesti tahu cara mengontrol belanja impulsif. Gak susah kok, asal kita punya niat kuat. Simak cara hidup hemat dengan mengerem belanja impulsif berikut ini

1. Pasang target SMART

Spesifik, terukur, terjangkau, realistis, dan tepat waktu alias specific, measurable, attainable, realistic and timely (SMART) bukanlah target sembarangan. Inilah target menuju kesuksesan.

Caranya simpel saja. Pastikan beli sesuatu sesuai dengan rencana. Cara ini terutama bisa diaplikasikan ketika belanja bulanan. Jangan sampai tergoda membeli sesuatu yang sebelumnya gak direncanakan.

[Baca: Belanja Bulanan Bakal Boncos Kalau Sering Lakukan 4 Kesalahan Ini]

2. Pasang bujetmu

cara hidup hemat
Belanjanya sih enak. Sesudah itu, barulah pusing (hu.stockfresh.com)

Pasang bujet sebelum belanja, sehingga semuanya terukur sesuai dengan kemampuan. Tanpa bujet, kamu bakal buta saat belanja sehingga risiko impulsif ada di depan mata. Bujet harus dicocokkan dengan kebutuhan dan kondisi finansial. Ini adalah salah satu cara hidup hemat yang utama.

Intinya adalah jangan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah saat pasang bujet. Kalau ketinggian, takutnya beli di luar kebutuhan. Sedangkan kalau terlalu rendah, nanti malah gak dapet yang diinginkan atau beli yang kualitasnya jelek.

3. Bawa duit cash saja

Cara mengontrol belanja impulsif yang satu ini terbilang ekstrem. Tapi inilah yang perlu dilakukan kalau gak bisa bertanggung jawab menggunakan kartu sebagai alat bayar, terutama kartu kredit.

Kalau bawa cash, bisa dipaskan dengan harga barang yang akan dibeli. Adapun kalau bawa kartu, bisa-bisa asal gesek karena merasa gak keluar duit pada saat itu.

4. Bekukan kartu kredit

Ini bukan hiperbola. Serius, bekukan kartu kreditmu kalau mau mengontrol belanja impulsif. Bungkus dengan plastik, masukkan ke kontainer berisi air, lalu simpan di freezer. Pasti bakal susah mau ambil dan belanja tanpa rencana.

cara hidup hemat
Bekukan kartu kredit, tapi jangan lupa waktu bikin es teh nanti kecemplung (lifeedited.com)

Saat mau menggunakan kartu kredit itu, harus nunggu cair dulu esnya. Waktu tunggu itu bisa dimanfaatkan untuk berpikir ulang apakah suatu barang perlu dibeli. Cara hidup hemat yang efektif kan?

5. Jaga diri

Saat melihat ada diskon dengan keterangan “besok harga naik”, “barang terbatas”, atau “clearance sale”, dorongan belanja impulsif sering kali muncul. Jangan mudah percaya deh.

Coba perhatikan, diskon itu sering muncul dalam siklus tertentu. Misalnya awal bulan. Jadi, jaga diri, jangan sampai khawatir diskon hilang jika gak segera dibeli. Pikir-pikir dulu semuanya agar pengeluaran gak sia-sia.

6. Berhenti langganan di e-mail

Ini khususnya buat yang mendaftarkan e-mail pribadi ke situs marketplace. Setidaknya 2-3 hari sekali datang e-mail yang menawarkan barang ini-itu dengan harga diskon.

Bila gampang tergiur, sudah. Ujungnya pasti belanja impulsif. Lihat ke diri masing-masing, kira-kira sanggup gak menjaga air liur netes lihat tawaran itu. Kalau gak, klik “unscribe” saja.

[Baca: Banyak Toko Ritel Tutup, Ini 6 Cara Belanja Online Paling Efektif]

7. Hindari diskon

Lha kok diskon malah dihindari? Iya dong, kalau memang gak membutuhkan barang yang didiskon itu. Area diskon di supermarket bisa menjadi penggoda yang tak tertahankan.

Jalan cepet-cepet deh kalau melewati rak atau etalase diskon-diskon yang gak masuk daftar belanjaan. Terlebih bukan jaminan diskon itu mengurangi harga barang. Siapa tahu harga dinaikkan dulu, baru dikorting. Waspada…

8. Minta bantuan

cara hidup hemat
“Ah, iya, itu bagus. Beli aja buat nambah koleksi.” Mending temen yang kayak gini gak diajak belanja deh (businessinsider.sg)

Keberadaan orang lain penting untuk membantumu menerapkan cara hidup hemat yang satu ini. Orang itu bisa siapa saja, dari anggota keluarga, teman, sampai pacar. Bagikan rencana keuanganmu ke orang itu dan mintalah dia menyiapkan “pentung” kalau kamu hendak melewati garis batas.

Ingat, pastikan orang yang kamu mintai bantuan itu tepercaya dan berdedikasi. Kalau orangnya justru suka belanja impulsif, itu namanya jeruk makan jeruk.

Belanja memang merupakan aktivitas yang mengasyikkan. Apalagi belanja di e-commerce. Tanpa harus keluar rumah, kita bisa mengecek harga barang plus diskon yang lagi tersedia. Mau bayar? Tinggal cat-cet-cat-cet, kelar. Tinggal tunggu barang datang.

Tapi segala kemudahan itu bisa membuat terlena. Pastikan punya rencana finansial yang matang agar pos belanja tetap terjaga. Mengontrol belanja impulsif gampang kok. Prinsipnya adalah disiplin dan bertanggung jawab. Niscaya godaan belanja impulsif bisa dijauhkan.

Yuk, terapkan 8 cara hidup hemat di atas dengan menahan godaan untuk belanja impulsif!

[Baca: Era Digital Bisa Bikin Boros Kalau Punya 5 Kebiasaan Ini]

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com