9 Prinsip yang Jadi Pegangan agar Memilih Kartu Kredit dengan Bijak

by DuitPintar 808 views0

memilih kartu kredit dengan bijak

”Cepat kok prosesnya. Cukup fotokopi KTP, sejam kemudian kartu kredit sudah jadi.”

“Kartu kredit ini bebas iuran tahunan jadi enggak terasa berat.”

“Bikin kartu kredit ini dapat cinderamata bagus lho, Pak. Sayang kalau dilewatkan.”

Pasti familiar dengan pernyatan-pernyataan di atas. Ya, biasanya itu jurus agen kartu kredit menawarkan produknya ke banyak orang. Mereka bersemangat mengajak orang untuk bikin kartu kredit. Proses gampang, hadiah cinderamata, sampai iming-iming voucher belanja.

Kenapa mereka bersemangat? Ya karena mereka ingin uang Anda! Bisnis kartu kredit adalah bisnis yang menarik bagi penerbit kartu kredit.

Data BI mencatat, nilai transaksi kartu kredit secara industri (year to date) hingga November 2014 mencapai Rp 229,56 triliun atau hanya tumbuh 2,77% dari posisi akhir 2013 yang mencapai Rp 223,37 triliun.

Lantaran mereka tertarik dengan uang Anda, maka sudah seharusnya Anda yang mendikte mereka. Bukan sebaliknya kartu kredit yang mendikte Anda.

[Baca:Limit Kartu Kredit Itu Asal-Usulnya Darimana Sih?]

Maka itu, peganglah beberapa prinsip di bawah ini agar uang Anda tak mudah tersedot kartu kredit. Pendek kata, memilih kartu kredit dengan bijak sifatnya wajib.

1.Kebiasaan Pengeluaran

Kenali dulu kebiasaan Anda saat berutang. Apakah terbiasa mencicil atau melunasi sekaligus. Ini penting mengingat berutang dengan kartu kredit membawa begitu banyak konsekuensi.

Kartu kredit bukan duit lebih ya
Kartu kredit bukan duit lebih ya (Perempuan Pegang Kartu Kredit / Detik)

Maka itu penting untuk menjawab bagaimana cara Anda menggunakan kartu kredit. Sesering apa menggunakan atau hanya sekadar untuk keadaan darurat saja.

2.Suku bunga

Cek dengan seksama suku bunga kartu kredit. Bank Indonesia sudah mematok tingkat bunga kartu kredit maksimal 2,95% per bulan atau 35,40% per tahun. Batas maksimum suku bunga Kartu Kredit tersebut berlaku baik untuk transaksi pembelanjaan maupun transaksi tarik tunai.

Jika ada yang lewat dari batas itu, laporkan saja karena sudah menyalahi aturan BI. Kartu kredit adalah utang dengan bunga tetap sehingga mudah untuk mendeteksi besaran bunga.

Meski begitu perhatikan aturan mainnya soal bunga ini. Bisa saja ada penerbit kartu kredit memberlakukan kebijakan suku bunga rendah hanya di tahun pertama saja dan tahun berikutnya normal.

[Baca: Sebelum Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit, Wajib Banget Ajukan Pertanyaan Penting Ini]

Sudah jamak diketahui kalau dalam masa promosi, beberapa penerbit kartu kredit menawarkan gratis annual fee atau suku bunga lebih rendah selama jangka waktu tertentu.

3.Limit kartu kredit

Limit kartu kredit bisa jadi alarm stop gesek kartu.
Limit kartu kredit bisa jadi alarm stop gesek kartu (Gila Belanja / okeschool)

Limit kartu kredit adalah batas maksimal Anda bisa menggunakan. Besaran limit kartu kredit dipengaruhi banyak faktor. Sebut saja pendapatan, saldo tabungan, status rumah, maupun rekam jejak utang di bank.

Ketika menggunakan melewati limit kartu kredit maka akan ada biaya tambahan yang dibebankan. Maka itu penting untuk tahu sejak awal berapa besaran limit kartu kredit yang ditawarkan.

4.Denda dan biaya

Perlu diingat, kartu kredit adalah sumber pundi-pundi uang bagi penerbit kartu kredit. Jadi, ukurlah biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit.

[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

Misalnya saja iuran tahunan, biaya materai, biaya cetak tagihan, biaya penarikan uang tunai, biaya premi asuransi, dan lain-lain. 

Dan yang tak ketinggalan adalah biaya atas denda keterlambatan pelunasan tagihan. Tak heran jika pakar perencana keuangan selalu mengimbau agar melunasi seluruh tagihan tanpa sisa.

5.Insentif

Maksimalkan kartu kredit dengan penawarannya yang oke.
Maksimalkan kartu kredit dengan penawarannya yang oke. (Promo Belanja / Koranpromo)

Kartu kredit bukan semata-mata lisensi utang, tapi ada banyak tawaran menarik bagi pemegangnya. Misalnya saja program reward maupun diskon. Iming-iming itu dimaksudkan agar pemegang kartu kredit rajin menggesekkan kartunya.

Carilah kartu kredit yang banyak menawarkan program seperti itu. apalagi kalau ada program rewards bebas iuran tahunan dengan memenuhi syarat jumlah transaksi tertentu.

6.Akses

Carilah kartu kredit yang punya jaringan luas dan bisa diterima di mana saja. Makin luas cakupannya maka makin bonafid kartu kreditnya. Toh, percuma juga punya kartu kredit kalau tak leluasa menggunakan.

7. Layanan

Layanan penerbit kartu kredit juga menjadi pertimbangan. Misalnya saja layanan 24 jam.

Ketersediaan layanan 24 jam ini penting bila sewaktu-waktu ingin mengetahui tagihan, pemblokiran, sampai pengaduan. Selain itu ketahui juga apakah permintaan menaikkan limit kartu kredit bisa dilakukan lewat telepon.

Perhatikan juga sejauh mana fleksibilitas dalam pembayaran tagihan. Apakah ada fitur internet banking, ATM, phone banking, dan lain sebagainya. Layanan itu akan membuat kita leluasa memilih saluran pembayaran tagihan.

8.Keamanan

Proteksi kartu kredit percuma kalau si pemegangnya teledor.
Proteksi kartu kredit percuma kalau si pemegangnya teledor (Mesin EDC / HSBC)

Sudah banyak kasus penyalahgunaan kartu kredit. So, pastikan kartu kredit punya beragam keamanan yang melindungi pemegangnya.

Misalnya saja kartu kredit yang menyertakan foto diri, tanda tangan digital, sampai PIN (personal identification number).

Khusus yang PIN, Bank Indonesia sudah mewajibkan transaksi kartu kredit menggunaan PIN 6 digit. Kebijakan ini sebagai bentuk keamanan transaksi nontunai.

9. Asuransi

Tak ada salahnya memilih kartu kredit yang sudah dilengkapi asuransi. Sebut saja asuransi perjalanan, asuransi pembelian barang, credit shield (asuransi terhadap tagihan kartu kredit) dan lain sebagainya. Tujuan dari asuransi ini selain kenyamanan juga mengalihkan risiko yang timbul akibat pemakaian kartu kredit.

Contohnya jika pemilik kartu kredit meninggal dunia, maka seluruh tagihannya ditanggung perusahaan asuransi. Hal itu termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship (“PMK 124/2008”).

Pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 menyebutkan “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Contoh lainnya kartu kredit yang ada asuransi itu adalah BII Kartu Kredit di mana emegangnya secara otomatis memperoleh perlindungan asuransi kecelakaan hingga Rp1 miliar.

Baca dulu deh term and condition sebelum setuju
Baca dulu deh term and condition sebelum setuju (Kartu Kredit Maskot / bartersauce)

Menentukan kartu kredit bukan sekadar iming-iming dari agen marketingnya, tapi pelajari dengan seksama tawaran dan fasilitasnya. Hal pertama yang dilakukan adalah pelajari term and condition yang tertera dalam formulir aplikasi.

Cek dengan seksama program promosinya sampai kapan berlakunya. Maklum, program promosi selalu disertai syarat dan ketentuan yang berlaku.

[Baca: Kartu Kredit yang Paling Bagus Itu Tergantung Dari Kebiasaan Kita Sendiri]


Yang tak kalah penting, punya kartu kredit akan membawa konsekuensi pada keuangan. Di sisi lain, kartu kredit pun bisa bermanfaat membantu ‘reputasi di dunia perutangan’. Maksudnya, selama kartu kredit digunakan dengan bijak maka bank akan dengan senang hati memberi utang di luar kartu kredit.

 

memilih kartu kredit dengan bijak

 

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com