Agen Asuransi Mobil atau Motor, dari Perusahan Terbaik Sekalipun, Merahasiakan Ini dari Anda

by DuitPintar 4.766 views1

rahasia agen mobil motor thumb

Kadang kita lebih suka menyerahkan urusan asuransi mobil atau motor sama broker atau agen asuransi. Biar tinggal terima beres, begitu kira-kira alasannya. Dengan alasan yang sama pula, kita berharap broker dan agen ini bakal siap membantu saat mengajukan klaim di kemudian hari.

Sebaiknya sikap masa bodoh terhadap urusan asuransi dihapus pelan-pelan. Apalagi, kalau pembayaran premi masih terasa berat. Tentu kita harus tahu benar apa yang kita bayar, dong!

Contoh lah Catur, seorang Asisten Manager di sebuah perusahaan ekspedisi. Gajinya belum tembus dua digit dan belum pernah klaim apapun selama dua tahun menjadi pemegang polis.

“Rasanya kayak bakar duit. Tapi karena saya benar-benar ngerti isi polisnya, dari A sampai Z, saya enggak punya kekhawatiran sama sekali, sih. Beda cerita kalau saya enggak ngerti, dan cuma nurutin janji manis agen atau broker asuransi waktu pertama itu,” curhat-nya.

Setuju sama Catur! Memang sih, keuntungan pakai broker dan agen asuransi adalah dapat dibantu dalam memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan. Terus berasa percaya diri saat ajukan klaim karena bakal didampingi broker atau agen.

Mereka ini dianggap sebagai penyelamat. Dan biasanya karena kita awam sama isi polis yang menjabarkan apa saja yang ditanggung dan mana saja yang tidak.

Cuma, jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi kepada agen atau broker asuransi. Mereka memang paham seluk beluk asuransi di luar kepala. Sayangnya, ada sejumlah informasi yang mereka keep dan tidak dibagi kepada kita.

Kira-kira apa saja itu?

Lebih berpihak ke perusahaan asuransi

Bagaimana pun, agen adalah kepanjangan tangan dari perusahaan asuransi. Mereka dibayar karena berhasil membujuk nasabah membeli produk asuransi dan kemudian meneken perjanjian dalam isi polis asuransi.

Harusnya relasi antara perusahaan asuransi dan nasabah adalah setara karena sama-sama punya kepentingan. Sayang, saat pengajuan klaim kadang yang terjadi agen enggan berpihak ke kita. Justru mereka akan menjadi ‘mata-mata’ untuk menginvestigasi semua klaim yang diajukan.

Klaim yang ditolak

Pihak asuransi pasti akan mengajukan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam isi polis. Sangat jarang ada polis asuransi yang disusun nasabah.

Meski agen atau broker sudah menjelaskan panjang lebar klaim yang bisa diajukan, tapi itu belum menyeluruh. Masih ada informasi yang disimpan, entah untuk mencegah keraguan nasabah, maupun sekedar malas. Mereka baru akan menjelaskan kalau Anda menanyakannya.

Contohnya nih, ada klausul perusahaan asuransi akan menolak mengklaim kerugian jika kehilangan kendaraan dibawa kabur teman. Alasannya, si tertanggung secara sadar menyerahkan kunci kepada temannya itu. Pihak asuransi menganggap kejadian itu sebagai akibat kecerobohan dari si tertanggung.

Begitu pun klaim terhadap aksesori mobil atau motor yang bukan standar pabrikan. Kendaraan yang sudah dimodif kadang kala tak dimasukan dalam cakupan asuransi. Maka itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk meminta kepastian soal aksesori aftermarket ini apakah ikut ditanggung atau tidak.

Besaran premi dan rewards

Agen asuransi tahu persis rumus menghitung premi. Di awal, mungkin dia akan menjelaskan besaran premi asuransi yang harus dibayar untuk sebuah kendaraan bermotor yang menjadi obyek tertanggung.

Berikutnya, dia akan memaparkan hak dan kewajiban dari isi polis. Terakhir, polis asuransi ditandatangani yang berarti perjanjian sudah mengikat kedua belah pihak.

Nasabah menganggap premi asuransi nilainya sudah fix dan tak dapat dinegosiasikan lagi. Padahal tidak demikian.

Nasabah punya hak untuk menegosiasikan besaran premi, tentunya dengan alasan yang kuat. Atau bisa saja saat itu perusahaan asuransi sedang menggelar promo kortingan diskon dalam kurun waktu tertentu, tapi informasi ini ditutupi agen asuransi.

Agen atau broker asuransi juga biasanya enggan buka-bukan soal rewards yang menjadi hak nasabah jika ingin memperpanjang polis asuransi. Padahal, bisa saja ada ketentuan rewards berupa diskon atau pengurangan premi untuk polis tahun berikutnya.

Mereka itu kan bekerja dengan sistem komisi. Jadi, promo dan rewards ini biasanya menjadi senjata terakhir saja. Istilahnya, buat apa jual dengan harga promo kalau nasabah sudah mau tanda tangan? Toh komisi mereka jadi tidak ikut terpotong.

Masa berlaku polis asuransi

Tahunya nasabah adalah membayar premi sebagai kewajiban menjalankan isi polis asuransi. Cuma masalahnya, rajin bayar premi bukan berarti perusahaan asuransi serta merta memperpanjang masa jaminan.

Masalahnya, informasi tentang disetujui atau tidaknya perpanjangan polis hanya diketahui agen atau broker asuransi. Wajar, mengingat mereka adalah ‘orang dalam’ yang punya akses terhadap ‘riwayat nasabah.’ Kadang, mereka menutupi informasi ini dan hanya mau membuka jika ditanyakan nasabah.

Intinya, kritis itu mutlak pentingnya saat berhubungan dengan agen atau broker asuransi. Hindari prinsip terima beres ketika berurusan dengan mereka.

Kita berhak untuk tahu sedetil-detilnya yang termaktub dalam polis asuransi. Misalnya, Anda bisa memberikan beberapa skenario kejadian dan dari situ bisa mengukur hak-hak apa saja yang dijamin sebagai pemegang polis asuransi.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com