Aji Gileee, Masak Bisa Transaksi Kartu Debit Tanpa PIN

by DuitPintar 6.756 views0

kartu debit tanpa pin

Kartu debit tanpa PIN? Apaan tuh? Gini, kalau punya tabungan di bank, pasti familiar sama kartu ATM. Biasanya kartu ATM itu diberikan bersamaan dengan pembukaan rekening. Dengan ramah, customer service-nya bakal jelaskan kalau kartu itu bagian dari produk dan layanan bank.

 

Lalu kartu itu biasanya diberikan dalam amplop bersegel yang sudah sudah disertai PIN (personal identification number). Mbak-mbak CS yang cantik itu mengingatkan agar PIN itu segera diubah dan menjaga kerahasiaan demi keamanan dalam penggunaannya.

 

Nah kartu ATM itu berfungsi sebagai alat transaksi elekronik. Jadi buat tarik dana, setoran, transfer, cek saldo, dan lain-lain, cukup pakai kartu ATM tanpa perlu bantuan teller bank lagi.

 

Di saat bersamaan, kartu ATM juga disebut kartu debit bila dilihat dari penggunaanya. Maksudnya, kalau digunakan di mesin ATM maka kartu itu disebut kartu ATM.

 

Lain halnya kalau digunakan untuk bertransaksi dan berbelanja non tunai menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture). Maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu Debit.

 

Kartu debit memang bisa digunakan pada mesin EDC kartu kredit. Istilahnya Check Card. Cara kerjanya cukup dengan gesekkan kartu dan gunakan tanda tangan atau PIN sebagai otorisasi pengesahan transaksi.

 

Di Indonesia, jaringan EDC kartu debit sementara ini dimiliki Bank BCA. Lain halnya bank lain yang selama ini mengandalkan jaringan EDC kartu kredit.

 

Di sinilah kenapa Bank BCA pede menerapkan PIN. Sementara kartu debit  tanpa PIN rata-rata otorisasi transaksinya dengan tanda tangan mengingat Check Card-nya menggunakan jaringan kartu kredit.

 

[Baca: Pegangan Pilih Kartu Kredit yang Oke]

 

Kartu debit terbitan bank di luar BCA rata-rata memasang logo Visa/Master Electronic yang artinya kartu itu bisa digunakan di jaringan kartu kredit Visa/Master Electronic. Kalau gesek kartu debit jenis ini artinya bisa sebagai kartu kredit tapi uangnya diambil langsung dari saldo, bukan utang.

 

Bank yang menerbitkan kartu debit berlogo Visa/Master itu otomatis tunduk pada aturan main Visa/Master. Kalau aturan otorisasi dengan tanda tangan, ya mereka menerapkannya di Indonesia.

 

Keamanan otorisasi kartu debit

Mungkin cuma 1 banding 1.000 kasir yang mau cocokin tanda tangan
Mungkin cuma 1 banding 1.000 kasir yang mau cocokin tanda tangan

 

 

Lantaran bisa digunakan untuk transaksi, maka  kartu debit itu juga butuh otorisasi. Selain pakai PIN, otorisasi juga dimungkinkan dengan tanda tangan layaknya kartu kredit. Di sini pentingnya otorisasi karena sebagai bukti sah kalau si pengguna adalah pemilik sah dari kartu debit itu.

 

Masalahnya kebijakan otorisasi kartu debit tiap-tiap bank itu berbeda-beda. Sementara ini yang pakai PIN baru BCA. Sedangkan bank lainnya cukup dengan tanda tangan.

 

Dari dua jenis otorisasi itu, jelas PIN paling aman ketimbang tanda tangan. Kenapa? PIN hanya si pemegang kartulah yang tahu dan terjamin kerahasiaannya sepanjang tak diinfokan ke orang lain. Beda dengan tanda tangan yang dapat dipalsukan.

 

Hampir semua kartu debit berlogo Visa/Master Electronic tidak menggunakan PIN saat transaksi debit. Otorisasi hanya lewat tanda tangan dan ironisnya banyak kasir yang mengabaikan verifikasi identitas pemegang kartu debit.

 

Mereka hanya mencocokkan tanda tangan di belakang kartu. Langkah itu tak menjanjikan siapa pemilik sesungguhnya kartu debit tersebut. Apakah dia benar-benar pemilik atau malah kartu colongan.

 

Belum lagi cukup banyak kasus yang dimuat di surat pembaca di media massa tentang saldo nasabah yang tiba-tiba berkurang padahal sama sekali tak bertransaksi via kartu ATM/debit.

 

Inilah yang mendasari Bank Indonesia menerbitkan Surat Edaran No 13/22/DASP/2011 tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number (PIN) pada Kartu ATM dan debet.

 

Rencana semula, ada tiga bank yang jadi proyek percontohan kartu debit dengan PIN sekaligus berteknologi chip ini. Mereka adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (persero) Tbk dan PT Bank Permata Tbk.

 

Sayang, rencana itu molor lantaran sebagian besar bank mengaku tak siap. Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) berdalih perbankan masih meminta penggantian semua kartu ATM/debit itu diperpanjang sampai tahun 2020.

 

Artinya, keamanan kartu debit bakal begini-begini saja sampai lima tahun ke depan. Selain BCA, maka kartu debit terbitan bank lain hanya cukup mengandalkan ‘tanda tangan’ saja sebagai verifikasi dari transaksi yang dilakukan via kartu debit.

 

Kiat amankan kartu debit

Penting nih notifikasi dari bank dari tiap transaksi
Penting nih notifikasi dari bank untuk tiap transaksi

 

 

Tekankan ini, pemilik rekening adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kartu debitnya. Segala bentuk kesalahan, kecerobohan, atau ketidakpedulian atas kartu debitnya, maka tanggung sendiri risikonya.

 

Ingat juga, pihak bank emoh disalahkan atas masalah ini. Lihat saja ada klausul soal tersebut yang menyebutkan bank dibebaskan dari segala tuntutan karena penyalahgunaan kartu ATM/debit.

 

Karena menjaga keamanan kartu debit ada di pundak sendiri, maka apa saja yang bisa kita lakukan?

 

1. Buruan blokir kalau kartu hilang. Kecepatan memblokir sama halnya menjaga aset di rekening tetap utuh.

2. Pastikan tiga angka di belakang kartu (CCV) ditutup dengan stiker agar tak mudah diketahui orang lain.

3. Tanda tangan harus sama dengan identitas lain seperti KTP, SIM, passport, dll

4. Selalu simpan bukti transaksi perbelanjaan lewat mesin EDC sampai tiga bulan ke depan.

5. Sering-sering cek saldo tabungan biar ketahuan kalau ada keganjilan. Caranya bisa:

  • cetak buku tabungan
  • internet banking
  • m-banking
  • sms banking

6. Sisihkan saldo secukupnya saja di kartu debit. Artinya pisahkan rekening untuk kebutuhan sehari-hari yang dilengkapi kartu debit. Sedangkan rekening untuk simpanan tak perlu dibuatkan kartu debit.

7. Lebih baik simpan kartu debit jika tak digunakan

 

Setelah tahu kondisi betapa rentannya kartu debit tanpa PIN kadang bikin paranoid juga yak! Ternyata enggak sepadan dengan gerakan cassless society yang digembor-gemborkan Bank Indonesia.

 

Untungnya kartu kredit sudah diamankan PIN. Dengan begini transaksi dengan kartu kredit lebih aman.

 

Ingat pesan Bang Napi di program berita kriminal stasiun TV swasta di mana kejahatan itu tak terjadi bukan hanya dari niat pelakunya tapi karena ada kesempatan. Nah, langkah paling bijak adalah menutup niat orang lain berbuah jahat terhadap kita dengan menjaga kartu debit semaksimal mungkin.


Keamanan kartu debit bukan hanya di pundak bank saja, tapi juga pemegangnya. Kalau sudah kejadian pembobolan kartu debit yang merugikan secara finansial tak hanya nasabah tapi juga bank karena ini menyangkut citra.

 

 

 

Image credit:

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com