Apa Benar Investasi di Reksa Dana Gak Bakal Pernah Rugi?

by akbar 3.707 views0

investasi di reksa dana

Finansialku

Pernah dengar gak kalau ada produk reksa dana yang gak pernah rugi? Tapi di sisi lain, khususnya di dunia investasi, kamu juga pernah dengar kan istilah “high risk high return, low risk low return”?  

Hal ini memang seringkali masuk akal, tetapi gak selalu benar. Kadang ada investasi yang memberikan risiko tinggi tetapi return-nya tidak sepadan. Sebaliknya ada juga produk investasi yang risiko menengah tetapi ternyata memberikan return yang tinggi.

Kali ini, kita akan coba bahas reksa dana yang katanya sih gak pernah rugi atau memiliki risiko sangat rendah. Risiko yang dimaksud di sini merujuk kepada risiko kerugian investor ya.

Misalnya saja seseorang berinvestasi sebesar Rp 100 juta pada produk reksa dana, maka dia memiliki risiko kehilangan modal sebesar Rp 100 juta. Atau mungkin ada kerugian lain yang berpotensi dialami sang investor.  

Kalau produk-produk investasi yang digunakan di dalam produk reksa dana tersebut berisiko tinggi, maka semakin tinggi pula peluang kehilangan dananya. Ini bisa terjadi jika investasi mengalami kerugian dalam jumlah yang ekstrem.

investasi di reksa dana
makin sktreem resikonya makin asik juga sensasinya, makin tinggi risiko, makin besar keuntungannya (sky diving/ Ekstremsportveko)

Karena yang dimaksud dengan risiko dalam dunia investasi merujuk kepada kerugian, berarti jika ada reksa dana yang gak pernah rugi, reksa dana gak punya risiko dong.

Kenyataannya gak ada investasi yang tidak memiliki risiko. Bahkan investasi yang dianggap paling aman sekalipun, kayak reksa dana, juga punya risiko.

Reksa Dana yang ‘Katanya’ gak Pernah Rugi

Ada 4 macam reksa dana yang biasanya dipasarkan yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Reksa dana yang dianggap memiliki risiko paling rendah secara umum adalah reksa dana pasar uang. Inilah mengapa para investor pemula disarankan untuk memfokuskan investasinya pada reksa dana pasar uang.

Biasanya produk yang terdapat dalam reksa dana pasar uang adalah produk-produk dengan risiko rendah dan return yang umumnya juga rendah. Beberapa produk yang digunakan dalam reksa dana pasar uang adalah Sertifikat Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Pengakuan Utang, dan instrumen obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Tetapi perlu diketahui, ‘berisiko rendah’ artinya bukan gak berisiko. Tetap ada, tapi rendah saja. Mengapa demikian? Mari kita bahas salah satu contohnya.

Misalnya saja sebuah reksa dana pasar uang terdiri dari surat berharga seperti obligasi. Memang obligasi yang digunakan dalam reksa dana pasar uang tergolong berisiko rendah karena jatuh temponya gak lebih dari 1 tahun. Tapi, dalam jangka waktu 1 tahun pun tetap ada risiko gagal bayar. Sementara obligasi tersebut merupakan aset utama dalam investasi reksa dana pasar uang. Jika hal ini terjadi, kamu pasti rugi kan.

investasi di reksa dana
reksa dana pasar uang paling rendah risikonya (uang tunai/tempo)

Kemungkinan kerugian lainnya juga bisa terjadi kalau instrumen pasar uang yang dianggap akan dipegang hingga jatuh tempo ternyata terpaksa dijual karena ada redemption dalam jumlah besar. Dan harga jual instrumen tersebut di bawah harga belinya.

Ini cuma dua contoh dari sekian banyak risiko tidak terduga yang bisa saja terjadi dalam investasi pasar uang.

Contoh Kasus Kerugian Reksa Dana Pasar Uang

Pada 2008 lalu sempat terjadi kondisi dimana reksa dana pasar uang di Indonesia mengalami kerugian. Berikut adalah grafik yang menggambarkan perkembangan nilai salah satu reksa dana pasar uang di Indonesia:

investasi di reksa dana
(Grafik investasi reksa dana pasar uang di Indonesia/Finansialku)

Reksa dana pasar uang ini bukanlah satu-satunya produk reksa dana pasar uang yang mengalami kerugian pada tahun 2008 lho. Beberapa produk reksa dana pasar uang lain juga mengalami hal yang serupa.

Jadi, terbukti kan kalau reksa dana pasar uang juga pernah rugi. Setiap produk investasi, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia selalu memiliki risiko.

Namun, biar bagaimana pun juga investasi tetap penting kan buat kamu. Dan kamu juga harus selalu siap menghadapi risiko kerugian yang melekat dalam setiap produk investasi.

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com