Apa yang Harus Dilakukan Ketika Tiba-Tiba Dapat Duit Rp 1 Miliar?

by Fafa Khalifah 865 views0

dapat duit Rp 1 Miliar

Disodorin gepokan duit Rp 1 miliar di depan mata, apa reaksinya? Mungkin antara hepi sama syok beda tipis. Itulah reaksi tubuh saat tahu ketiban rezeki nomplok yang gak disangka-sangka.

Berikutnya, isi kepala langsung bekerja mencari solusi mau dikemanakan duit dengan nilai fantastis itu. Langsunglah dibuat daftar panjang apa saja yang bisa dilakukan dengan duit Rp 1 miliar.

Yang pertama muncul pasti sifat konsumtif. Kepikiran kalahin mobil tetangga, langsung terbayang-bayang beli BMW, Mercedes, atau Audi.

Bisa pula pindah ke rumah mewah. Tadinya di pinggiran kampung, sekarang ngebet jadi penghuni kawasan elite di pusat kota.

Itu insting alamiah manusia. Ketika punya duit yang kelewat besar, yang dipikirkan bagaimana menghabiskannya.

Di samping sifat konsumtif tadi, insting alamiah lainnya adalah gimana menjaga itu duit tetap awet. Hidup makmur bukan buat hari ini saja. Kalau perlu, seumur hidup ongkang-ongkang kaki aja. Gak perlu lagi banting tulang buat kaya.

Lalu gimana itu bisa terwujud? Mari dilatih insting menjaga Rp 1 miliar tetap awet sepanjang hayat.

Tetap tenang, dan pikirkan dulu

dapat duit Rp 1 miliar
tetap tetang, jangan heboh nanti duitnya habis gak jelas (tenang/huffington post)

Ngaku aja kalau dapat duit tanpa disangka-sangka pasti porsi paniknya lebih gede daripada hepi. Panik muncul karena khawatir duit itu bakal cepat ludes kalau tak dikelola dengan baik.

Langsung roadshow ke bank cari produk investasi. Bisa pula bersafari ke real estate di penjuru kota. Boleh saja, tapi sangat disarankan malah jangan lakukan apa-apa.

Mengapa? Simpel saja. Mengambil keputusan saat kondisi lagi panik cenderung emosional dan jauh dari rasional. Sulit bedakan apakah sedang kena impulsive buying atau rational buying.

Jadi ketika masih merasakan hepi sampai ke ubun-ubun gara-gara dapat rezeki nomplok Rp 1 miliar, jangan dulu ambil keputusan apa pun. Pendeknya, kontrol emosi.

Hitung kebutuhan dasar dan beresi utang

Jangan terlalu semangat berinvestasi sampai lupakan kebutuhan paling dasar, yakni kebutuhan hidup. Sisihkan dulu dari Rp 1 miliar itu untuk kebutuhan hidup setahun. Misalnya saja tiap bulan butuh Rp 10 juta, maka setahun jadi Rp 120 juta.

Ketika kebutuhan hidup sudah aman, baru pikirkan punya utang atau tidak. Ketika ada utang, segera lunasi. Beda kasus kalau utangnya dalam bentuk kredit, ada baiknya sisihkan berapa sisa utangnya. Kalau dilunasi justru malah kena biaya penalti.

Dana darurat

Masa depan itu gak pasti. Sedangkan duit di tangan sudah pasti. So, lebih baik mengantisipasi dengan dana darurat. Duit ini jadi benteng terakhir ketika mengalami musibah yang menggerogoti finansial.

dapat duit rp 1 miliar
Dijadikan dana darurat juga boleh (darurat/US News)

Dana darurat bisa dalam bentuk uang tunai, asuransi, maupun aset berupa emas. Intinya, dana darurat itu sifatnya likuid alias bisa dicairkan sewaktu-waktu dalam kondisi mendesak.

Himpun aset

Istilah kerennya wealth accumulation. Artinya adalah cara membangun aset yang besar agar di kemudian hari aset itu cukup untuk menghidupi atau memberikan pendapatan saat tak bekerja lagi.

Pendek kata, aset itu diperlukan sebagai cara mempertahankan gaya hidup yang berlangsung saat ini. Misalnya saja kebutuhan dana saat pensiun atau tak bekerja nanti sekitar Rp 5 miliar.

Nah, sekarang carilah investasi yang bisa menawarkan hasil yang mencapai angka itu. Tentu saja perhitungkan juga kurun waktu berapa lama hasil itu tercapai. Katakanlah 15 tahun, maka tanamkan sebagian dari Rp 1 miliar itu untuk mendapatkan Rp 5 miliar di masa depan.

Serahkan ke ahlinya

Bagus kalau kepikiran investasi. Duit semiliar itu wajib dijaga biar gak habis hari ini. Investasi adalah jawabannya. Tapi di luar sana begitu banyak instrumen investasi dengan beragam risikonya.

dapat duit Rp 1 miliar
Daripada bingung, minta saja bantuan perencana keuangan (perencana keuangan/career the saurus)

Pusing, ya pasti. Biar gak salah pilih, lebih baik konsultasikan ke ahlinya yang punya sebutan keren “perencana keuangan”. Biarkan mereka yang mengelola duit itu.

Tentu cari perencana keuangan yang sudah punya integritas, pengalaman, dan diakui publik. Lebih bagus lagi kalau mereka punya sertifikasi keahlian macam Certified Financial Planner (CFP) atau Certified Wealth Manager (CWM).

Biarkan keilmuan mereka yang bekerja untuk menyusun portofolio investasi yang cocok. Langkah ini pas bagi mereka yang awam. Setidaknya cara berkonsultasi dengan ahlinya bisa menekan risiko ketika salah mengambil keputusan berinvestasi.

Tentu ada fee yang mesti dibayarkan. Tapi besaran fee itu entenglah dengan duit Rp 1 miliar di tangan.

Nah, semoga bisa menambah pengetahuan baru. Ketika dapat rezeki nomplok tiba-tiba, entah dari hasil  gusuran tanah atau sayembara, sudah tahu apa saja yang mesti dilakukan.

Lagi pula pengetahuan ini gak cuma berlaku saat dapat Rp 1 miliar saja, tapi bisa juga saat dapat bonus dari kantor. Selamat mencoba!

 

 

Artikel terkait:

[Baca: Ketahui Manfaat Investasi yang terhadap Kehidupan Finansial]

[Baca: Cara Cepat Kaya Mumpung Masih Muda]

[Baca: Ada Dana Nganggur, Enaknya Pilih Reksa Dana, Unitlink, atau Deposito?]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com