Apakah Saya Bisa Beli Rumah Sekarang? Yuk Jawab Pertanyaannya Bareng-bareng

by Hardian 5.364 views0

beli rumah sekarang t

“Tinggal di mana habis nikah?” Pertanyaan ini terdengar ngeri-ngeri sedap saat ditanyakan ke pengantin baru, terutama mempelai pria.

Memiliki rumah sendiri tentunya menjadi idaman. Namun, gak semua orang bisa langsung tinggal di rumah sendiri setelah menikah.

Tinggal di rumah orang tua sering menjadi pilihan. Ada juga yang hidup di kontrakan. Apakah itu salah? Sama sekali gak.

Namun kerap kali hidup menumpang seperti itu menjadi beban. Padahal gak selalu masalah finansial yang bikin pengantin baru memilih masih tinggal di rumah orang tua.

Orang tua tinggal sendirian, misalnya. Ketimbang beli rumah sendiri, mending dananya diolah jadi investasi sembari menemani orang tua di rumahnya.

Tapi gimana kalau memang finansial yang seret masalahnya? Sampai kapan harus hidup menumpang?

Gak usah bersedih gitu. Tiap orang bisa membeli rumah, asal tahu caranya. Apalagi pemerintah sudah punya program subsidi untuk membantu mereka yang punya gaji pas-pasan.

[Baca: Daripada Kontrak Rumah Terus, Mulai Berani Ambil Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi Yuk!]

Yang menjadi soal adalah kapankah waktu yang tepat untuk membeli rumah? Terpenuhinya jumlah minimal uang muka bukan satu-satunya faktor penentu.

Sebab, bisa saja hari ini kita mampu bayar lunas down payment. Tapi lalu cicilannya seret. Sampai akhirnya malah utang gak terbayar, dan rumah diambil oleh bank.

Karena itu, ada setidaknya 3 pertanyaan yang mesti kita jawab untuk tahu, “Apakah saya bisa beli rumah sekarang?”

beli rumah sekarang
Sudah punya uang muka? Oke bagus. Sudah siap mencicil? Paling sebentar 15 tahun lho

 

1. Uang muka siap?

Di Indonesia, aturan uang muka kredit rumah bisa berubah. Yang terakhir, minimal DP ditetapkan 20%. Jadi, siap-gaknya uang muka ditetapkan dari target harga rumah yang akan dibeli.

Dengan demikian, kita mesti melihat pemasukan per bulan. Realistis. Jika memang gak memungkinkan, jangan sampai memaksakan diri beli rumah di luar jangkauan.

DP sih kecil, bahkan bisa diangsur. Tapi cicilan per bulannya bisa bikin dapur berhenti mengepul gara-gara sebagian besar gaji tersita untuk bayar kredit rumah.

Bahkan kalau bisa sediakan DP lebih dari 20 persen. Sebab, dengan DP lebih besar, artinya cicilan kredit per bulan akan lebih ringan dan tenor lebih singkat.

[Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

 

2. Bisa atur keuangan?

Beli rumah lewat kredit menimbulkan tanggung jawab yang besar. Apalagi jika masa kreditnya panjang, 25 tahun misalnya.

Soalnya, kita gak bisa tahu apa yang bakal terjadi dalam 25 tahun ke depan. Mungkin saja terjadi musibah di kemudian hari yang mengganggu kondisi finansial. Tapi bisa juga ada rezeki nomplok.

[Baca: Gini Nih Cara Memanfaatkan Rezeki Nomplok Biar Gak Mubazir]

Itu sebabnya, pengaturan keuangan sangatlah penting untuk memastikan kredit lunas tepat waktu. Kalau masih belum punya rancangan anggaran per bulan, segeralah bikin. Tapi gak hanya bikin, patuhi rencana itu biar gak bocor.

beli rumah sekarang
Punya rumah sendiri juga berarti menanggung semua biaya maintenance

 

3. Siap punya rumah sendiri?

Rumah sendiri pastinya beda dengan rumah orang tua, apalagi kontrakan. Tinggal di rumah sendiri, artinya ada kewajiban untuk merawatnya sebaik mungkin.

Sebab, rumah adalah aset sekaligus barang investasi. Rumah yang kita beli seharga Rp 300 jutaan dalam beberapa tahun ke depan bisa saja menjadi Rp 350 juta atau lebih, asal lokasinya strategis dan dirawat.

Artinya, punya rumah sendiri bukan hanya soal kepuasan pribadi. Dari kepuasan itu timbul juga biaya rupa-rupa untuk menjaganya.

Perhitungkan biaya seperti listrik, telepon, hingga renovasi bagian rumah. Yang gak kalah penting: furnitur. Setelah beli rumah, masak tinggal di rumah kosongan?

Beli rumah memang gak bisa dilakukan sembarangan. Jadi, bukan masalah kalau masih menunda beli rumah sendiri. Ketimbang memaksakan diri hasilnya malah bikin rugi?

 

 

Image credit:

  • http://cdn-2.tstatic.net/manado/foto/bank/images/perumahan-rumah-beli-kredit.jpg
  • http://www.sayangi.com/media/k2/items/cache/118ea59aa06243fec66b9ea845d5da6f_XL.jpg

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com