Aplikasi Kredit Sering Ditolak? Coba Cek Status Blacklist BI Kamu

by DuitPintar 7.858 views6

Cek status blacklist BI

“Eh, katanya kita enggak bisa ngurus BI Checking sendiri yak?”

Cuapan Nona itu mendadak membuat raut wajah Ike dan Susan berubah. Terlihat jelas dua wanita karir itu seperti sedang berpikir keras. Tanpa diperintah, keduanya kompak menyeruput Ice Black Coffee Starbucks di depannya.

“Kata siapa enggak bisa,” tukas Susan balik bertanya setelah ujung sedotan lepas dari bibirnya.

”Yang ngomong itu marketing perumahan,” balas Nona tak kalah cepat.

“Salah besar tuh. Bohong sist kalau ada yang nakut-nakutin enggak bisa melakukan BI Checking sendiri.” Kali ini Ike yang menimpali.

Nona mengaku lagi tanya-tanya soal BI Checking karena sedang ingin mengurus fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Maklumlah, Nona pernah nunggak kartu kredit sampai 10 bulan sekitar empat tahun lalu. Meski sudah diselesaikan baik-baik dan dilunasi, tapi dia takut bakal jadi masalah saat mau ambil KPR.

Maka dia pengen tahu riwayat kreditnya biar sejarah kartu kreditnya yang sempat bermasalah itu masih ada atau sudah selesai. Kalau masih ada masalahnya, Nona ingin mengurus itu dulu ke bank.

Begitu rencana Nona sebelum menyerahkan booking fee yang diminta developer. ”Booking fee bisa hangus kalau ternyata aplikasi KPR ditolak bank gara-gara masuk daftar BI Checking. Sayang kan duitnya. Mending dibeliin gaun Bebe atau beli tas branded di Plaza Senayan,” jelas Nona.

Lagi-lagi Ike dan Susan kompakkan anggukan kepala. Mereka setuju banget strategi Nona. Bener juga sih, daripada duit booking fee melayang kan mending buat shopping.

Kadang ngerumpi bisa jadi tempat tanya-tanya soal keuangan,
Ngupi-ngupi bukan cuma sekedar ajang ngerumpi. Tapi juga bisa jadi tempat tanya-tanya soal keuangan. Setuju ga? (ngopi/Tata Motors)

Eh sebentar, apa sih BI Checking? Sebenarnya itu istilah lain dari Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. Cuma Bank Indonesia saja yang menerbitkan data-data ini. Disebut BI Checking karena yang berkepentingan sama data itu adalah debitur.

Intinya, IDI Historis atau BI Checing itu semacam rapor baik atau buruknya riwayat kredit seorang nasabah. Adanya raport itu diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No: 9/14/PBI/2007 Tentang Sistem Informasi Debitur.

Ike menyarankan agar Nona mendapatkan data-data itu lewat cara online. Selain lebih praktis, cara itu juga enggak bakalan membatalkan niat mereka berakhir pekan di pinggiran pantai Anyer. ”Lewat online saja. Gampang kok. Jangan sampai gara-gara ngurus BI Checking bikin planning kita berantakan minggu depan.”

Tahapan dapatkan hasil BI Checking

1. Akses situs Bank Indonesia

2. Isi formulir online dengan data-data yang benar dan klik kirim form. BI nanti akan mengirim email konfirmasi. Maka penting untuk mencantumkan alamat email yang valid.

3. Lamanya balasan dari BI tak bisa dipastikan. Bisa beberapa hari atau sepekan.

4. Berdasarkan email konfirmasi dari BI bakal diketahui apakah tercatat dalam IDI Historis atau tidak terdaftar. Kalau terdaftar mesti ambil hardcopy-nya ke Gerai Info Bank Indonesia terdekat.

Luangkan waktu ke gerai info BI buat dapatkan ID Historis
Enak yang kantornya dekat dengan gedung Bank Indonesia. Tapi macetnya itu loh… Jakarta oh Jakarta.. (Bank Indonesia/Berita Ekonomi)

5. . Mengambilnya mesti bawa print out email konfirmasi dari BI dan identitas diri seperti KTP, SIM, atau paspor.

6. Pengambilannya hanya boleh dikuasakan kepada suami, orangtua, anak dengan melampirkan surat kuasa bermaterai plus salinan kartu keluarga (KK).

7. Di mana lokasinya? Lihat alamat di bawah ini

Gerai Info Bank Indonesia. Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara (Gedung B)
Komplek Perkantoran Bank Indonesia
Jl. MH. Thamrin No.2. Jakarta Pusat
Pada hari kerja, Pukul 08.30 s.d. 15:00 WIB (Istirahat 11:00 s.d. 13.00)

Sedangkan untuk kantor Bank Indonesia setempat di kotamu, musti cek langsung ke situs resmi BI yang sesuai dengan area kediaman.

Informasi debitur tersebut juga dapat diketahui pula pada:

– Kantor Bank Indonesia (Kelompok Kajian, Survey dan Statistik atau Tim Pengawasan Bank) provinsi setempat seraya membawa print out dari e-mail BI.

– Bank/BPR/Lembaga Keuangan yang memberikan fasilitas kredit sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Untuk Bank/BPR/Lembaga Keuangan tanpa harus disertai print out dari e-mail Bank Indonesia ini).

Baca data di BI Checking

“Formulir BI Checking itu berisi tabel-tabel kayak program Microsoft Excel deh. Tapi gampang kok bacanya. Perhatiin aja di kolom Kolek & Tunggakan.” Terang Ike tanpa diminta.

Dia tambahkan lagi di kolom Kolek & Tunggakan itu berisi riwayat kredit nasabah. Di situ ada durasi keterlambatan tunggakan yang belum dibayar yang dinilai dengan skoring dalam skala 1-5.

Makin kecil nilai skoringnya berarti makin bagus. Sebaliknya kalau angka skoringnya makin besar artinya buruk. Misalnya kalau telatnya dalam hitungan hari dan kemudian dibayar dapat skor 2. Kalau tak ada tunggakan maka skornya 1.

“Data ini sifatnya rahasia. Makanya yang bisa mengambil mesti ada hubungan keluarga. Lebih bagus kamu sendiri

yang ambil Non,” kata Ike.

Data ID Historis sifatnya rahasia banget
Data ID Historis sifatnya rahasia banget nget nget… (dokumen rahasia/Indonesia Review)

Nona benar-benar menyimak penjelasan sohibnya sejak SMA itu. ”Gampang yak ternyata. Kirain njelimet dan susah.” Tukas Nona.

Lewat BI Checking bisa mengetahui apakah Bank Indonesia memasukkan seseorang nasabah dalam daftar hitam debitur. Selain itu, informasi ini biasanya digunakan para analisis kredit bank atau lembaga keuangan untuk menentukan apakah seseorang debitur layak diberikan pinjaman atau tidak.

Terakhir, kalau merasa aplikasi kredit ditolak terus meski syarat sudah komplet semua, coba cek ID Historis. Siapa tahu dari situ mengingatkan pernah bermasalah sama kredit. Walaupun kreditnya tak ke bank, katakanlah perusahaan leasing saat kredit kendaraan, tetap terdeteksi BI.

So, jangan buru-buru mencak-mencak kalau pinjaman ditolak. Siapa tahu belum cek status blacklist BI.

[Baca: Cara keluar dari  daftar hitam BI ]

 

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com