Asuransi Motor All Risk Pas untuk Tunggangan yang Harganya Puluhan Juta ke Atas

by DuitPintar 2.518 views2

Asuransi Motor All Risk

Semahal apa pun sepeda motor gak bisa lepas dengan yang namanya ancaman kriminalitas. Biarpun tingkat keamanannya canggih, kalau sudah berhadapan dengan pencoleng yang punya banyak akal ya wasalam.

Dulu pencuri motor biasanya beraksi dengan bekal kunci letter-T doang. Sekarang banyak berita bersliweran di media penjahat itu menggunakan “cairan setan”. Namanya saja sudah seram begitu.

Cairan setan adalah cairan kimia yang bisa meleburkan gembok baja hanya dalam hitungan detik! Jadi gembok di sana-sini dan lubang kunci kontak sudah tertutup bukan jaminan bahwa motor sudah aman. Cukup sekali-dua kali tetes, bablas itu motor kesayangan.

Belum lagi begal di jalanan. Perampas motor itu bahkan gak segan-segan membunuh korbannya bila melawan. [Baca: Tips Menghadapi Begal Motor yang Beringas]

Selain penjahat, motor kesayangan juga bisa celaka di jalan. Apalagi kalau kita hidup di kota besar kayak Jakarta yang jumlah sepeda motornya bejibun. Walau sudah berhati-hati di jalan, tetap saja risiko terserempet kendaraan lain itu ada, bahkan besar.

Karena adanya risiko-risiko itulah muncul layanan asuransi motor all risk. Layanan ini lebih menyasar sepeda motor berharga relatif mahal, minimal Rp 30 juta.

Contohnya ya motor Honda CBR terbaru, Kawasaki Ninja dan tunggangan-tunggangan 250 cc ke atas. Atau malah kamu punya motor gede alias moge Harley-Davidson dan semacamnya, bisa gawat kalau tak ada asuransi all risk.

Manfaat Asuransi All Risk

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Motor mahal sebaiknya diasuransikan untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan (motor Yamaha/Motobikers)

 

Secara umum sebenarnya ada dua macam asuransi kendaraan, yaitu all risk dan total loss only. Kalau total loss only, kerugian ditanggung perusahaan asuransi hanya jika motornya hilang. [Baca: Salah Deh Kalau Kamu Pikir Asuransi Motor Itu Mahal dan Cuma Jadi Beban]

Sedangkan manfaat asuransi all risk lebih banyak, antara lain menanggung kerugian akibat:

1. Perbuatan jahat orang lain

2. Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terperosok

3. Pencurian termasuk pencurian yang didahului atau disertai dengan kekerasan atau ancaman

4. Kebakaran akibat sambaran petir

Lantaran manfaat asuransi all risk lebih banyak ketimbang total loss only, otomatis duit preminya pun lebih besar. Tapi gak perlu khawatir. Besarnya premi ini dibuat sesuai dengan risiko yang kita hadapi jika tak mengasuransikan sepeda motor.

Simulasi Klaim Asuransi Motor All Risk

Untuk melihat lebih jelas bagaimana asuransi all risk bekerja, simak simulasinya di bawah ini. Kita ambil contoh kasus rusaknya sepeda motor CBR 250r seharga Rp 47.000.000 milik Reno. Motor itu rusak akibat tertabrak pengendara mobil yang ugal-ugalan.

Sebelum terjadi kecelakaan itu, Reno sudah mengasuransikan sepeda motornya dengan membayar premi Rp 2.135.000 untuk proteksi selama setahun. Angka itu didapat dari:

Suku bunga (%) x harga on the road motor + biaya administrasi (hanya dibayar sekali)
4,5 % x Rp 47.000.000 + Rp 20.000 = Rp 2.135.000

Pikir Reno, “Ah, beli motor 47juta aja gw mampu, masak bayar premi 2juta setahun ga mau. Setahun loh, bukan sebulan!”

 

kecelakaan cbr
Motor bagus-bagus kalau terlibat kecelakaan parah dan rusak berat jadi ga ada nilainya (kecelakaan CBR/Aris Pit Stop)

Dalam kecelakaan itu, motor sport Reno rusak berat. Biaya total kerusakannya mencapai lebih dari Rp 5 juta karena biaya suku cadangnya yang mahal karena harus impor. Tapi, karena motor itu sudah diasuransikan, Reno cukup membayar Rp 300 ribu untuk mendapatkan perbaikan.

Uang Rp 300 ribu itu dibayarkan sebagai biaya risiko atas klaim asuransi. Biaya risiko adalah biaya yang harus dibayar untuk mengajukan klaim yang diatur di dalam polis. Menurut surat edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor SE-06/D.05/2013, besar biaya risiko asuransi kendaraan bermotor all risk sebesar Rp 300.000. Sedangkan asuransi total loss only Rp 500.000.

Besarnya biaya risiko dalam suatu klaim bergantung pada jumlah kejadian kecelakaan. Misalnya motor Reno rusak di bagian bodi dalam suatu kecelakaan dan bagian lampu dalam kecelakaan lain. Nah, berarti dia harus membayar 2 X Rp 300 ribu= Rp 600 ribu.

Biaya Rp 300 ribu pertama untuk klaim kerusakan bodi. Sedangkan Rp 300 ribu kedua untuk bagian lampu. Dalam kasus Reno di atas, dia langsung mengajukan klaim setelah kecelakaan, jadi dihitung 1 kejadian.

Prosedur pengajuan klaim kerusakan motor ini berbeda-beda tergantung pada aturan masing-masing perusahaan. Umumnya pemilik polis asuransi all risk diwajibkan:

1. Melapor ke perusahaan asuransi maksimal 3 x 24 jam setelah kejadian.

2. Membawa motor ke bengkel yang ditunjuk perusahaan untuk dibuatkan estimasi biaya perbaikan. Bengkel akan melaporkan biaya itu ke perusahaan asuransi.

3. Menunggu konfirmasi perusahaan asuransi untuk mendapat perbaikan.

Setelah motor selesai diperbaiki, perusahaan asuransi akan membayar biaya perbaikan ke bengkel. Setelah itu, baru deh bisa dibawa pulang motor yang kembali tampil gres.

kecelakaan
Manfaat asuransi all risk sangat besar kalau motor rusak berat akibat kecekalaan (kecelakaan motor/Cloudfront)

Lumayan kan manfaat asuransi motor all risk? Tapi harus diperhatikan bahwa ada kejadian-kejadian yang tak ditanggung pihak asuransi, seperti bencana alam.

Karena itu, pastikan membaca polis asuransi dengan cermat agar memahaminya secara menyeluruh. [Baca: Pahami Polis Standar Kendaraan Bermotor Indonesia Agar Klaim Tidak Ditolak]

Sayangnya, kebanyakan perusahaan kini hanya menawarkan asuransi total loss only. Namun demikian, baik all risk maupun total loss only bisa dipilih sesuai dengan spesifikasi motor kesayangan. Daripada motor kenapa-kenapa, kita malah bisa rugi berlipat-lipat kalau tanpa asuransi.

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com