Asuransi Perjalanan Syarat Visa Schengen, Mana yang Terbaik?

by Hardian 717 views0

Syarat Visa Schengen (1)

Siapa yang gak mau pelesir ke Eropa? Selfie di depan Menara Eiffel, naik gondola di Venezia, sepedaan di Amsterdam.

Pastinya cihuy. Kalau kamu termasuk yang sedang berencana bepergian ke Eropa, tulisan ini mesti dibaca tuntas. Sebab, syarat bepergian ke Eropa lumayan berat.

Kalau sudah pernah main-main ke Negeri Jiran, itu modal yang bagus. Paling gak paspor gak kosong melompong. Namun dengan paspor yang masih kosong pun kita bisa saja tamasya ke Eropa.

Yang penting, lengkapi seluruh syaratnya untuk memperoleh Visa Schengen. Visa Schengen adalah visa yang berlaku di semua negara anggota Schengen Area, sebagian besar negara Uni Eropa.

Dengan visa ini, kita bebas mau blusukan ke negara-negara yang masuk kelompok Schengen. Gak ada lagi stempel-stempel pada paspor. Paling dokumen itu hanya dilihat untuk dipastikan pemiliknya.

Syarat mendapatkan Visa Schengen tertera di setiap kedutaan besar negeri yang masuk kelompok tersebut. Salah satu syarat yang banyak dikeluhkan orang adalah asuransi perjalanan.

Kenapa sih asuransi perjalanan menjadi syarat Visa Schengen? Apakah diwajibkan?

Untuk pertanyaan kedua di atas, jawabannya adalah ya. Coba saja mengurus Visa Schengen tanpa beli asuransi perjalanan. Begitu ke kedutaan besar negara terkait, pasti disuruh pulang, beli dulu asuransi.

Syarat Visa Schengen 1
Keindahan Eropa gak bakal berarti kalau hati gak tenang. (louvre/kompasiana)

Bahkan gak bisa sembarang asuransi. Minimal pertanggungannya harus 30 ribu euro atau US$ 50 ribu.

Untuk pertanyaan pertama, memang gak ada penjelasan resmi dari pihak terkait. Yang jelas, asuransi untuk perjalanan itu sangatlah penting. Apalagi ke Eropa, yang jaraknya belasan ribu kilometer dari Indonesia.

Gimana kalau saat di Eropa sana terlibat kecelakaan. Jika ada keluarga sih masih bisa diatasi. Tapi jika gak, asuransi bisa jadi solusi.

Yang kini jadi pertanyaan, asuransi perjalanan Visa Schengen mana yang terbaik? Pilihannya sebenarnya ada banyak. Tapi kita akan membandingkan 4 asuransi perjalanan yang infonya di situs paling lengkap.

1. AXA Smart Traveller

Dengan pertanggungan maksimal US$ 100 ribu, proteksinya terhitung sangat luas. Ada dana pertanggungan jika laptop rusak atau paspor hilang. Harga premi terendah program Platinum untuk perorangan US$ 70 dengan durasi perjalanan 26-31 hari.

2. AIG Travel Guard

Pertanggungan maksimalnya US$ 500 ribu untuk program Premier. Yang menarik, ada santunan jika terjadi penyalahgunaan kartu kredit selama di luar negeri. Harga premi terendah untuk perorangan Rp 1,3 juta dengan durasi perjalanan 26-31 hari.

3. ACA Travel Safe

Sama seperti AXA, pertanggungan maksimal dari ACA sebesar US$ 100 ribu. Preminya termasuk miring dibanding penawaran asuransi lain. Tapi fasilitas yang diberikan terhitung standar. Harga premi terendah untuk perorangan US$55 dengan durasi perjalanan 26-31 hari.

Syarat Visa Schengen 2
Jangan ambil risiko deh. Mending lengkapi diri dengan asuransi perjalanan. (insurance/dealnews)

4. Allianz Travel Pro

Untuk program Premium, pertanggungan maksimalnya sebesar US$ 100 ribu. Fitur terbarunya adalah ada perlindungan terhadap terorisme. Mungkin karena akhir-akhir ini banyak kejadian teror di Eropa.

Lima asuransi perjalanan untuk syarat Visa Schengen di atas bisa berubah fiturnya, tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing. Coba hubungi saja kantor asuransi yang bersangkutan untuk menanyakan detailnya.

Tiap perusahaan punya kebijakan sendiri soal aplikasi asuransinya. Mending cari yang paling simpel saja, bisa lewat online misalnya.

Selain itu, disarankan pilih yang pertanggungannya paling lengkap. Premi mahal sedikit gak apa-apa, daripada nanti di Eropa kenapa-kenapa. Selamat liburan!
Yang terkait artikel ini:

Jangan Ge-er Dulu, Asuransi Perjalanan Terbaik Pun Nggak Mengkover 5 Hal Ini

Modus Hemat Terbang Keliling Asia Tenggara dalam 30 Hari, Gak Nyampe Rp 2 Juta!

Mau Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri? Jangan Abaikan 5 Aturan Main Ini

Tags: ,

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com