Awas, Jangan Salah Pilih Asuransi Sepeda Motor

by DuitPintar 2.977 views4

asuransi sepeda motor thumb

Kehilangan sepeda motor adalah risiko bagi semua pemiliknya. Untuk meminimalkan kerugian akibat risiko ini, kita bisa mengasuransikan sepeda motor. Jika kamu menggantungkan aktivitas pada sepeda motor setiap hari,  ada baiknya kamu lebih memperhatikan tungganganmu itu dengan memilih asuransi yang tepat.

 

Lantaran semakin banyak motor di jalan, bahaya yang mengintai pun semakin besar. Lihatlah di media massa. Hampir setiap hari ada berita sepeda motor hilang. Belum lagi broadcast BBM atau WhatsApp dan status di Facebook yang mengabarkan soal kehilangan motor. Kamu tentunya tak mau dong, masuk dalam berita itu sebagai korban yang rugi bandar alias tekor total?

 

Keselamatan saat parkir haruslah dipastikan saat kamu meninggalkan motor, entah di mal, minimarket, atau bahkan di parkiran rumah sendiri. Kunci ganda wajib terpasang.

 

Tapi sialnya, banyak maling yang juga updated dengan teknologi. Mereka punya alat sendiri buat merusak kunci. Saat motor hilang, masyarakat yang awam  pasti akan kecewa berat, bahkan larut dalam kesedihan. Tapi mereka mungkin tidak akan bersikap demikian jika sudah mengenal asuransi sepeda motor.

 

Ketika upaya pencegahan tidak cukup memberikan kenyamanan, kamu bisa menggunakan asuransi. Namun, sebelum memilih asuransi motor yang tepat, kamu harus memahami dulu seluk-beluk seputar asuransi tersebut.

 

Dengan mengasuransikan motor, kamu bisa lebih merasa nyaman berkendara dan meninggalkan sepeda motor di lokasi parkir. Jika kamu membeli motor dengan cara kredit, premi asuransi ini biasanya sudah termasuk dalam biaya pembelian. Asuransi ini menghindarkan kamu dan leasing dari kerugian besar jika terjadi apa-apa dengan motor itu.

 

Umumnya ada dua macam asuransi motor, yakni Total Lost Only (TLO) dan All Risk. Mana yang terbaik buat kamu? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini:

 

All Risk

Kalau motormu berharga Rp 30 juta ke atas, All Risk pilihannya. Alasannya, potensi kerugian yang diderita pemilik motor seharga ini relatif lebih besar.

 

Dengan memilih asuransi ini, motormu sepenuhnya terlindungi dari berbagai risiko, seperti kehilangan, lecet, bencana, huru-hara, dan lain-lain. Beberapa perusahaan asuransi juga menawarkan proteksi ekstra, seperti asuransi jiwa.

 

Tapi, premi atau uang yang harus dibayarkan ke perusahaan asuransi cukup besar karena banyaknya manfaat. Karena itu, perhitungkan besaran premi dan sesuaikan dengan pendapatan kamu. Jika tidak memungkinkan, jangan dipaksakan. Toh, biasanya harga suku cadang motor di bawah Rp 30 juta masih terjangkau.

 

Total Lost Only (TLO)

TLO lebih cocok buat pemilik motor berharga Rp 30 juta ke bawah. Dengan ikut asuransi ini, umumnya pihak asuransi akan mengganti kerugianmu jika motor hilang akibat pencurian atau dirampas.

 

Kerugian karena kecelakaan juga diganti asal nilai kerusakan yang tak bisa diperbaiki lebih dari 75 persen.  Premi produk ini lebih kecil, sehingga kamu masih bisa menabung lebih banyak untuk keluarga dan keperluan lain.

 

Dari kedua produk itu, TLO lebih populer di kalangan masyarakat karena manfaatnya cukup banyak, namun preminya lebih kecil daripada All Risk. Pembeli motor secara kredit lazimnya juga otomatis diikutkan asuransi ini.

 

Premi

Berikut ini contoh perhitungan premi dan penggantian klaim asuransi sepeda motor yang hilang baik All Risk maupun TLO:

 

2,5 persen x harga on the road (OTR) motor + bea administrasi:

 

2,5% x Rp 25.000.000 = Rp 625.000
Bea administrasi         =  Rp 30.000
Total premi                  =  Rp 655.000*

 

(*premi dibayarkan per tahun, kecuali motor kredit yang disesuaikan dengan jangka waktu pembayaran angsuran)

 

Klaim

Harga OTR motor-nilai penyusutan per tahun x harga OTR motor:

 

Rp 25.000.000-(10% X Rp 25.000.000)= Rp 22.500.000

 

 

Kita tidak bisa menduga kapan kejahatan terjadi dan menimpa siapa. Karena itu, langkah antisipasi perlu diambil. Jika motormu sudah dimodifikasi pun masih bisa diasuransikan, kok.

 

Tinggal menentukan perusahaan asuransi yang penawarannya kamu anggap sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu bisa melihat informasi dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memuat nama lembaga asuransi yang terdaftar.

 

Libatkan pula keluargamu dalam mengambil keputusan agar pilihanmu jatuh tepat pada sasaran. Jangan sampai premi asuransi malah membebani pengeluaran sehari-hari.

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com