Bayar Asuransi Motor, Bukannya Cuma Nambah Pengeluaran Doang? Hush, Ngaco!

by DuitPintar 1.339 views1

bayar asuransi motor

Faktor utama yang bikin orang khawatir mengasuransikan sepeda motornya adalah takut rugi. Padahal kalau sudah ikut asuransi kita justru bakal terlindungi oleh kerugian telak yang bisa datang sewaktu-waktu.

 

Asuransi sepeda motor mendatangkan banyak manfaat. Kalau gak ada manfaatnya, sepeda motor yang dibeli dengan cara kredit gak bakal selalu dilengkapi dengan asuransi.

 

Dengan bayar asuransi motor, jika suatu saat motor kreditan itu hilang atau rusak parah hingga lebih dari 75% alias  tak bisa dipakai lagi, kerugian yang menimpa leasing dan konsumen bisa ditekan.

 

Misalnya kasus Andi yang baru beli Mio baru seharga Rp 13.000.000. Pertama dia ngotot tak mau membayar asuransi motornya walau membelinya dengan cara kredit. Tapi akhirnya dia luluh setelah dijelaskan bahwa motor yang dibeli secara kredit otomatis disertai asuransi total loss only (TLO).

 

Biaya asuransi yang dia bayarkan sebesar Rp 350.000. Nominal itu didapat dari rate asuransi (2,5%) x harga motor + bea administrasi.

  • 2,5% x Rp 13.000.000 = Rp 325.000
  • Bea administrasi = Rp 25.000
  • Total = Rp 350.000

 

motor mio baru
Motor baru ni ye…harus disayang-sayang tu motor, asuransiin aja

 

Saat cicilan sudah berjalan 10 bulan, motor baru itu raib digondol begal yang menodongnya pas pulang kerja tengah malam. Tanpa berlama-lama, dia langsung menghubungi polisi untuk meminta surat kehilangan dan menelepon leasing.

 

Setelah syarat-syaratnya terkumpul, klaim asuransi atas motornya yang hilang cair. Dia mendapat ganti rugi seharga motor yang hilang dulu itu alias Rp 13.000.000 dikurangi nilai penyusutan per tahun (10% dari harga motor).

 

Total dia mendapat ganti rugi sebesar Rp 13.000.000-(10% x Rp 13.000.000) =  Rp 11.700.000.

Coba kalau dia gak ikut asuransi. Udah motor ilang, duit cicilan ilang, masih harus bayar cicilan sampai lunas!

 

Premi Gak Bikin Rugi

Perusahaan asuransi biasanya punya dua macam asuransi sepeda motor, yaitu:

  1. Total loss only (klaim cair kalau motor hilang menurut ketentuan yang berlaku)
  2. All risk (selain hilang, motor yang lecet juga bisa diklaim, seperti mobil

 

Tapi gak semua asuransi menawarkan dua jenis asuransi itu. Biasanya hanya total loss only yang ditawarin, tapi dengan tambahan personal accident (asuransi kecelakaan diri).

 

All risk umumnya diperuntukkan bagi sepeda motor yang harganya Rp 30 juta ke atas. Contohnya motor gede semacam Harley-Davidson. [Baca: Awas, Jangan Salah Pilih Asuransi Sepeda Motor]

 

motor harley
Beli motor Harley ratusan juta mampu tapi bayar premi kurang dari 10 juta ga mau? Tengsin doong

 

Motor yang dibeli lewat kredit normalnya langsung mendapat asuransi. Jadi kita bayar total uang muka itu sudah mencakup premi asuransi.

 

Kalau beli motor lewat cash, gak wajib ikut asuransi. Tapi bisa saja kalau kita minta bantuan leasing agar motor baru itu diasuransikan.

 

Untuk diingat, kita sebagai konsumen bisa menegosiasikan asuransi apa yang hendak dibeli. Misalnya leasing sudah merekomendasikan asuransi jenis A, kita bisa meminta yang jenis B kalau menurut kita asuransi itulah yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kita wajib teliti biar mendapat keuntungan maksimal dari asuransi itu.

 

Eh, tapi gak cuma motor baru lho yang bisa dapat asuransi. Motor keluaran lama juga boleh daftar asuransi. Tapi ada pembebanan tambahan premi buat motor lama (usia di atas 3 tahun), biasanya sekitar 5%.

 

Jika dihitung-hitung, sebenarnya premi asuransi total loss only sepeda motor cukup murah. Bila dibandingkan dengan kerugian kalau motor itu hilang atau rusak berat, bisa-bisa rugi bandar. Sudah capek-capek nabung, eh, malah motor ga bisa dipakai.

 

Tapi, saat ditawari asuransi, banyak yang berpikir  gimana kalau motor gak kenapa-kenapa? Kan malah rugi, udah bayar tapi gak dapat apa-apa.

 

Kalau kita tinggal di daerah pelosok,mungkin kasus motor hilang jarang terjadi. Tapi kalau di kota besar, apalagi Jakarta, baru ditinggal masuk minimarket 5 menit motor udah digondol maling.

 

Omong-omong, sudah tahu kan, Jakarta adalah kota paling tak aman di dunia menurut riset The Economist Intelligence Unit?

 

Terus kalau motor rusak parah dan harus ganti spare part, bisa-bisa dompet langsung kosong buat beli suku cadang. Apalagi kalau motor gede yang suku cadangnya harus impor. Knalpot motor Harley saja harganya bisa menembus Rp 15 juta.

 

Dengan kondisi seperti ini, menyisihkan sedikit tabungan untuk membeli premi asuransi adalah keputusan yang sangat bijak. Toh, premi ini dibayar untuk setahun.

motor dilindungi asuransi
Kalau motor udah terlindungi asuransi, pikiran tenang, ga galau mikir duit abis kalo terjadi insiden

 

Tadi kan preminya Rp 325 ribu. Nah, untuk mencapai nominal segitu, kita cukup menabung Rp 2.000 per hari selama 5,5 bulan.  Ngeteng rokok Rp 5.000 sehari untuk 5 batang aja bisa. Apalagi kalau yang udah 2 pak sehari alias ngabisin setidaknya Rp 25 ribu buat rokok doang.

 

Kalau ada sisa duit, kita bisa menambah asuransi personal accident. Jadi kalau terjadi kecelakaan saat berkendara, kita juga bisa klaim asuransi kesehatan. Lebih ngirit tentunya daripada bayar biaya kesehatan sendiri.

 

Asuransi ini ibarat payung. Ketika terjadi hujan, kalau sudah ada payung gak perlu khawatir. Begitu juga kalau sudah ada asuransi, saat motor hilang kita sudah menyiapkan alat untuk membendung besarnya kerugian.

 

 

 

Image credit :

  • https://wahyudimotorcyclenews.files.wordpress.com/2013/03/img02242-20130309-1409.jpg
  • http://blog.motorcycle.com/wp-content/uploads/2012/02/020212-2012-harley-davidson-softail-slim-14-500×333.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com