Begini Lho Cara Meminjam Uang di Bank Ketika Utang yang Lain Belum Lunas

by Hardian 4.355 views0

Cara Meminjam Uang di Bank

Kebutuhan mendesak kadang datang tiba-tiba. Gawatnya lagi kalau kebutuhan ini datang ketika keuangan kita gak siap.

Namun itu bukanlah alasan untuk sradak-sruduk gak karuan. Selalu ada jalan bila kita mau mencari. Dalam masalah seperti ini, langkah yang biasanya diambil adalah meminjam uang di bank.

Tapi gimana ya kalau sudah ada utang lain yang belum lunas? Apa bisa nambah utang baru saat masih ada tanggungan utang lama?

Sebetulnya, boleh-boleh saja mengambil utang baru saat yang lain belum lunas. Namun ada sederet hal yang mesti dipertimbangkan jika benar hendak ambil utang baru. Berikut ini di antaranya:

1. Apa benar-benar butuh?

Kebutuhan berbeda dengan keinginan. Dalam beberapa kasus, keinginan bisa menyaru layaknya kebutuhan.

Misalnya saat jalan-jalan di mal dan melihat ada handphone keluaran baru ditawarkan sales. Melirik handphone di tangan, memang keluaran lama. Tapi fungsinya masih bagus.

cara meminjam uang di bank
Yakiiinn butuh smartphone baru? Apa cuma kepengen? (smartphone/venturebeat)

Dengan sihir bujuk rayu sales, bisa-bisa kita menilai butuh handphone baru itu. Yang parah, harus ngutang untuk beli hape yang disorongkan si sales. Padahal masih ada beban utang yang belum lunas.

Karena itulah kita mesti bisa mengukur mana yang kira-kira kebutuhan dan mana yang keinginan. Tahan diri jika ketemu barang yang kelihatan menggiurkan padahal gak diperlukan.

2. Apa gak ada jalan lain selain pinjam bank?

Berutang itu bukanlah sesuatu yang terlarang, atau bahkan memalukan. Hampir setiap negara di dunia punya utang. Begitu juga perusahaan-perusahaan gede.

Walau demikian, utang tetaplah mesti dilihat sebagai jalan terakhir. Apalagi jika kondisi keuangan masih labil karena sudah ada utang sebelumnya. Bila berutang lagi, harus siap terima konsekuensi penghasilan makin berkurang buat bayar cicilan.

Karena itulah keputusan utang memerlukan perencanaan matang. Kalau perlu sembahyang semalaman untuk memantapkan hati apakah perlu pinjam bank.

3. Berapa lama lagi utang yang lama jatuh tempo?

Jatuh tempo pembayaran utang lama mesti dipikirkan. Bila sudah dekat, apa kira-kira bisa menunda pinjaman baru sampai utang lama itu lunas?

cara meminjam uang di bank
Udah berapa lama cicilannya? Kalau dalam hitungan jam udah lunas ya gak masalah deh mau ngajuin kredit lagi asal sesuai sama kebutuhan (cek waktu/nelive)

Kalau yang lama sudah lunas, beban bakal lebih ringan. Beban ini gak hanya materiil, tapi juga psikologis.

Bagaimanapun, utang yang ditumpuk mendatangkan risiko jeratan gagal bayar lebih besar. Sekali saja salah langkah menghitung kemampuan bayar, bangkrut risikonya.

Setelah mempertimbangkan beberapa poin di atas, masih merasa mantap pinjam uang bank ketika utang yang lain belum lunas? Berarti saatnya melangkah ke tahap selanjutnya.

Begini rekomendasi cara meminjam uang di bank saat masih ada pinjaman lain:

1. Hitung rasio utang

Rasio utang yang sehat adalah pembayaran cicilan per bulan maksimal 30 persen dari penghasilan. Umpamanya gaji Rp 10 juta, berarti angsuran maksimal Rp 3 juta demi stabilitas keuangan.

Makanya, lihat dulu berapa cicilan utang sebelumnya. Jangan sampai kita melewati rasio utang tersebut.

cara meminjam uang di bank
Jangan gak kira-kira kalau minjam dana. Kamu juga butuh uang untuk hidup ya (piring kosong/morning run guys)

Bank pun kerap menggunakan rasio tersebut buat menilai aplikasi pinjaman. Bila rasio utang nasabah dinilai gak sehat, kecil kemungkinan pinjaman akan dikabulkan.

2. Ajukan aja top-up saja

Bila pembayaran cicilan utang sebelumnya lancar, ajukan saja top-up kredit. Jadi, nantinya kita menerima utang baru yang ditambahkan pada utang lama. Bank kemudian akan menghitung jumlah cicilan baru dengan perhitungan tambahan utang yang baru.

Aplikasi top-up kredit lebih besar diterima jika cicilan sebelumnya gak pernah bermasalah. Malah tanpa diminta pun, bank kadang menawarkan top-up KTA (kredit tanpa agunan) bila pembayaran cicilan kita lancar.

Meminjam uang di bank ketika utang yang lain belum lunas sah-sah saja. Tinggal dihitung saja kemampuan bayar kita.

Kalau masih sanggup, ambil utang yang baru boleh saja. Apalagi bila benar-benar dibutuhkan. Tapi jangan lupa, tetap bijak dalam mengambil keputusan utang, ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Apa yang Harus Dilakukan Jika Bank Menawarkan Top Up KTA?]

[Baca: Mau Ambil KTA tapi Gak Punya Kartu Kredit, Bisa Gak Ya?]

[Baca: Pinjam Uang Online buat Bayar Wedding, Setelah Menikah Siapa yang Harus Bayar?]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com