Belajar dari Polemik Lahan Meikarta, Refund Uang Booking Hunian Kalau Udah Lihat 4 Tanda Ini

by Tifanny 2.811 views0

Polemik Lahan Meikarta

“Kini Sebuah Kota Masa Depan Ideal Impian Anda, Bukan Lagi Sekedar Mimpi.”

Begitulah bunyi tagline Meikarta Cikarang yang sedang heboh dipromosiin oleh pihak pengembang Lippo Group. Tahu dong soal megaproyek yang digadang-gadang bakal jadi kota mandiri ini?

Proyek Meikarta makin jadi buah bibir karena selain ukuran proyeknya yang super besar, harga unit apartemen yang ditawarin juga murah meriah. Mulai dari Rp 127 juta aja! Nah, siapa juga yang gak tergoda?

Tapi belakangan mulai muncul berita-berita negatif soal proyek properti ini. Salah satunya soal perizinan lahan yang katanya belum keluar. Padahal, pemesan unit apartemen di sana udah mencapai 20 ribu orang lho. Waduh.

Terlepas dari polemik lahan Meikarta, kita sebagai konsumen emang mesti cerdas. Ketika sudah terlanjur booking rumah atau apartemen yang belum dibangun, buruan refund kalau udah lihat tanda-tanda ketidakberesan dari pengembang.

Berikut ini empat tanda-tandanya:

1. Konstruksi molor

polemik lahan meikarta
Nanti ya sore, eh maghrib, eh malem aja, terus aja sampai Sun Go Kong pulang dari mencari kitab suci hehehe (Waktu / blogdetik)

Saat sudah memilih hunian tertentu dan sudah menyerahkan booking fee, jangan langsung santai dan percaya begitu saja bahwa pihak developer akan segera membangun hunian sesuai janji. Rajin-rajin deh kunjungi lokasi hunian.

Jika dalam tiga kali kunjungan gak ada progres konstruksi yang berarti, atau bahkan mungkin sama sekali belum ada, harus mulai was-was. Apalagi jika pihak developer gak bisa menjawab pertanyaan seputar penyebab konstruksi yang molor dari jadwal yang dijanjikan. Langsung lakukan refund deh sesegera mungkin.

2. Sengketa lahan

Legalitas itu penting, apalagi soal properti. Gak mau dong saat sudah menempati hunian tiba-tiba terjadi tuntutan atas lahan di mana propertimu dibangun? Emangnya enak, lagi bersantai di apartemen, eh bangunan disegel atau bahkan digusur?

Saat lahan hunian masa depan gak kunjung mengantongi izin pembangunan atau terus bermasalah dengan pihak yang berwenang, urungkan niat membeli hunian di lokasi tersebut. Sengketa lahan bisa juga tentang urusan yang belum selesai antara pihak pengembang dengan pemilik lahan sebelumnya.

polemik lahan meikarta
Ayooo adik-adik jangan rebutan ya, coba berdamai jangan kayak om dan tante yang suka ribut tuh hehehe (Anak-Anak Berebut Mainan / hetanews)

3. Banyak review gak baik

Kembali lagi ke soal sudah menyerahkan booking fee bukan berarti bisa bersantai. Update terus sama berita dan informasi, apalagi yang terkait sama hunian masa depanmu.

Saat banyak testimoni pembeli yang merasa gak puas atau ada berita-berita gak baik tentang track record developer yang mengeksekusi hunianmu, mulai bertindak deh. Daripada nanti telat dan uangmu malah hangus.  

4. Promosi gak sesuai kenyataan

Penjual mana yang gak mau produknya laris manis bak kacang goreng? Gak heran kalau banyak penjual yang sering “janji palsu” demi menarik pembeli. Lakukan kesesuaian alias cross check antara promosi dengan realita yang kamu temui.

Jangan ragu dan takut mempertanyakan saat apa yang dijanjikan gak sesuai dengan kenyataan. Dan kalau gak kunjung terealisasi juga, gak pakai lama, langsung refund booking fee kamu.

polemik lahan meikarta
Please dong balikin duit gue sis, kalau gak dibalikin sakitnya tuh di sini hiks! (Menagih / ciricara)

Semua orang pasti pengin punya hunian yang layak sekaligus sesuai sama isi kantongnya. Tapi, jangan sampai janji manis staf penjualan properti membiusmu hingga gak bisa berpikir secara logis ya.

Terkadang kita memang suka membuat keputusan terlalu cepat, seperti membayar booking fee tanpa research lebih dalam. Saat ada yang gak beres dengan hunian yang akan dibeli, segera perjuangkan booking fee yang sudah diserahkan.

Makanya, jeli sama tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas ya. Siapa tahu uangmu masih bisa diselamatkan!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Awas Membeli Properti yang Belum Dibangun Bisa Bikin Bangkrut]

[Baca: Mau Investasi Properti Lebih Untung Beli Rumah Atau Apartemen Ya]

[Baca: Beli Rumah Belum Jadi Boleh Aja Kenali Dulu Risiko dan Kekurangannya]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com