Beli Barang Murah Gak Selamanya Bikin Kantong Aman, Gak Percaya?

by Tifanny 742 views0

cara promosi toko offline (1)

“Wah murah banget nih, beli buat sebulan ah!” Devi langsung kalap memasukkan minuman-minuman kotak ke dalam troli belanjanya. Alhasil pas bayar di kasir, Devi harus membayar dua kali lipat lebih besar dari budget belanjanya.

Kok bisa ya? Gitu tuh, gak bisa lihat barang diskon atau promo bawaannya langsung pengin borong. Kalau perlu dibeli semua. Eh buset deh! Mau buka warung mbaksis.

Kebiasaan membeli produk yang harganya diturunin dalam jumlah banyak emang sudah jadi budaya orang Indonesia, khususnya kaum hawa. Karena iming-iming harga promo gak mikir panjang.

Awalnya cuma butuh 4 eh karena lagi promo, lihat harga murah, gelap mata beli sekodi. Kalau dihitung pengeluaran belanja jadi lebih banyak dong.

Harga murah yang seharusnya bisa membuat pengeluaran jadi lebih hemat malah jadi bumerang.

Ternyata beli barang murah gak selamanya bikin kantong aman loh. Gak percaya? Iya lah kalau perilaku belanjanya kayak yang berikut ini:

1. Kualitas

Semisal nih, beli sepatu dengan budget Rp 150 ribu, di rak sebelah ada jenis sepatu yang sama dengan kualitas bahan lebih bagus seharga Rp 300 ribu. Tetap milih yang Rp 150 ribu karena lebih murah.

Padahal nilai yang ditawarkan sepatu seharga Rp 300 ribu lebih bermutu. Buat apa beli dengan harga lebih murah tapi cuma bertahan sebulan. Nah loh, setiap bulan ganti apa gak malah lebih boros?

Harga gak bisa bohong, coba lebih bijak lagi kalau mau membeli sesuatu. Kalau emang masih punya sisa uang, lebih baik keluar uang sedikit lebih banyak dari budget tapi ngedapetin barang yang bakal tahan lama.

beli barang murah 1
Diskon gede buat apaan kalau memang gak butuh barangnya? (diskonan/beritahati)

2. Kuantitas

Tampilan display harga yang lebih murah secara gak sadar tuh suka menghipnotis. Hah, gimana tuh maksudnya? Ya karena murah secara psikologis gak sadar malah membeli dalam jumlah banyak.

Wakwaw! Malah akhirnya terlena dan menghabiskan uang ebih banyak dari yang seharusnya.

Terkadang nih yang lebih parahnya lagi, karena murah eh malah sekalian bayarin teman atau saudara yang lagi belanja bareng. Tanpa sadar uang yang dikeluarin malah lebih banyak.

3. Godaan Diskon / Promo

Zaman serba canggih, banyak online shop dengan berbagai iming-iming yang menggoda iman. Gak lantas semua notifikasi diskon dan promo harus dijabanin mbaksis.

Sering terjebak dengan pemikiran ‘mumpung diskon atau promo nih’ padahal sebenarnya gak butuh atau malah kemarin baru aja beli. Tapi, karena iming-iming diskon dan promo jadi ngerasa harus banget beli.

4. Belanja di SALE

Gak bisa lihat papan ‘SALE’ langsung kalap dan gelap mata. Ambil ini, itu, lupa daratan. Emang sih yang namanya ‘SALE’ itu harga bisa turun gila-gilaan. Tapi coba bayangin kalau setiap ada SALE disamperin dan dijabanin beli ina itu.

Hellooo, itu belinya pakai uang loh, bukan daun yang tinggal metik aja. Kalkulasi saja pas sampai rumah paling nangis bombay karena baru sadar udah ngabisin isi rekening.

beli barang murah 2
Jangan gampang kemakan iklan deh. Bisa-bisa setiap hari adalah Hari Belanja Nasional. (harbolnas/techinasia)

5. Salah Strategi

Saking inginnya mendapatkan barang dengan harga semurah mungkin bela-belain pergi ke lokasi yang memang terkenal dengan harga miring. Tapi seringkali lokasinya cukup jauh dari rumah.

Yang kejadian kamu malah merasa lelah plus ongkos jadi double karena harus naik taksi apalagi kalau membeli barang dalam jumlah banyak. Belum lagi jadi banyak jajan karena lapar dan haus.

So, kalau masih melakukan hal-hal di atas, masih mau ngeyel dan bilang kalau beli dengan harga murah itu lebih hemat? Pikir lagi ya masbro, mbaksis.

Jadilah pembeli yang cerdas dan bijak. Intinya kalau emang kamu gak butuh ya tahan diri untuk gak membeli. Jangan mudah tergoda dan diperdaya kata-kata ‘DISKON’ dan ‘SALE’.

 

Yang terkait artikel ini:

Punya Banyak Utang tapi Gaya, Apakah Kamu Salah Satunya?

Beli Barang Juga Ada Aturannya kalau Gak Mau Uang Habis Terus

Simak Nih 5 Trik Biar Dompet Tetap Aman Pas Tanggal Tua

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com