Beli Rumah Baru atau Bekas Ya? Baca Ini Dulu!

by Tifanny 783 views0

beli rumah baru atau bekas

“Ben, Beni, sini dong sebentar, aku mau tanya bro!” ujar Dodi memanggil Beni, rekan kerjanya yang sedang serius mengamati layar laptop.

“Ada apaan sih Dod, serius banget kayaknya,” jawab Beni setelah ada di hadapan Dodi.

“Gini loh, tabungan aku udah lumayan, plus proyek beberapa bulan lalu udah cair, pengin banget beli rumah nih. Baru atau bekas ya?” tanya Dodi dengan ekspresi super serius.

Nah, buat yang sedang mempertimbangkan mau beli rumah baru atau bekas, simak ini dulu deh. Siapa tahu bisa membantu untuk keluar dari kegalauan memilih di antara keduanya.

Kelebihan Rumah Baru

beli rumah baru atau bekas
Bangunan baru pasti ciamik ya kualitasnya, kinclong deh! (Rumah Baru / Kompas.com)

1. Bangunan berkualitas

Rumah baru pasti punya kualitas kondisi bangunan yang masih prima banget. Dari segi tampilan pun pasti lebih kinclong, modern, dan lebih menarik. Semua kondisi bangunan pasti masih oke, belum ada yang rusak dan tentu gak membutuhkan biaya renovasi. Kita tinggal tempati saja. Terima beres lah istilahnya.

2. Lingkungan

Karena sifatnya yang masih baru, kemungkinan besar belum banyak tetangga ya. Apalagi kalau cluster atau townhouse yang sifatnya eksklusif. Isinya paling hanya maksimal 20 rumah. Ini cocok buat yang gak terlalu suka dengan keramaian dan suara berisik di lingkungan tempat tinggal.

3. Ada asuransi

Setiap developer properti pasti sudah menyiapkan berbagai fasilitas bagi para pembeli, salah satu fasilitas rumah baru adalah asuransi. Gak ada yang tahu hari esok ya. Gak hanya jiwa kita yang bisa terancam bahaya, barang-barang berharga termasuk rumah juga rentan risiko. Mulai dari risiko kemalingan, kebakaran, hingga bencana alam.

Kekurangan Rumah Baru

beli rumah baru atau bekas
Masa iya mau nempatin rumah yang belum jadi? Nanti kalau hujan gimana bro? (Rumah Belum Jadi / Blogspot)

1. Harga tinggi

Jelas lah namanya rumah baru dan belum pernah ditempati, pasti harganya lebih tinggi dibandingkan rumah bekas. Material yang masih baik dan juga desain yang lebih modern merupakan salah satu faktor yang bikin harga rumah baru tinggi.

2. Harus menunggu

Beli rumah baru risikonya gak bisa langsung buru-buru menempati, apalagi yang inden. Jadi, ya harus bersabar dan menunggu. Berarti pembeli rumah harus ada antisipasi, entah mengontrak rumah atau sewa apartemen untuk sementara.

3. Infrastruktur belum lengkap

Mulai dari air, listrik, telepon hingga surat-surat rumah pastinya belum ada. Ini juga harus lagi-lagi bersabar, menunggu instalasi semuanya secara bertahap sesuai jadwal dari developer. Kalau membeli rumah yang eksklusif, lokasi kemungkinan masih jauh dari fasilitas umum seperti supermarket, mall dan lainnya.

4. Risiko developer nakal

Ini yang harus diwaspadai saat di awal memilih developer rumah yang ingin dibeli. Pastikan gak salah pilih dan jadi calon pembeli yang aktif bertanya. Sudah banyak kasus di mana pembeli rumah merasa menyesal karena banyak hal yang cuma janji palsu developer. Gak mau mengalami hal serupa, kan?

Kelebihan Rumah Bekas

beli rumah baru atau bekas
Enak nih, tinggal nempatin gak usah ribet! (Rumah Bekas / Rumahdijual)

1. Harga

Rumah bekas pasti punya harga jual yang lebih miring jika dibandingkan dengan rumah baru. Buat yang dananya pas-pasan tapi pengin banget punya rumah, beli rumah bekas mungkin bisa jadi solusi. Karena sudah digunakan oleh penghuni sebelumnya. Apalagi kalau sudah bertahun-tahun, pasti ada penurunan harga dibanding dengan tipe serupa tapi baru.

Malah kalau kita beruntung, harga beli akhir rumah bekas juga masih bisa dinego loh. Tapi ingat, jangan Afgan alias sadis kayak ibu-ibu nawar belanjaan di pasar ya. Sesuaikan dengan keberadaan bangunan, dan lihat juga kalau ada beberapa bagian rumah yang membutuhkan renovasi.

2. Bisa langsung ditinggali

Karena sifatnya yang sudah pernah dihuni, pembeli rumah bekas bisa langsung menempati rumah. Beda halnya dengan rumah baru yang butuh waktu untuk bangunan berdiri utuh. Selain itu juga sudah memiliki fasilitas umum yang lengkap dan lingkungan yang stabil.

Dari mulai air, listrik, hingga saluran telepon sudah ada dan langsung bisa digunakan kapan saja. Bahkan sertifikat dan surat rumah lainnya juga sudah lengkap. Ini memudahkan beban pembeli rumah untuk gak pusing urus ini-itu lagi.

3. Sudah banyak modifikasi

SIfat rumah bekas yang sudah pernah dihuni, membuatnya memiliki beberapa modifikasi bangunan. Bisa jadi modifikasi bangunan tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi gak usah renovasi lagi deh.

Kelemahan Rumah Bekas

beli rumah baru atau bekas
Wah kalau harus renovasi berarti keluar biaya lagi dong ya! (Rumah Rusak / Gambar-rumah)

1. Butuh renovasi

Karena sudah pernah dihuni, kemungkinan untuk renovasi pasti ada. Bisa jadi biaya renovasi yang dibutuhkan lumayan merogoh kocek ya. Siap-siap buat beban pengeluaran baru. Itulah kenapa sebelum memutuskan, cek dengan teliti semua sudut dan cari penjual rumah yang jujur.

2. Harus teliti

Harus teliti di sini benar-benar harus research apakah rumah dan tanah legal, cek kelengkapan surat-suratnya. Pastikan gak ada kasus atau sengketa di masa lalu yang belum selesai berkaitan dengan bangunan. Ini pastinya bakal menyita waktu karena harus menelusuri masa lalu.

3. Kurang sesuai keinginan

Namanya juga bekas, bisa jadi bentuk atau model rumah kurang sesuai dengan keinginan kita. Apalagi yang sudah lebih dari 10 tahun dihuni, tipenya mungkin sudah ketinggalan zaman.

Membeli rumah pastinya gak semudah membeli barang-barang kebutuhan. Ibarat kayak cari pasangan hidup saja, ini perkara jodoh dan selera.

Rumah harus jadi tempat berlindung kita yang paling aman dan nyaman. Jadi, pastinya harus benar-benar selektif sebelum memutuskan akan membeli rumah yang mana.

Buat yang ingin lingkungan eksklusif dan kondisi bangunan yang baik bisa memilih membeli rumah baru. Sementara buat yang gak mau ribet, suka bersosialisasi, dan bujet pas-pasan bisa pilih rumah bekas.

Intinya, apa pun rumahnya, saat mau beli rumah dan dana kurang, ajuin KPR saja. Pastikan memilih KPR yang paling cocok dengan riset yang teliti. Lakukan perbandingan, jangan terburu nafsu dan jadi gegabah memutuskan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Ngajuin KPR Pikriin Dulu 6 Hal Ini]

[Baca: 4 Kerugian Membeli Rumah dengan KPR]

[Baca: Hore Pengajuan KPR Disetujui Nih PR Kamu Selanjutnya]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com