Beli Rumah dengan Gaji Minim, Cuma Rp 3 – 5 Juta Per Bulan. Masak Bisa?

by DuitPintar 10.561 views1

beli rumah dengan gaji minim thumb

Perkenalkan, saya punya teman yang bernama Rizal. Rizal ini berumur 27 tahun. Dia bekerja sebagai Bartender dengan gaji Rp 3 juta per bulan. Bila penjualan sedang bagus, Rizal sering mendapat bonus sebesar hingga Rp 2,5 juta per bulan. Dengan kondisinya itu, Rizal ingin membeli rumah.

 

“Gimana ceritanya tuh mau beli rumah dengan gaji minim begitu?”

 

Tentunya dengan mencicil melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disediakan oleh bank. Namun mengambil KPR tentunya tidak semudah datang ke bank dan ‘minta’.

 

Hitung Kapasitas Duluuuu

Tentunya Rizal harus tahu dulu dong kepasitas keuangannya. Berarti harus dipertimbangkan dengan masak soal berapa banyak pengeluaran sekarang dan berapa banyak lagi yang mampu ditanggung Rizal. Apalagi Rizal sedang mengangsur kredit motor 24 bulan lagi.

 

kredit

 Selain tempat tinggal, transportasi juga faktor pendukung penting.

 

 

Berikut rincian pengeluaran tetap Rizal tiap bulan:

 

  • Biaya kamar kos = Rp 500 ribu
  • Cicilan motor = Rp 1,5 juta
  • Kebutuhan harian = Rp 1 juta

 

Berarti, total pengeluaran Rizal tiap bulan selama 2 tahun ke depan adalah sebesar Rp 3 juta.

 

Dari situ Rizal bisa melihat bahwa pengeluarannya sendiri sudah sama dengan pendapatan tetapnya. Uang bonus memang selalu ada tiap bulan, tapi jumlah yang didapat bervariasi. Bonus yang bisa Rizal dapatkan dalam sebulan berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta.

 

Rajin Menabung Pangkal Kaya

Dari kacamata perencanaan keuangan yang benar, tentunya saya ga menganjurkan untuk mengambil KPR. Pengeluaran bulanan Rizal saja sudah sama dengan pendapatan tetapnya, yaitu Rp 3 juta.

 

Dengan begitu, Saya menganjurkan Rizal untuk menabung dulu selama 2 tahun hingga cicilan motor selesai. Jadi beban untuk membayar motor sudah lepas dari pundak Rizal sebelum mengambil cicilan baru yang lebih mahal dan lebih lama.

 

Dari mana mau menabung kalau pengeluaran dan pemasukannya sama besar? Tentunya dari bonus bulanan yang didapatkan Rizal.

 

Tapi juga tidak sembarang menabung. Rizal harus menetapkan target untuk tabungan tersebut untuk setidaknya menutupi minimal uang muka alias DP yang ditetapkan oleh KPR tersebut, yaitu 30% dari total harga rumah.

 

HouseWMoney (1)

Sebelum memulai cicilan, harus bayar uang muka dulu.

 

 

Misalnya, Rizal mengincar rumah seharga Rp 100 juta. Target DP rumah yang diincar Rizal otomatis sebesar Rp 30 juta. Ini berarti dia musti nabung setidaknya Rp 1.250.000 tiap bulannya selama 2 tahun.

 

Nabung dari bonus, contohnya di bulan Januari, Rizal hanya mendapatkan Rp 800 ribu. Kemudian di bulan Februari dia memperoleh bonus Rp 2 juta.

 

Berarti di bulan Februari Rizal harus menyisihkan sebesar :

 

  • Rp 1.250.000 untuk tabungan DP rumah bulan Februari
  • Rp 450.000 untuk menambah kekurangan tabungan DP rumah bulan Januari

 

Dengan adanya target tersebut tentunya akan membantu Rizal mendapatkan arahan dalam mengontrol pengeluaran. Rizal harus ngotot untuk mendapatkan Rp 30 juta dalam 2 tahun.

 

Caranya bisa dengan kerja lebih bagus lagi atau mengambil lembur lebih banyak. Bisa juga dia mencari tambahan pemasukan lainnya.

 

Tak hanya itu, saya pun menganjurkan Rizal untuk menahan keinginan untuk belanja macam-macam. Kedengarannya memang sulit. Tapi apalah artinya 2 tahun jika dibandingkan dengan investasi seumur hidup seperti rumah?

 

Nongkrong, jajan, touring, dan lainnya bisa menunggu. Kalau ada duit lebih, boleh lah Rizal melakukan itu. Tapi target tetap harus terkejar. Namanya juga beli rumah yang ga murah. Harus niat!

 

Dua Tahun Kemudian… 

Sekarang kita maju 2 tahun kemudian. Dengan asumsi Rizal naik gaji 10% per tahun, maka dalam dua tahun Rizal punya gaji tetap sebesar Rp 3,6 juta. Uang Rp 30 juta pun sudah terkumpul. Tinggal nyari rumah yang terbayar dengan DP tersebut.

 

Setelah dua tahun, pengeluaran tetap Rizal berkurang karena cicilan motornya sudah lunas. Rizal bahkan pindah tempat tinggal sebab juragan kosnya yang lama menaikkan harga. Rizal bersusah-payah mencari kos yang sesuai dengan bujetnya yakni Rp 500 ribu.

 

[Baca: 5 Tips Mencari Kost Yang Pantas Mendapatkan Uangmu Tiap Bulan]

 

Kebutuhan harian Rizal pun naik sedikit dari 2 tahun lalu, menjadi sebesar Rp 1,2 juta. Maklum, ada inflasi tahunan.

 

Keuangan Rizal pun menjadi:

 

Pengeluaran tetap: Rp 1,2 juta + Rp 500 ribu = Rp 1,7 juta

Pendapatan tetap: Rp 3,6 juta

Selisih: Rp 3,6 juta – Rp 1,7 juta = Rp 1,9 juta

 

Dari kacamata keuangan, Rizal sudah aman. Karena umumnya bank hanya akan menyetujui permintaan kredit jika jumlah cicilannya tidak lebih dari 40% dari gaji bulanannya. Artinya, Rizal ga boleh punya pinjaman sana-sini yang totalnya melebihi Rp 1.440.00.

 

Waktunya Cari Rumah!

Sekarang waktunya cari rumah yang sesuai kemampuan Rizal. Kemampuan Rizal adalah:

 

Tabungan buat DP rumah yang sudah terkumpul: Rp 30 juta

Cicilan yang mampu Rizal bayar tiap bulannya: Rp 1.440.000

 

Rizal punya beberapa pilihan harga rumah yang bisa dia ajukan buat KPR:

 

  1. Jika jangka waktu 10 tahun: (Rp 1,440 jt) x (10x12bulan) = Rp 172,8 juta
  2. Jika jangka waktu 15 tahun: (Rp 1,440 jt) x (15x12bulan) = Rp 259,2 juta
  3. Jika jangka waktu 20 tahun: (Rp 1,440 jt) x (20x12bulan) = Rp 345,6 juta
  4. Jika jangka waktu 25 tahun: (Rp 1,440 jt) x (25x12bulan) = Rp 432 juta

 

design rumah sederhana terbaru

Di lokasi tertentu, kamu bisa dapat rumah minimalis di bawah Rp 300 juta.

 

 

Sekarang giliran Rizal yang musti menentukan, berapa lama dia yakin untuk menyanggupi nyicil KPR. Kenyataannya menyicil 25 tahun bisa sampai 400 jutaan begitu rasanya mudah. Tapi jangan lupa, untuk sebagian orang, cicilan tersebut adalah beban keuangan yang bisa lumayan bikin mual untuk ditanggung selama itu.

 

Jadi Rizal juga harus menyeimbangkan antara rumah yang memadai dan jangka waktu yang dapat ditoleransi. Komitmen untuk membayar cicilan selama 10 hingga 25 tahun bukan sesuatu yang dapat dengan mudah dilakukan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dari kehilangan pekerjaan hingga kecelakaan maupun kejadian tak terduga lainnya.

 

[Baca: Memahami Asuransi Lebih Dalam Agar Hidup Lebih Tenang Dan Keuangan Lebih Aman]

 

Belum lagi jika Rizal punya rencana di masa depan yang mengharuskan Rizal untuk mengubah total seluruh perencanaan keuangannya, seperti menikah atau memiliki anak. Banyak faktor yang berpengaruh ke kapasitas keuangan Rizal, dan semuanya harus dipertimbangkan dengan matang.

 

Di artikel berikutnya, kita akan bahas lebih mendalam mengenai perhitungan KPR untuk kapasitas seperti Rizal. Ikuti terus blog DuitPintar.com ya!

 

 

 

Image credit:

  • http://benzano.com/wp-content/uploads/kredit.jpg
  • http://www.quickenloans.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/HouseWMoney.jpg
  • http://2.bp.blogspot.com/-yyN_KDCuVco/VRN19c2I9JI/AAAAAAAABQs/RB_Xsk0UCuA/s1600/design%2Brumah%2Bsederhana%2Bterbaru.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com