Belum Nikah, Segera Beli Rumah Lewat KPR atau Investasi Tanah

by Fafa Khalifah 1.019 views0

beli rumah lewat kpr

Buat kalangan muda, wabil khusus yang belum nikah, mungkin pernah berprinsip YOLO. Yup, You Only Live Once.

Singkatnya, hidup suka-suka. Nerapin aji mumpung muda, mumpung belum kawin, mumpung gak ada tanggungan, de el el.

Fenomena ini rata-rata lekat sama kalangan muda. Lupa kalau hidup itu gak selamanya di roda atas. Tahu-tahu nyungsep!

beli rumah lewat kpr
roda kehidupan terus berputar kadang di atas, kadang di bawah, kadang nyungsep! (motor nyungsep / topsy)

Itulah kenapa perlu kesadaran sejak dini mengatur keuangan buat masa depan. Lebih-lebih ketika status di KTP tertera ‘belum kawin’.

Karena peduli sama masa depan, lajang berkualitas pasti gak bakal hambur-hamburkan duit begitu saja. Selain mikir tabungan, golongan yang ini juga kepikiran berinvestasi.

Konteks di sini investasi yang berbau duit, bukan investasi cinta. Itu bisa belakangan aja bahasnya.

Balik lagi ke soal investasi.

Investasi itu banyak jenisnya. Mulai dari berwujud barang berharga sampai tanah dan properti. Tinggal disesuaikan sama target keuangan yang mau dicapai.

Dari sekian pilihan itu, mungkin disarankan investasi properti atau tanah. Simpel aja, karena keduanya sama-sama investasi jangka panjang.

Mau dirinci lagi alasan kenapa tanah atau properti cucok buat yang belum nikah?

1. Harga naik terus

beli rumah lewat kpr
jangan tunggu lama-lama karena tiap hari senin naik (ilustrasi harga rumah naik / usaha properti)

Sudah pasti investasi di tanah atau properti gak merugi. Dari waktu ke waktu terus naik. Ini sesuai hukum pasar di mana permintaan tanah atau properti bakal meningkat dari masa ke masa.

2. Gak ada istilah ‘bekas’

‘Dijual Tanah Bekas Haji Mukidi’ atau ‘Dijual Rumah Bekas Veteran Perang’. Pakai embel-embel ‘bekas’ bakal pengaruh di harganya? Ya gak kan!

3. Bebas mau jual kapan pun

Si empu tanah atau properti punya hak mutlak buat jual kapan pun mau. Mau sekarang atau lebaran kuda, tetap gak ada yang bisa halangi.

4. Ukuran kekayaan

Punya tanah dan properti sama saja punya aset berharga. Penguasaan terhadap tanah maupun properti seringkali menjadi ukuran kekayaan seseorang. Dan ukuran kekayaan itu real banget!

Gimana gak kaya kalau punya properti di Pondok Indah atau tanah di deket pintu tol. Sudah ketebak kekayaannya.

5. Bisa hasilkan duit

Ini yang paling berasa nikmatnya berinvestasi tanah atau properti. Bisa hasilkan duit! Jadi investasi jenis ini bisa menambah pundi-pundi penghasilan. Setidaknya punya passive income.

beli rumah lewat kpr
enak kalo punya rumah banyak sewa-sewain aja (rumah dikontrakan / behac)

Sudah terbayang indahnya berinvestasi properti atau tanah? Nah sekarang tinggal kalkulasi kira-kira mana yang cocok. Ambil tanah atau rumah.

Sebelum beraksi, pasti yang dipikirkan sumber dananya. Iya dong mengingat bicara investasi properti atau tanah menuntut duit yang banyak.

Tanah

Secara teori, beli tanah lebih murah ketimbang yang ada bangunannya. Misalnya kavling tanah di pinggiran kota di kisaran Rp 7 juta per meter persegi. Kalau sudah ada bangunan bisa naik jadi Rp 12 juta per meter persegi.

Selain lebih murah, kelebihan beli tanah adalah bisa bangun rumah sesuai selera di kemudian hari, termasuk di sini selera calon pasangan hidup.

Meski begitu tetap ada pekerjaan rumah berikutnya, yakni siapkan dana untuk bangun rumah setelah sukses naik pelaminan.

Rumah

Modal beli rumah pastinya lebih gede dari sekadar beli tanah. Untungnya ada KPR (kredit pemilikan rumah). Bahkan ada kebijakan program subsidi bagi kaum lajang yang berpenghasilan rendah.

Berkat program ini, punya rumah jadi sedikit lebih ringan. Cukup modal uang muka 5 persen dan bunga cicilan flat 5 persen. Cuma jangan harap rumah itu ada di pusat kota!

Kesimpulannya? Baik tanah dan properti sama-sama ada baiknya. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan. Bila berencana ingin bangun sendiri, cocoknya cari tanah. Kalau suka yang praktis, pilih rumah.

Semua tergantung sama isi kantong. Katakanlah buat yang punya income tak terlalu besar, bisa jatuhkan pilihan beli rumah bersubsidi.

Beda sama yang gaji gede dan ingin tinggal gak terlalu pelosok, bisa ambil tanah dulu, baru nanti dibangun belakangan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

Baca: Solusi Tekan Kerugian Beli Rumah Pakai KPR

Baca: 5 Hal yang Bikin Niat Beli Rumah via KPR Gagal Total

Baca: Rambu-rambu yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi Tanah

Masih banyak lagi dari duitpintar.com