Biar Gak Salah Sasaran, Gini Caranya Milih Selebgram Buat Promosiin Bisnismu

by Hardian 659 views0

milih selebgram

Apa itu selebgram? Temannya diagram? Siapanya hologram? Wah, kurang kekinian kalau belum tahu apa itu selebgram.

Selebgram adalah salah satu ujung tombak pengusaha untuk meraih kesuksesan bisnis. Sebutan ini mengacu kepada orang yang populer dan memiliki banyak follower di media sosial, khususnya Instagram.

Selebgram berasal dari kata “selebriti” dan “Instagram”. Tapi bukan berarti pemilik akun itu adalah artis sinetron atau bintang iklan. Orang biasa pun bisa jadi selebgram.

Yang penting, setiap kali posting sesuatu, langsung diserbu jempol, love, dan komentar dari penggemarnya. Makin banyak follower, makin besar potensi produk yang ia promosikan laku terjual.

Tapi bukan berarti semua akun yang punya banyak follower bisa menjadi selebgram yang ampuh buat promosi usaha. Bila tertarik menggunakan jasanya, kita mesti pintar-pintar memilih selebgram yang tepat buat bisnis.

Berikut ini tips memilih selebgram yang tepat buat bisnismu:

1. Teliti keaslian followers

Jangan asal percaya followers banyak. Bisa saja akun yang follow si selebgram adalah bot alias abal-abal. Teliti followers tersebut untuk melihat apakah dia asli atau bohongan.

milih selebgram
Teliti dulu, apakah benar followersnya itu manusia? Jangan-jangan cuma bot saja. (Selebgram/Tribun)

Kalau followers bohongan, promosi yang dilakukan bakal gak berguna. Soalnya, user tersebut gak aktif.

Caranya, lihat nama akunnya. Banyak akun bot yang pakai angka di belakang nama. Misalnya @XYZ123.

Selain itu, ambil sampel setidaknya 20 followers dan lihat postingan masing-masing. Bila jarang posting atau malah gak ada sama sekali, yakinlah itu bot.

Terakhir, lihat komen di postingan si selebgram. Bila like banyak tapi komen di bawah 10, followers-nya yang banyak itu patut dipertanyakan.

2. Sesuaikan dengan pangsa pasar

Ada banyak macam selebgram, dari anak kecil sampai orang tua. Tugas kita adalah memilih selebgram dengan followers yang sesuai dengan pangsa pasar produk kita.

Misalnya punya usaha baju anak, gak mungkin dong ambil jasa selebgram mbak-mbak kekinian yang sering pasang promosi dengan kostum minim. Cari selebgram yang keibuan, punya anak, serta sering bagi cerita inspiratif soal parenting. Ini baru pasar yang prospektif.

3. Followers = fans/ haters?

Jangan keliru, ya. Orang yang follow selebgram bukan berarti dia adalah fan atau penggemar. Bisa jadi dia adalah hater yang kerjaannya mencerca tiap postingan yang dibikin si selebgram.

Lihat komentar postingan si selebgram. Bila ternyata lebih banyak nada nyinyir ketimbang memuji, mending mundur saja.

Apa gunanya followers banyak tapi isinya sebagian besar hater? Bisa-bisa produk yang dipromosikan malah ikut dibenci.

4. Kualitas konten bagaimana?

Kualitas konten di sini berhubungan dengan bagaimana si selebgram membawakan produk yang dipromosikan. Bagaimana dia mengemas foto dan video yang ditampilkan dalam akun Instagram-nya? Coba kita lihat beberapa produk lain yang ia promosikan.

milih selebgram
Followersnya jutaan tapi postingannya kayak gini hehehe (foto di medsos/Tribun)

Bila bahasa pemasarannya biasa saja, atau bahkan kurang berkualitas, mending cari alternatif lain. Atau bila memang sangat tertarik, misalnya karena follower asli banyak dan tarifnya murah, kita bisa berikan script dan foto atau video untuk dia bawakan agar sesuai dengan keinginan kita.

5. Harga sesuai bujet

Tarif selebgram beragam. Ada yang sekali post Rp 50 ribu, ada pula yang sampai jutaan rupiah untuk harga paket beberapa kali post.

Bila sudah menemukan selebgram yang potensial, tinggal negosiasikan tarif agar sesuai dengan bujet. Kita bisa menanyakan beberapa selebgram untuk mendapat tarif rata-rata. Gak mau dong kemahalan bayar selebgram tertentu tapi hasil belum kelihatan.

6. Punya platform selain Instagram?

Selebgram memang berfokus di Instragram. Tapi bukan berarti dia gak punya akun media sosial lain yang bisa dimanfaatkan buat sarana promosi.

milih selebgram
Kalau punya akun medsos lain makin bagus pastinya (medsos/mediabistro)

Nah, kalau dia punya, itu bisa jadi bonus. Misalnya di Twitter atau Facebook. Sekali post di Instagram, postingannya juga keluar di Twitter dan Facebook. Jadi lebih luas kan jangkauannya.

Memilih selebgram untuk bisnis memang susah-susah gampang. Tapi cara ini kerap dipilih untuk sarana promosi, terutama oleh pengusaha mikro, kecil, dan menengah, karena biayanya sangat terjangkau.

Selain itu, target pasarnya jelas. Di Indonesia, jumlah pengguna Instagram aktif per 2016 sebanyak 22 juta orang. Menggiurkan banget buat dijadikan sasaran promosi kan?

Tapi ingat tips memilih selebgram di atas ya kalau mau pakai jasa mereka. Biarpun tarifnya terjangkau, efektivitas promosi diperlukan agar duit kita yang masuk ke kantong mereka gak sia-sia.

 

 

Yang terkait artikel ini

[Baca: Buka Bisnis Online vs Offline, Mana yang Lebih Bikin Untung?]

[Baca: 5 Ide Promosi Bisnis Online yang Tepat Sasaran]

[Baca: Apa Saja Sih Persiapan Sebelum bisnis Online? 10 Hal Ini Bisa Kamu Terapkan]

[Baca: 7 Kesalahan dalam Bisnis Online yang Paling Sering Mommies Lakukan]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com