Biar Gak Merasa Tertipu, Tanyakan 8 Hal Ini Sebelum Ngambil KTA

by bunga 445 views0

Sebelum ngambil KTA

Hidup itu pasti banyak kebutuhan. Dan kebutuhan hidup erat kaitannya dengan doku alias duit.

Ketika kondisi dompet sedang tidak bersahabat, dan kebutuhan sedang mendesak, meminjam uang pastilah dijadikan jalan keluar. Nah, di saat seperti inilah kita bersyukur ada yang namanya KTA atau Kredit Tanpa Agunan.

Sesuai dengan namanya, KTA menawarkan fasilitas pinjaman tanpa meminta jaminan aset. Artinya, tanpa memiliki sertifikat rumah atau BPKB, pinjaman kamu bisa disetujui.

Kedengarannya gampang kan? Persyaratannya yang gak ribet, cocok jadi solusi saat kepepet.

Tapi jangan lengah. Meskipun prosesnya terdengar mudah, mengajukan KTA adalah sesuatu yang perlu dipikirkan masak-masak. Jelas, karena ini sangat mempengaruhi kondisi keuangan kamu ke depan. Kan ada cicilan yang harus dilunasi.

Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk  mengambil KTA, kamu perlu teliti dalam menilai produk pilihan.

sebelum ngambil KTA
Teliti sebelum melilih, cari tau sedetail detailnya broh… (teliti / leadtail)

Gak usah sungkan nanya ini-itu ke pihak bank cuma karena takut dibilang bawel. Kalau perlu, tanya berkali-kali untuk memastikan pegawai bank mengerti pertanyaanmu atau tidak sekadar menjawab lantaran ingin cepat beres.

Nah, buat kamu yang sedang berencana mengajukan KTA, wajib hukumnya untuk menanyakan hal di bawah ini kepada pegawai bank:

1. Besar bunga

Ini bisa dibilang poin paling krusial saat mengajukan pinjaman ke bank, termasuk KTA. Cari tahu dulu berapa besarnya beban bunga untuk KTA yang kamu pilih. Ini akan menentukan besarnya cicilan kamu tiap bulan.

Biasanya, besar bunga tergantung dari jumlah pinjaman yang kamu ajukan. Semakin besar pinjaman, semakin kecil bunga yang dibebankan. Tapi jangan lantas pinjam dalam jumlah besar ya. Sesuaikan dengan kebutuhanmu.

2. Tenor pinjaman

Setelah tahu besar bunganya, kamu perlu menanyakan tenor pinjaman untuk mengetahui besar cicilan kamu tiap bulan.

Berbeda dengan kredit beragun aset seperti multiguna dan KPR (kredit pemilikan rumah) yang tenornya bisa sampai puluhan tahun, tenor KTA biasanya lebih pendek. Umumnya tenor maksimum untuk KTA adalah 60 bulan atau 5 tahun.

Ini penting kamu ketahui untuk menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan finansialmu. Apa sanggup melunasi KTA dengan jangka waktu yang hanya 5 tahun? Coba dikalkulasikan dulu ya.

3. Dana KTA yang diterima

sebelum ngambil kta
Terkadang yang kamu ajukan 5 gepok dapet nya 5 lembar, begitulah adanya KTA sabar ya (uang tunai / jalantikus)

Meskipun permohonan KTA kamu dikabulkan, bukan berarti kamu akan menerima dana sesuai dengan plafon yang kamu ajukan. Kok bisa? Karena ada potongan biaya provisi atau biaya administrasi. Biaya ini merupakan tanda bahwa KTA-mu dikabulkan dan dipotong langsung dari plafon pinjaman.

Tiap bank mengenakan biaya provisi yang berbeda-beda untuk KTA, tapi umumnya berkisar antara 1-4 persen. Jadi, misalnya pinjaman KTA kamu adalah Rp 20 juta dan biaya provisi 2 persen, maka dana KTA yang kamu terima:

20 juta – (2% x 20 juta) = Rp 19.600.00o

4. Biaya tahunan

Sama kayak kartu kredit, KTA juga dikenakan biaya tahunan. Tapi ada juga bank yang gak memberlakukan biaya ini sih, tergantung kebijakan.

Oleh sebab itu, penting buat kamu menanyakan soal biaya tahunan ini saat mengajukan KTA. Supaya gak kaget pas cicilan di bulan ke-12 tiba-tiba lebih besar.

Nilainya bisa bervariasi, antara 1-2 persen atau dalam bentuk nominal tetap (mis. Rp 50.000 per tahun). Biaya ini dibebankan ke cicilan bulan terakhir dalam 1 tahun.

Misalnya tenor pinjaman KTA kamu 3 tahun. Maka biaya tahunan akan dibebankan pada cicilan di bulan ke-12, 24, dan 36.

5. Biaya keterlambatan

Ini penting buat kamu yang suka gak disiplin bayar cicilan. Biasanya, kalau telat bayar cicilan KTA, bank akan memberikan denda keterlambatan dengan nominal tetap. Cari tahu juga apakah durasi keterlambatan mempengaruhi besarnya denda. Karena ada juga bank yang melakukan hal ini.

Misalnya, biaya keterlambatan Bank XYZ adalah Rp 250.000. Tapi, ternyata nilai ini berlaku untuk keterlambatan cicilan 1-30 hari. Kalau lebih dari 30 hari, denda naik menjadi Rp 500.000.

Gawat kan kalau gak tahu info ini di awal. Bisa jadi sampai hari ke-31 kamu masih santai-santai saja berpikir kalau denda kamu cuma Rp 250.000.

6. Biaya Pelunasan Dipercepat

Biaya ini dikenakan kalau kamu mau melunasi KTA lebih cepat dari tenor pinjaman yang telah disetujui. Besarnya bervariasi, tapi biasanya sekitar 5-6 persen dari sisa utang.

Misalnya:

Plafon = Rp 10 juta

Tenor = 3 tahun/ 36 bulan

Biaya pelunasan dipercepat = 5%

Mau dilunasi saat bulan ke-24, sisa utang = Rp 3,5 juta

Maka, besarnya biaya pelunasan dipercepat:  3,5 juta x 5% = Rp 175.000

7. Waktu toleransi keterlambatan

Toleransi waktu keterlambatan ini bukan berarti kamu punya peluang gak bayar cicilan tepat waktu ya. Tapi maksudnya adalah tanyakan berapa lama waktu yang masih dimaklumi oleh bank, sampai pihak bank menyewa jasa debt collector untuk mendatangi rumahmu.

sebelum ngambil kta
Kasih tanda di kalender kamu kalau perlu set alarm juga biar gak lupa, repot banget soalnya kalau sampai lupa, belum lagi dendanya hadeuhhh (kalender / keywordsuggest)

Ini biasanya yang gak ditanyakan sama peminjam KTA. Padahal ini penting loh. Karena pastinya gak mau dong tiba-tiba ada centeng teriak-teriak depan rumah udah kayak ngajak berantem. Iya kalau kamu beneran telat bayar cicilan 3 bulan. Lah ini baru telat 2 hari kok. Udah keburu malu kan sama tetangga?

Makanya, pastikan ke pihak bank seberapa lama toleransi waktu yang diberikan sampai ada “tamu spesial” yang mengunjungi rumah atau kantormu. Walaupun memang telat bayar cicilan itu tidak bijak, tapi kamu perlu tanyakan hal ini untuk jaga-jaga. Siapa tahu ada hal tak terduga yang membuatmu tidak bisa menyetor cicilan tepat waktu.

8. Transparansi

Satu lagi yang sering terabaikan oleh para peminjam KTA adalah soal transparansi bank kepada nasabah. Kamu perlu tanyakan kepada bank, ketika kamu telat membayar cicilan, apakah pihak bank akan menghubungi kamu untuk mengingatkan? Atau ketika denda yang kamu bayar kurang, apa bank akan menginformasikan hal ini?

Namanya juga manusia, pasti ada saatnya lupa. Apalagi ketika sedang banyak kerjaan atau ada masalah keluarga. Jangankan bayar cicilan KTA, makan saja kadang bisa terlewatkan.

Nah, ketika kita lupa dan akhirnya telat membayar cicilan KTA, apakah bank mau berinisiatif menghubungi via telefon?

Yang lebih parahnya lagi, kalau pas kamu merasa sudah membayar denda keterlambatan di bulan berikutnya, ternyata denda yang kamu berikan kurang. Dan bank tidak menginformasikan hal ini sampai waktu jatuh tempo. Alamak, kebayang dong seberapa bengkaknya tagihan kamu saat bulan terakhir pelunasan? Ini sih jadi kayak trik untuk memeras nasabah ya.

Bank yang baik adalah bank yang memberikan informasi soal progres pelunasan KTA selengkap-lengkapnya kepada nasabah tiap bulan. Dengan begitu, jika ada denda belum terbayar, nasabah dapat mengetahuinya segera.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja yang harus ditanyakan kepada petugas bank sebelum ngambil KTA? Jadi kamu bisa lebih bijak dalam memilih dan gak gampang tertipu sama penawaran KTA yang terlihat manis. Be smart ya!

 

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Selain Bunga, 5 Macam Biaya Kredit Tanpa Agunan (KTA) Ini Patut Dipastikan sebelum Teken Kontrak dengan Bank]

[Baca: Kredit Tanpa Agunan: Kalau Malas Hitung-Hitung, Ya Pantas Saja Jadi Galau]

[Baca: Buat yang Lagi Butuh Dana, Ini Dia 5 Produk KTA dengan Bunga Terendah]

 

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com