Biar Gak Salah Paham, Pahami Dulu Soal Obat Paten Atau Generik

by DuitPintar 4.372 views0

obat paten atau generik

Hatchiiii..hatchiiii….Saat musim hujan, suara ini sering terdengar di kanan-kiri. Bersin, hidung meler, demam. Komplet deh.

 

Musim hujan memang identik dengan musim orang sakit. Ini udah lazim terjadi tiap tahun ketika musim hujan tiba.

 

Akibat sakit, aktivitas jadi keganggu. Dari kerja sampai rencana liburan, semua bisa jadi berantakan.

 

Karena itu, meski sudah ada BPJS Kesehatan atau asuransi, kita jangan sampai cuek bebek sama kesehatan. Tapi jika sudah segenap hati, jiwa, dan raga menjaga diri tapi masih sakit juga, apa boleh buat.

 

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

 

Kalau udah seperti ini, harus segera cari obat. Memang, dalam beberapa kasus penyakit musiman ini bisa sembuh dengan obat yang dijual bebas di toko-toko.

 

Tapi, gak jarang juga kita kudu ke dokter untuk menuntaskan penyakit menjengkelkan ini. Yang jadi soal, dokter A dan dokter B bisa saja memberikan obat yang berbeda, padahal gejala pasien sama.

 

Secara umum, obat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu generik dan paten. Obat generik biasanya lebih murah ketimbang obat paten.

 

Kita sebagai pasien sejatinya punya hak memilih obat yang diberikan dokter, mau obat paten atau generik. Berikut ini adalah perbedaan obat generik dan paten:

 

obat paten atau generik

Nah, obat generik nih yang banyak jadi pilihan masyarakat

 

Generik

  1. Namanya sesuai dengan daftar obat dalam buku farmakope, misalnya ampisilin dan asetosal.
  2. Punya kandungan yang sama dengan obat paten. Jadi, khasiatnya pun sama.
  3. Tidak melalui pengembangan teknologi pabrikan, sehingga variannya seragam. Misalnya hanya tersedia versi kapsul, gak ada yang bisa dikunyah atau versi sirup.
  4. Harganya lebih murah ketimbang obat paten.
  5. Ada apotek yang khusus menjual obat jenis ini.

Paten

  1. Namanya bergantung pada perusahaan, misalnya Aspirin dari Bayer untuk asetosal dan Amfipen dari Organon untuk ampisilin.
  2. Punya kandungan dan khasiat sama dengan obat generik.
  3. Telah melalui pengembangan teknologi, jadi variannya banyak. Selain itu, ada yang bisa mengurangi efek samping.
  4. Harganya lebih mahal ketimbang obat generik.
  5. Dijual bebas di banyak tempat, dari toko sampai apotek.

 

obat paten atau generik

Ada sederet alasan kenapa harga obat paten lebih mahal, salah satunya ya karena kena pajak

 

 

Dari penjelasan di atas, mungkin masih ada pertanyaan yang mengganjal. Yang pertama mungkin, kenapa kok obat generik bisa lebih murah ketimbang obat paten padahal kandungan dan khasiatnya sama?

 

Jadi, selidik punya selidik, obat generik itu gak menanggung banyak beban biaya kayak obat paten. Obat generik harganya lebih mirin lantaran:

 

  • Gak kena pajak
  • Gak ada biaya promosi
  • Biaya distribusi ditanggung pemerintah
  • Disubsidi pemerintah, bahkan ada yang dijual di bawah harga produksi

 

Jadi, asumsi yang selama ini beredar bahwa obat generik murah karena khasiatnya buruk itu kurang tepat. Begitu juga anggapan bahwa obat generik gak bermutu.

 

Sebab, obat generik harus lolos pemeriksaan oleh pemerintah. Iya dong. Wong disubsidi, masak lewat gitu aja ke pasaran.

 

Dan, yang jarang diketahui orang, obat paten bisa jadi generik lho. Paten suatu obat itu ada umurnya. Jadi, ketika masa paten obat itu udah berakhir, otomatis obat jadi generik.

 

obat paten atau generik

buang jauh-jauh pemikiran bahwa obat generik itu levelnya di bawah obat paten. Lha kan obat paten bisa jadi generik juga

 

 

Namun, bukan berarti kita bisa langsung asal minta obat generik ke dokter pas sakit. Obat generik lebih difokuskan ke masyarakat kurang mampu.

 

Kalau dalam dunia kredit, ini kayak kredit perumahan buat masyarakat berpenghasilan rendah. Itulah sebabnya obat ini disubsidi, kayak rumah disubsidi pemerintah.

 

[Baca: Nggak Usah Khawatir Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Dihapus, Bakal Ada Subsidi Selisih Bunga]

 

Kalau kita terbilang masih mampu, gak apa-apa keluar duit lebih banyak. Hitung-hitung buat membantu sesama yang kekurangan.

 

Tapi jika obat paten lagi gak ada, boleh saja ambil obat generik. Atau lagi dalam diet duit alias penghematan, tak apalah beli obat generik. Asal belinya gak tiap hari aja, ya.

 

[Baca: Niatnya Menghemat Pengeluaran Bulanan, Tapi Cara Ini Justru Bikin Kamu Rugi]

 

 

 

Image credit:

  •  http://www.dokterdigital.com/uploads/headline_home/20151030041514obat2.jpg
  • http://cdn-2.tstatic.net/jabar/foto/bank/images/obat-generik-illustrasi_20150608_105417.jpg
  • https://hello-pet.com/assets/uploads/2015/11/Dokter.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com