Sebelum Bikin Strategi Promosi, Simak Nih 6 Karakter Pelanggan yang Wajib Kamu Ketahui

by akbar 778 views0

Bikin Strategi Promosi

Mau bikin program promosi yang jitu? Sudah kenalan belum sama pelanggan-pelangganmu? Maksudnya kenalan sama karakternya lho, bukan sama orangnya.

Mengenal karakter pelanggan tentu jadi hal penting yang harus kamu lakukan sebelum menentukan strategi promosi yang paling tepat. Karena pada intinya, si pelangganlah yang bakal membeli produkmu. Produk laris, bisnis pun bisa bertahan. Begitu pula sebaliknya.

Ketika kamu sudah paham akan karakter pelangganmu, kamu tentu tahu gimana caranya berkomunikasi dengan mereka. Setelah itu, baru deh kamu tentukan program promosi seperti apa yang paling cocok kamu terapkan untuk mendongkrak penjualan.

Daripada bingung, langsung saja kita cari tahu enam karakter pelanggan versi DuitPintar. Catat ya!

1. Si gaul

Pelanggan dengan kepribadian si gaul tergolong mudah untuk didekati. Sesuai dengan namanya, mereka cukup senang bersosialisasi termasuk dengan kamu selaku pemilik bisnis atau brand.

bikin strategi promosi
Kelihatannya setia, banyak senyum tapi belum tentu dia loyal sama produkmu (si gaul/shopperscritique)

Mereka gak keberatan untuk hadir di acara-acara gathering pelanggan. Mereka juga mem-follow akun media sosial brand milikmu. Kalau kamu sering mengadakan kuis di media sosial, mereka pasti ikutan.

Pada intinya, mereka sering merasa bangga jika memiliki kedekatan dengan brand yang mereka gunakan. Namun untuk urusan loyalitas, gak ada jaminan mereka bisa loyal. Bisa jadi, mereka mencoba mengakrabkan diri juga ke brand kompetitormu jika memang ada keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Bila kamu ingin membuat mereka loyal terhadap produkmu, manfaatkanlah email blast untuk konsumen. Namun pikirkan baik-baik konten yang ada di email tersebut, jangan terlalu hard selling.

Pertimbangkan untuk memberikan mereka tips-tips yang bermanfaat. Hal itu bisa membantu menjaga loyalitasnya terhadap produk yang kamu buat.

2. Si setia

Sulit bagi si setia untuk berpaling ke merek lain terutama jika mereka sudah jatuh cinta pada satu merek. Walaupun harganya naik, si setia kadang gak bakal terkecoh dengan hadirnya merek baru yang harga produknya lebih murah.

Si setia yakin, kualitas produk yang dicintainya sudah teruji sejak dulu. Daripada coba-coba nanti rugi, lebih baik pakai yang jelas saja dan gak perlu gonta-ganti merek.

Mau memikat hati si setia? Pelayanan aftersales lah yang harus kamu pikirin. Soal beli mungkin gampang, tapi kalau ada keluhan atau yang lain, tim customer care produkmu harus lebih tanggap.

bikin strategi promosi
Kalau aftersalesmu jelek, mereka bakal berpaling hati lho (pelanggan setia/middle market center)

Kalau hal ini dicuekin, jangan kaget kalau si setia berpaling ke merek lain. Ujung-ujungnya kamu yang rugi kan.

3. Si ikut-ikutan

Si ikut-ikutan cenderung menjadi followers dari banyak orang atau idolanya. Bila idolanya menggunakan produk A, maka dengan mudah mereka membeli produk yang sama.

Promosi mulut ke mulut (word of mouth marketing) cukup berguna buat menarik minat pelanggan tipe seperti ini untuk membeli produkmu.

Rajin-rajinlah memanfaatkan forum-forum online untuk membahas kualitas produkmu dengan detil. Karena pada intinya, si ikut-ikutan juga cukup rajin memantau forum tersebut. Bila banyak ulasan positif mengenai produkmu, gak menutup kemungkinan dia bakal ikut membeli.

Atau kamu juga bisa menggunakan brand ambassador yang tepat dan bijaksana, seperti influencer media sosial atau selebgram. Jangan sampai salah pilih lho, produkmu bisa gak laku kalau salah pilih brand ambassador.

4. Si hobi pamer

Pelanggan yang satu ini punya hobi pamer di media sosial setelah dia beli atau memakai suatu produk. Produk yang dipamerin gak mesti mahal atau nge-hits tapi biasanya adalah produk favorit atau yang sesuai dengan ekspektasi mereka.

Dengan kebiasaan pamernya inilah, kamu bisa memanfaatkan media sosial Instagram untuk meluncurkan promo yang efektif. Misalnya dengan menggunakan kuis giveaway dan meminta mereka mengunggah foto produkmu dengan hashtag khusus.

Atau meminta mereka mengunggah fotonya sedang memakai produkmu sambil melakukan review. Pastinya review terbaik bakal kamu berikan hadiah.

5. Si gengsian

Nah kalau yang ini nih yang paling susah dideketin. Si gengsian bakal susah untuk memakai produk yang gak terlalu terkenal. Yang terkenal tapi mainstream aja belum tentu dia mau, apa lagi produk baru.

Biasanya, produk yang mereka pakai memang tergolong mahal atau susah dicari. Soal kualitas relatif, tapi umumnya dia paling gak suka kalau ketawan pakai produk samaan dengan rekannya.

bikin strategi promosi
Mau PDKT sama si gengsian? Gak mudah loh (si gengsian/fabulous mouses)

Untuk membuat si gengsian mau pakai produkmu, tentu tantangannya cukup berat. Hal itu bakal bergantung dengan brand image produk yang kamu buat juga. Dan pastinya “butuh waktu” untuk membuat mereka tertarik dengan produkmu.

Tapi jangan khawatir, kamu bisa kok meraih hatinya dengan cara memilih brand ambassador yang bukan berasal dari publik figur abal-abal. Dan pastinya berikan ulasan produk lewat video yang berkualitas juga. Word of mouth marketing tentu juga penting lho.

Kalau kamu sudah berhasil membuat si gengsian untuk pakai produkmu, berarti keren deh produkmu. Tapi tetap ada kemungkinan dia bakal meninggalkan produkmu juga lho, terutama kalau produkmu sudah jadi mainstream dan dipakai banyak orang.

6. Si relijius

Sesuai dengan namanya, terlepas dari apapun keyakinannya, dia adalah orang yang sangat hati-hati dalam memilih produk, terutama makanan. Misalnya, ketika gak ada label “Halal,” jangan harap mereka mau beli.

Selain memperhatikan masalah label, khususnya buat kamu yang berbisnis makanan, perhatikan pula kampanye-kampanye brand yang kamu luncurkan. Bila memang produkmu merujuk ke satu agama tertentu, maka buatlah kampanye yang bijak tanpa menyudutkan golongan tertentu.

Pemilihan brand ambassador juga penting. Ada baiknya memilih seorang tokoh yang netral. Atau kalau produkmu memang menyasar golongan agama tertentu, pilih tokoh yang tidak kontroversial dan jauh dari image “nakal”.

Kalau sudah tahu tipe-tipe pelanggan untuk bisnismu, sekarang kamu bisa merancang strategi marketing dan penjualan dengan lebih tepat sasaran. Kalau strateginya tokcer, udah pasti cuannya juga lancar dong.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Biar Gak Salah Sasaran, Gini Caranya Milih Selebgram Buat Promosiin Bisnismu]

[Baca: Simak Nih 5 Cara Promosi Produk Otomotif Aftermarket ke Masyarakat]

[Baca: Mau Pasang Iklan yang Efektif? Kenalan Dulu Yuk Sama 5 Startup Ini]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com