Bisnis Properti Nggak Cuma Soal Jual Beli, Coba Cari Untung Lewat Bisnis Sewa Properti

by DuitPintar 4.747 views0

bisnis sewa properti

Mau tahu alasan kuat kenapa memutar duit di properti lebih unggul dari instrumen investasi lainnya? Jawabnya karena properti menawarkan dua benefit sekaligus, yakni capital gain dan cash flow. Dua hal itu yang tak dimiliki investasi lainnya.

 

Properti jelas memberikan capital gain karena keuntungan diperoleh dari selisih dari nilai pembelian dan nilai jualnya. Misalnya saat ini beli properti seharga Rp 700 juta, bisa jadi tiga tahun kemudian nilainya melonjak jadi Rp 1 miliar. Artinya, kalau menjual di tahun ketiga sudah pasti kantongi keuntungan Rp 300 juta!

 

Keuntungan kedua adalah cash flow. Maksudnya, ada jaminan penghasilan dari mereka yang memiliki properti. Dalam kamus investasi properti, cash flow itu didapat bila properti tersebut disewakan. Nah, secara otomatis, properti itu jadi mesin duit terus-terusan.

 

Tak heran bila mayoritas orang menilai properti adalah ‘tabungan terbaik’ untuk masa depan. Properti jadi jurus ampuh orang membuat kekayaannya berkali-kali lipat. Main di properti sama saja menabung aset yang dari waktu ke waktu nilainya terus meningkat.

 

Tapi tetap pertimbangkan risiko bermain properti. Investasi ini sifatnya tak selikuid reksa dana, emas, dan saham. Ketika lagi kepepet butuh dana maka butuh waktu relatif lama untuk ‘menduitkan’ properti. Hanya risiko ini bisa diminimalir dengan cara menggadaikan properti.

 

[Baca: Lakukan Ini Kalau Sudah Akad Kredit dengan Bank tapi Developer Ingkar Janji]

Bagaimana memulai?

Prinsip utama berinvestasi adalah menentukan tujuan. Begitu pun berinvestasi di properti. Tetapkan tujuannya apakah sebagai diversifikasi investasi atau menjadikan sumber pendapatan sampingan.

 

bisnis sewa properti

Kalau punya rumah di lokasi strategis kenapa gak disewakan saja

 

 

 

Berikutnya adalah menyiapkan sumber dananya. Bisa tunai jika di tabungan mencukupi. Sedangkan tak perlu pusing ketika dana belum mencukupi. Silakan lirik produk KPR (kredit pemilikan rumah) yang bertebaran di bank-bank.

 

Tentunya ketika opsi jatuh ke KPR, kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk uang muka, biaya notaris, dan biaya tetek bengek lainnya yang menyertai pengajuan KPR. Dan jangan lupa, pastikan ketika berutang lewat KPR, nilainya tak menggerus pendapatan lebih dari 30%.

 

Lain halnya jika sudah punya calon penyewa. Upayakan besaran uang sewa itu bisa menutupi angsuran KPR atau minimal bisa mengurangi beban cicilan bulanan. Ini namanya ‘punya aset properti tapi dibayar orang lain’!

 

[Baca: Nggak Perlu Takut Investasi Properti, Ini Cara Menghadapi Pengembang Nakal]

 

Lebih baik properti itu disewa dalam jangka panjang sehingga bisa meminimalisir biaya perbaikan. Bisa dibayangkan bila penyewa cuma menetap setahun lalu ganti orang lain, praktis butuh biaya perbaikan lagi sebelum ditawarkan ke orang lain.

 

Nah, biar properti itu diminati orang tentunya mensyaratkan banyak hal. Misalnya ada di lokasi strategis, akses yang mudah, fasilitas lengkap, dan lain sebagainya. Maka itu, kecermatan dalam menentukan properti sifatnya mutlak.

 

Tips dan Trik Bisnis Sewa Properti

Sudah tergerak untuk bisnis sewa properti? Oke, step berikutnya adalah pelajari triknya agar properti benar-benar jadi mesin duit yang maksimal.

 

1. Tentukan target pasar

Sebaiknya tentukan target pasar sejak awal. Pasalnya, ini sangat mempengaruhi jenis properti yang dipilih. Misalnya saja apartemen cocok bagi pangsa pasar keluarga muda atau pekerja temporer. Bila sasarannya adalah kaum ekspatriat, tentunya pilih apartemen yang lebih mewah dan dekat dengan pusat bisnis.

 

2. Menghitung harga sewa

Pastikan harga sewa yang ditawarkan kompetitif. Jangan terlalu rendah atau terlalu mahal dari harga pasar. Maka itu penting melakukan riset dulu. Bisa saja menawarkan harga sewa yang lebih tinggi sepanjang memberikan nila lebih pada properti yang dimiliki. Contohnya saja apartemen yang sudah full furnish sehingga harga sewanya bisa lebih tinggi.

 

3. Bikin perjanjian

Perjanjian dibuat di atas hitam dan putih alias tertulis dan diteken kedua belah pihak. Perjanjian itu berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Misalnya apakah uang sewa itu sudah termasuk biaya listrik, air dan lain sebagainya.

 

bisnis sewa properti

Bikin kost-kostan juga bisa jadi ladang bisnis lho

 

 

 

Termasuk juga jadwal pembayaran uang sewa di tanggal yang telah disepakati. Sebaiknya isi perjanjian bersifat detail untuk meminimalisir konflik di kemudian hari.

 

Utamanya jika terjadi kerusakan, siapa yang bertanggung jawab. Rincikan jenis kerusakan yang jadi tanggung jawab penyewa dan mana pemilik. Jangan lupa minta salinan identitas penyewa agar kita tahu persis siapa yang menyewa proper kita

 

4. Berikan kenyamanan dan keamanan

Poin ini menentukan level kebetahan penyewa untuk berlama-lama menetap di properti kita. Pastikan semua fasilitas yang ada tidak ada yang rusak. Kemudian yang tak kalah penting, selalu untuk mengganti kunci pintu bila penyewa telah berganti ke orang lain.

 

Uraian di atas sudah cukup memotivasi untuk memulai bisnis sewa properti? Cuma sebagai masukan, awal melangkah berinvestasi properti adalah soal waktu. Sisihkan waktu yang cukup untuk mencari properti yang tepat dan punya kans tumbuh di masa depan. Selain itu, rajin-rajin menengok aset kita ini. Selamat berbisnis properti!

 

[Baca: Investasi Kondotel Apakah Menguntungkan? Ini Rumus Sederhananya]

 

 

 

Image credit:

  • http://forumjualbeli.com/attachments/sewa-menyewa/132769d1406894801-disewakan-rumah-tinggal-permata-bintaro-bintaro-img_0806.jpg
  • http://ayobuka.com/wp-content/uploads/2015/11/07-21-02-b0dv3m58o4.jpg

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com