Bisnis Ramadan: Mau Nambah Penghasilan Selama Puasa? Coba 5 Bisnis Dadakan dengan Modal di Bawah Rp 5 Juta Ini

by Bunga D. Kusuma 1.122 views0

Bisnis Ramadan- Mau Nambah Penghasilan Selama Puasa- Coba 5 Bisnis Dadakan dengan Modal di Bawah Rp 5 Juta Ini

Bulan Ramadan gak cuma identik dengan ibadah puasa, tapi juga peluang bisnis dadakan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Lumayan kan buat nambah-nambah THR pas Lebaran nanti.

Yang dimaksud dengan bisnis dadakan di sini adalah jenis usaha yang permintaannya mendadak naik selama periode Ramadan. Kamu bisa manfaatkan momentum tersebut untuk membuka usaha sampingan sembari tetap kerja di kantor sebagai karyawan.

Soal modal, gak usah khawatir. Sebab, semua bisnis dadakan ini cuma butuh dana gak lebih dari Rp 5 juta. Jadi gak usah repot-repot pinjam uang ke teman atau ke bank, cukup dari tabungan sendiri, dan kamu pun bisa merasakan manisnya peluang bisnis saat bulan puasa.

Lalu apa aja sih bisnis dadakan yang menarik dilakoni selama Ramadan? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Bisnis katering made by order

Bisnis yang satu ini makin bersinar pas bulan puasa, terutama saat berbuka. Kalau kamu pekerja kantoran, mulai deh tawarin teman-teman kantor untuk pesan menu buka puasa di kateringmu.

nambah penghasilan selama puasa
Kalau ada sisa makanannya bisa disimpen buat kamu sahur (katering sehat/astralife)

Akan lebih bagus lagi kalau kamu bisa dapetin komitmen pemesanan untuk satu bulan penuh. Gak perlu capek-capek lagi cari pelanggan, kan?

Tapi kalau kamu dapatnya pemesanan harian juga gak masalah, karena modalnya bisa langsung kamu puterin untuk produksi katering di hari berikutnya.

Misalnya hari Senin kamu dapet orderan 20 box menu buka puasa. Maka modal awal yang kamu butuhkan:

Peralatan memasak: Rp 0 (dengan asumsi kamu udah punya di rumah)

Dapur: Rp 0 (menggunakan dapur rumah)

Bahan masakan: Rp 20.000 per box (isi: nasi putih +sayur tumis + ayam goreng + sambal + buah pisang/ jeruk + kerupuk)

Kotak nasi: ukuran 20 x 20 isi 100 pcs = Rp 75.000

Total modal awal: 0 + 0 + (20.000 x 20) + 75.000 = Rp 475.000

Untuk produksi hari pertama, kamu butuh modal sebesar Rp 475.000. Dengan harga jual satu box nasi Rp 30.000, maka omzetmu di hari pertama adalah Rp 600.000. Nah, omzet di hari pertama ini bisa kamu puterin lagi buat produksi katering di hari kedua, dan seterusnya.

2. Bisnis makanan dan minuman pembuka puasa

Yang ini pasti sering lihat di jalanan dong? Pas bulan puasa, penjaja makanan dan minuman dadakan biasanya langsung membludak di pinggir jalan. Apalagi ketika sudah menjelang buka puasa. Makin rame dan bahkan sering jadi penyebab kemacetan.

Kamu bisa juga memanfaatkan peluang ini buat nambah pundi-pundi keuangan. Buka aja lapak dadakan depan rumah atau nyewa space di trotoar jalan buat jualan makanan dan minuman buka puasa.

Untuk modal awal, kira-kira segini yang kamu butuhkan:

Sewa lapak pinggir jalan: Rp 100.000 (per hari) x 30 (hari) = Rp 3.000.000

Meja kayu sederhana buat display dagangan: Rp 350.000

Produksi makanan pembuka (gorengan, lontong, kue manis) 100 buah: Rp 100.000

Produksi minuman pembuka (takjil + kolak pisang) 100 gelas: Rp 500.000

Jasa penunggu lapak untuk 30 hari (3 jam sehari): Rp 1.000.000

Total modal awal: 3.000.000 + 350.000 + 100.000 + 500.000 + 1.000.000 = Rp 4.950.000

Dengan harga jual makanan Rp 2.000 per buah dan minuman Rp 7.500 per gelas, maka proyeksi omzet kamu sehari adalah Rp 950.000 jika seluruh dagangan laku terjual.

3. Reseller atau dropshipper busana muslim online

Menjelang Lebaran, permintaan akan busana muslim pasti meningkat drastis. Wajar saja, karena bakalan banyak umat muslim yang pengin beli baju baru untuk dipakai salat Ied maupun untuk bersilaturahmi ke rumah saudara-saudara.

nambah penghasilan selama puasa
Biar gak capek, jualnya via online saja gak usah COD-CODan (Baju muslim/tokopedia)

Kamu juga bisa memanfaatkan peluang ini dengan menjadi reseller atau dropshipper busana muslim secara online.

Reseller adalah orang yang menjual kembali produk yang sudah dibeli dari supplier. Sedangkan dropshipper hanya bertindak sebagai perantara antara pembeli dengan supplier.

Kalau memang punya modal Rp 5 juta, kamu bisa pilih jadi reseller busana-busana muslim dengan membeli produk terlebih dahulu senilai modal yang kamu punya. Keuntungannya bisa kamu ambil dari selisih harga jual dan harga beli.

Nah, kalau emang gak ada modal sama sekali, kamu bisa jadi dropshipper aja. Tugasmu hanyalah memasarkan busana muslim dari supplier di media sosial atau website pribadimu. Kalau ada yang pesan, tinggal kamu teruskan ke supplier untuk mengirimkan barang ke pelanggan. Dan kamu pun bakal dapat fee dari tiap penjualan yang dilakukan.

4. Bisnis kue kering

Yang satu ini juga makin laris manis mendekati Lebaran. Jualannya pun gampang. Tinggal tawarin ke teman-teman kantor, keluarga, tetangga, dan para pengikut akun media sosial kita.

nambah penghasilan selama puasa
Jangan beli mulu, bikin dong (kue kering/resephariini)

Kalau tertarik, gini kira-kira perhitungan modal awalnya:

Oven kecil sederhana: Rp 500.000

Loyang kue kering 2 pcs: Rp 10.000 x 2 = Rp 20.000

Toples mika plastik 50 pcs: Rp 4.000 x 50 = Rp 200.000

Biaya produksi kue 50 toples: Rp 50.000 x 50 = 2.500.000

Total modal awal: 500.000 + 20.000 + 200.000 + 2.500.000 = Rp 3.220.000

Dengan harga jual Rp 75.000 per toples, omzet kamu bisa mencapai Rp 3.750.000 untuk tiap penjualan 50 toples. Biar untungnya makin optimal, tinggal kamunya aja nih yang harus gigih jualan. Semangat!

5. Bisnis parcel Lebaran

Apalah artinya Lebaran tanpa kehadiran parcel? Oke, ini agak lebay sih.

Tapi emang kehadiran parcel Lebaran tuh pasti menambah keriaan di Hari Idul Fitri deh. Apalagi kalau isi parcelnya berupa kue-kue dan camilan menggoda. Pasti jadi makin gak sabar buat bukanya kan?

Makanya, gak heran kalau parcel jadi barang favorit buat oleh-oleh atau buah tangan untuk sanak saudara maupun kerabat saat Hari Raya.

Kalau kamu mau manfaatin ini jadi bisnis, bisa juga kok! Modal yang dibutuhin pun bisa kamu akalin dengan bikin berdasarkan order yang masuk.

Misalnya, kamu dapat orderan 10 parcel dengan isi 1 kue kaleng besar, 2 toples kue kering, dan 1 set cokelat pralines. Coba tengok nih itung-itungannya:

Keranjang parcel rotan 10 pcs: Rp 55.000 x 10 = Rp 550.000

Plastik pembungkus 70 cm x 90 cm = Rp 45.000 per pak (isi 50 lembar)

Kue kaleng 908 gram 10 pcs = Rp 130.000 x 10 = Rp 1.300.000

Kue kering 20 toples = Rp 75.000 x 20 = 1.500.000

Cokelat pralines 10 set = Rp 115.000 x 10 = Rp 1.150.000

Total modal awal = 550.000 + 45.000 + 1.300.000 + 1.500.000 + 1.150.000 = Rp 4.545.000

Kalau kamu jual dengan harga Rp 500.000 per parcel, total omzet kamu buat order pertama ini bisa sampai Rp 5.000.000 lho!

Sekarang udah tahu kan bisnis dadakan apa saja yang menarik untuk dilakoni pas Ramadan? Bulan Puasa itu adalah bulan penuh berkah. Gak cuma berkah buat amal ibadah kita, tapi juga berkah buat kantong. Ayo dimanfaatkan sebaik mungkin!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bisnis Ramadan: Mau Buka Bengkel Motor? Ini Rincian Biaya dan Strateginya]

[Baca: Bisnis Ramadan: Yuk, Tengok Bisnis Laundry yang Bikin Ngiler Walau Lebaran Sudah Lewat]

[Baca: Bisnis Ramadan: Jasa Penitipan Hewan Itu Cerah Saat Ramadan, Cemerlang Sesudah Lebaran]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com