Bisnis Rumah Kontrakan Emang Menguntungkan, tapi Wajib Perhatikan 4 Hal Ini Saat Milih Tenan

by Hardian 548 views0

bisnis rumah kontrakan

Rumah kontrakan adalah solusi hunian yang tokcer ketika belum punya rumah sendiri di awal masa kerja. Begitu juga saat masih berkuliah.

Harga sewanya gak setinggi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Tapi manfaatnya jelas bisa dinikmati sebagai hunian sementara sembari menumpuk doku ataupun ilmu.

Karena itulah bisnis rumah kontrakan sangat menggiurkan, terutama bila lokasinya di area kompleks kantor atau kampus. Meski begitu, bisnis ini gak bisa dipastikan selamanya mulus.

Bila berniat menjalankan bisnis rumah kontrakan atau malah sekarang sedang bergelut di dalamnya, harus hati-hati terhadap tenan atau penyewa rumah tersebut. Bagaimana pun, rumah itu adalah milik kita.

Tenan harus bertanggung jawab merawatnya, juga bayar iuran per bulannya. Berikut ini tips memilih tenan untuk rumah kontrakan:

1. Dari mana?

Salinan kartu tanda penduduk wajib disetor si tenan ketika hendak menghuni kontrakan. Tapi kita wajib menerima meski belum berupa e-KTP ya. Soalnya, gara-gara korupsi, e-KTP belum diterima semua orang.

bisnis rumah kontrakan
Ketahui identitas yang mau nyewa rumah. Di mana dia tinggal, darimana dan pekerjaannya apa (KTP/Liputan6)

Dari data identitas ini kita bisa melihat asal dan status pernikahannya. Tentunya kita gak mau menerima tenan yang di KTP tertulis lajang tapi menginapkan tamu lawan jenis melulu.

Saat menerima identitas ini, sekalian tanyakan latar belakangnya. Misalnya saudara ada berapa, kerja di mana, ayah-ibu masih sehat atau sudah tiada, dan lain-lain.

Tapi jangan berlagak layaknya detektif saat tanya-tanya. Santai saja, kemas dalam canda dan tentunya makanan ringan di ruang tamu.

2. Kerja atau kuliah? Di mana? Berapa lama?

Bila sudah bekerja, mintalah fotokopi kartu karyawannya. Bila masih kuliah, yang diminta adalah kartu tanda mahasiswa. Meski sudah ada KTP, data tambahan ini diperlukan agar lebih yakin.

Kalau belum punya karena masih baru, ya paling gak dia bisa menjelaskan dengan rinci lokasi kerja atau kuliahnya. Khusus tenan yang bekerja, gak perlu sungkan meminta slip gaji ya.

Ini berhubungan dengan kemampuan bayar sewa rumah kontrakan per bulan. Kalau harga sewa Rp 1 juta sementara gajinya Rp 2 juta, bakal ngos-ngosan. Kasihan.

Ada tips menghindari tenan ngaret bayar sewa, yaitu minta uang sewa di muka untuk setahun ke depan. Jadi gak perlu susah-susah nagih dan mencegah risiko tenan kabur dengan uang sewa belum dibayar.

3. Bawa binatang peliharaan?

Tenan mesti jujur apakah dia membawa binatang peliharaan masuk kontrakan. Bila kita menerapkan aturan rumah bebas hewan, penting sekali hal ini.

bisnis rumah kontrakan
Cari tahu juga apa si penyewa punya hewan peliharaan. Kalau punya ya suruh dia tanggung jawab akan kebersihan rumahmu (kucing/twtrcover)

Apalagi jika kita punya alergi terhadap hewan tertentu, misalnya kucing. Bulu yang tertinggal di rumah bisa membuat kita bersin-bersin, bahkan jatuh sakit, kelak ketika si tenan sudah pergi.

4. Buat hunian doang?

Rumah kontrakan bisa dijadikan hunian doang maupun usaha. Tapi kita mesti memastikan dulu ke tenan. Bila dijadikan tempat usaha, kita pantas pasang tarif lebih tinggi.

Sebab, rumah tersebut jadi modal buat menjalankan bisnisnya. Secara gak langsung, kita ikut menyokong roda usahanya.

Toh, di pasaran pun harga sewa ruko lebih tinggi ketimbang rumah biasa. Ada nilai komersial di sana yang menjadi pendongkrak tarif sewa.

bisnis rumah kontrakan
Yakin tuh disewa buat tempat tinggal doang? (rumah/novooakley)

Itulah 4 poin yang setidaknya bisa dijadikan dasar ketika memilih tenan untuk rumah kontrakan. Sebenarnya ada satu poin yang juga penting, namun sensitif: catatan kriminal.

Pastinya kita gak mau seorang penjahat menjadikan rumah kita sebagai markasnya. Namun susah menelusuri riwayat kejahatan seseorang, kecuali kita punya data di kepolisian.

Minimal kita bisa meminta surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Di surat itu tertera riwayat kriminal seseorang, jika memang dia pernah melanggar hukum.

Yang pasti, kita sebagai pebisnis rumah kontrakan gak perlu ragu menanyakan segala hal yang berkaitan dengan identitas tenan. Kita berhak menolak kok kalau dia gak mau memberikan data yang kita minta.

Jangan sampai kita ditegur RT gara-gara gak memberikan laporan identitas penghuni. Yang lebih parah, si tenan kabur tanpa bayar sewa dan rumah rusak lantaran gak dirawat. Kita sendiri yang rugi kalau itu sudah terjadi.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bisnis Properti Nggak Cuma Soal Jual Beli, Coba Cari Untung Lewat Bisnis Sewa Properti]

[Baca: Punya Tanah Nganggur, Kredit Bangun Rumah Saja]

[Baca: Cara Sulap Rumah Jadi Kos-Kosan Beromzet Besar]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com