Buat yang Gajinya Rp 5 Juta, Atur Uangmu Kayak Gini Biar Gak Bokek Terus

by Tifanny 17.646 views0

Buat yang Gajinya Rp 5 Juta, Atur Uangmu Kayak Gini Biar Gak Bokek Terus

“Bro, pusing nih! Gaji Rp 5 juta tuh ternyata gak cukup ya buat hidup sebulan? Masa tanggal segini aku udah miris ya lihat saldo!” ujar Malik tiba-tiba sambil menggaruk-garuk rambutnya dengan resah.

Tomi, teman satu kost Malik cuma cengar-cengir sambil ngunyah keripik singkong, “Payah kamu Mal, gaji kita sama lho! Tapi saldoku masih baik-baik aja tuh, hehehe!”

Oke, buat para “Malik” di luar sana, termasuk kamu, masalah bokek sebenarnya bukan karena gaji gak cukup. Tapi lebih kepada pengelolaannya yang semrawut.

Ambil contoh kasus si Malik dan Tomi ya. Dengan gaji Rp 5 juta per bulan, begini nih harusnya alokasi gaji yang ideal biar gak ngeluh bokek terus:

1. Tagihan atau utang: maksimal 30 persen

biar gak bokek
Kalau surat cinta yang datang sih hapy, kalau surat tagihan? (Surat Tagihan / kevinmd)

Kalau gak perlu-perlu amat, yang namanya utang memang harus dihindari. Tapi, realitanya kita membutuhkan hal-hal yang nilai belinya tinggi, seperti rumah, kendaraan, hingga peralatan elektronik untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Fasilitas dana pinjaman seperti KTA, kredit multiguna, KPR, dan kartu kredit memang menjadi salah satu solusi saat kita butuh bantuan dana. Tapi bukan berarti kita bisa melakukannya dengan gegabah dan tanpa perhitungan.

Ketika terdesak harus berutang, idealnya total utang yang kita punya jangan sampai lebih dari 30 persen gaji. Gak mau dong gaji sebulan habis hanya untuk bayar utang?

Kalau gaji per bulan sekitar Rp 5 juta, artinya alokasikan 30 persen buat pos utang yang memang dibutuhkan.

30% x Rp 5 juta = Rp 1,5 juta

Itulah jumlah total utang ideal selama sebulan. Nah, kamu perlu galak dan disiplin untuk me-manage utangmu jangan sampai melebihi batas itu.

2. Biaya hidup alias pengeluaran rutin: 40 persen

Dengan kisaran gaji Rp 5 juta, cukup alokasikan 40 persen dari gaji untuk biaya hidup alias pengeluaran rutin.

40% x Rp 5 juta = Rp 2 juta

Bagaimana pun kondisinya, jumlah segitu harus cukup buat kebutuhan hidup. Mulai dari makan, transportasi, pulsa, sampai bujet buat hangout sama teman-teman. Kalau bisa, gak usah sering-sering belanja dan nongkrong di kafe jika memang dana di atas dirasa pas-pasan.

Kamu mesti pintar-pintar mengakali pos keuangan yang satu ini, supaya tiap bulan gak overbudget. Misalnya, sering bawa bekal makan dari rumah atau pilih naik kendaraan umum tiap ke kantor.

3. Tabungan: 10 persen

Nah, yang satu ini mungkin bakal dibilang klise dan membosankan. Tapi, realitanya masih banyak lho di antara kita yang sulit mempraktikkannya. Padahal dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, cukup kok mengalokasikan 10 persen saja untuk pos tabungan.

10% x Rp 5 juta = Rp 500.000

Walau nominalnya terlihat kecil, jangan pernah remehin kebiasaan menabung. Sedikit-sedikit juga bisa jadi bukit lho! Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan tabungan bisa jadi penyelamat saat gak ada solusi dana lain.

biar gak bokek
Siapa bilang nabung itu gampang, nyatanya gimana? (Tabungan / theodysseyonline)

Kebiasaan menabung juga baik karena “memaksa” kita untuk disiplin, menahan nafsu belanja, dan berhemat.

Untuk pos yang satu ini, langsung sisihkan di awal ketika kita baru terima gaji. Jangan tunggu sampai kebutuhan hidup dan utang terpenuhi, baru sisihkan buat menabung. Ini kebalik. Kalau metodenya begini, bisa-bisa gagal nabung tiap bulan lantaran gaji habis tak bersisa buat memenuhi kebutuhan lain.

4. Dana darurat: 10 persen

Setelah menyisihkan gaji untuk tagihan utang, biaya hidup, dan tabungan, jangan lupa sama yang satu ini: dana cadangan. Lho, sama saja dengan tabungan kan?

Eits, jangan salah. Dana darurat itu berbeda lho dengan tabungan. Tabungan itu kan memang sudah disiapkan sebagai kebutuhan dana tertentu di masa depan, seperti untuk beli rumah, kendaraan pribadi, dan lain-lain.

Sementara dana darurat atau dana cadangan adalah dana yang sengaja disiapkan sebagai antisipasi berbagai masalah keuangan yang terjadi tiba-tiba atau gak terduga, misalnya biaya pengobatan di rumah sakit, biaya bengkel karena mobil rusak, atau sejenisnya.

Berapa alokasi gaji yang ideal untuk pos yang satu ini? Cukup 10 persen saja.

10% x Rp 5 juta = Rp 500.000

Gak ada yang mau hal buruk menimpa diri sendiri atau orang-orang tersayang, tapi gak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok kan? Jadi, lebih baik sedia payung sebelum hujan dong!

5. Investasi: 10 persen

biar gak bokek
Hari gini gak investasi? Duh gak gaul bro! (Investasi / marinersgalaxy)

Emangnya investasi penting? Ya ampun, penting banget dong!

Setelah semua hal-hal yang menjadi prioritas sudah mendapat alokasi dana, sisa 10 persen dari gaji setiap bulan bisa dialokasikan buat investasi.

10% x Rp 5 juta = Rp 500.000

Hasilnya emang gak bisa langsung dirasain, harus konsisten dan sabar. Investasi kan memang tujuan keuangan untuk masa depan. Ibaratnya kita dapat pemasukan pasif dengan menyetorkan Rp 500 ribu setiap bulannya.

Apalagi zaman sekarang gak perlu khawatir lagi dengan investasi. Banyak jenisnya, tinggal pilih yang paling sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan kita. Selama kita memilih institusi yang tepat dan produk investasi yang pas, gak usah khawatir uang kita bakal hilang sia-sia.

Semakin cepat memulai investasi, manfaat yang akan kita rasakan di masa mendatang pun bakal semakin besar.

Gimana nih? Sudah mulai paham dong apa yang harus jadi prioritas, dan apa yang bisa dikesampingkan? Gaji pas-pasan bukan berarti jadi alasan buat sembarangan mengatur keuangan. Berapa pun gajinya kalau ngaturnya gak bener, ya sama aja bohong.

Semua hal itu mungkin kok dilakukan selama kita punya komitmen dan disiplin yang tinggi. Selamat berjuang ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gaji Udah 2 Digit Lakukan Ini Biar Hidupmu Makin Terencana]

[Baca: Ini Dia Daftar Perusahaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia]

[Baca: Cara Bikin Gaji 2 Digit Gak Habis Sia-sia]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com